Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 63


__ADS_3

Tengah malam Freya terbangun ia merasa haus dan ingin minum, Freya melihat nakas samping tempat tidur tempat biasa ia menaruh sebotol air putih.


"Botolnya kosong lagi, aku juga gak mungkin bangunin Darren hanya karena ingin minum." Lirih nya, ia melihat Darren yang terlelap di samping nya.


Freya dan Darren memang biasa membagi tempat tidur, mereka tak ingin berdebat hanya perkara tempat tidur saja. Namun meski begitu Freya dan Darren meletakan dua guling di tengah-tengah mereka sebagai pembatas.


Freya menurunkan kaki nya perlahan meskipun terasa ngilu Freya memaksakan diri untuk pergi ke dapur mengisi botol minum nya, ia membuka pintu kamar dengan pelan-pelan.


Freya berjalan dengan tertatih menuju dapur, ia menuruni anak tangga dengan hati-hati dan sesekali terhenti di tengah-tengah anak tangga saat kaki nya terasa sakit.


Setelah selesai mengisi botol minum nya Freya bergegas untuk kembali ke kamar, namun karena pencahayaan yang kurang membuat Freya tersandung dan jatuh sampai membuat botol yang ia pegang terlempar dan pecah.


Prang... Suara yang begitu nyaring di tengah-tengah keheningan malam.


"Assh." Desis Freya, tanpa sadar air matanya mengalir.


"Kok cengeng, tapi ini sakit si gak bohong." Lirih nya berbicara sendiri.


"Drama banget Frey malem-malem heran." Kesal nya pada diri sendiri.


Dan mama yang mendengar suara benda pecah pun langsung bangun dan keluar dari kamar, mama terkejut melihat Freya yang sedang duduk di lantai dan berusaha bangkit untuk merapikan pecahan botol minum.


"Ya ampun Freya." Teriak mama dari anak tangga, teriakan mama membuat Darren lompat dari tempat tidur nya.


"Mah ada apa sih malam-malam begini teriak-teriak." Ucap Darren mengucek matanya.


"Freya jatuh kamu ini bagaimana." Ucap mama, Darren berlari mendekati mama dan melihat Freya yang menenggak menatap mama dan Darren.


"Aku gak tahu dia keluar dari kamar." Ucap Darren, ia berjalan mendekati Freya bersama mama.


Sementara Freya langsung berdiri ia pura-pura kuat dan tidak merasa sakit, Darren mendekati Freya dan menatap wanita yang saat ini menjadi istri nya.


"Maaf aku membangunkan mama dan kamu Darren." Ucap Freya.


"Kamu kenapa keluar kamar gak bilang-bilang si Frey." Ucap Darren, ia menggendong tubuh Freya dan mendudukkan nya di kursi.


"Aku hanya ingin mengambil minum tapi malah kesandung." Jawab nya polos, mama melihat hubungan Freya dan Darren sudah lebih baik dari sebelumnya.

__ADS_1


"Gak apa-apa sayang, tapi ada yang sakit gak?" Tanya mama.


"Enggak kok mah aku gak kenapa-napa." Balas Freya berbohong.


"Yasudah sebaiknya kamu istirahat saja, on biar nanti mama yang bersihkan." Ucap mama.


"Jangan mah ini salah Freya biar Freya yang membersihkan nya." Ucap Freya.


"Jangan mama gak mau nanti kamu malah terluka." Ucap mama, Darren mendekati Freya dengan sebotol air putih yang baru saja ia ambil.


"Ini untuk mengganti botol minum yang pecah." Ucap Darren, Freya mengangguk dan menerima nya.


"Darren ajak Freya kembali ke kamar biar mama bersihkan ini dulu." Ucap mama, Freya merasa tidak enak kepada mama.


"Mah." Lirih Freya.


"Tidak apa-apa sayang kamu kembali ke kamar ya, mama gak mau kalau nantinya kamu malah terluka." Ucap mama mengelus lembut pipi Freya.


Dengan berat hati Freya pun mengangguk, Freya yang berniat untuk berjalan namun lagi-lagi Darren menggendong tubuh mungil nya.


"Jangan banyak bicara Freya jelas-jelas kamu baru saja terjatuh!" Tegas Darren, Freya menundukkan kepalanya dan saat Darren menurunkan Freya ke tempat tidur nya Freya menangis.


"Loh kenapa kamu kok nangis apa kata-kata saya menyakiti kamu?" Tanya Darren, Freya menggeleng ia malu dan kesal kenapa sekarang malah bergantung kepada Darren.


"Katakan kenapa?" Ucap Darren.


"Kakiku sakit Darren sakit." Lirih nya, Darren. tercengang bukankah tadi Freya mengatakan jika dia baik-baik saja.


"Jika sakit kenapa kamu mengatakan kalau kamu baik-baik saja di hadapan mama?" Tanya Darren malah mengejek Freya.


"Aku malu Darren kamu tahu aku malu, aku mau pindah saja." Ujar nya.


"Ck, mau pindah kemana kamu hmmm." Ucap Darren.


"Kemana saja ke mars juga boleh." Ceplos Freya.


"Haha, ngarang." Balas Darren tertawa, tawa Darren membuat Freya tertegun menatap wajah tampan Darren yang sedang tertawa.

__ADS_1


Ini pertama kalinya Freya melihat tawa lepas dari seorang Darren Dirgantara, ia merasa senang seperti baru saja mendapatkan lotre saat melihat Darren tertawa.


"Biarin aja." Balas Freya, ia tak ingin Darren menyadari jika dirinya memperhatikan Darren.


"Sudah jangan aneh-aneh lagi, sekarang sebaiknya kamu minum dan kembali tidur." Balas Darren, Freya pun mengangguk ia kembali merebahkan tubuhnya.


Namun tidak dengan Darren lelaki itu berjalan keluar dari kamar, mungkin Darren pergi ke ruang kerja nya pikir Freya.


Namun kenyataannya Darren menghampiri sang mama, ia melihat mama yang baru saja selesai membersihkan pecahan botol minum milik Freya.


"Mama istirahat ini sudah malam." Ucap Darren.


"Iya sayang kalau begitu mama ke kamar dulu, kamu juga istirahat temani Freya." Ucap mama, Darren pun mengangguk dan tersenyum manis kepada mama nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ

__ADS_1


__ADS_2