Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 77


__ADS_3

"Ini ada apa sih ribut-ribut, loh Ellen kamu sudah pulang nak?" Ucap mama Ellen, dan langsung terkejut melihat keberadaan putrinya.


"Hmmm, aku baru saja sampai mah." Balas Ellen.


"Kamu ini Meisya bisa tidak jangan membuat keributan dan membuat anak saya kesal, Ellen itu sedang mengandung adik kamu." Ucap mama Ellen.


"Loh saya tidak membuat Ellen kesal dia nya saja yang emosian, satu lagi bayi itu bukan adik saya." Tegas Meisya, membuat Ellen dan mama nya menatap marah kepada Meisya.


"Kamu sama Freya itu sama saja kalian berdua keras kepala, saya sampai heran bagaimana bisa Alex memiliki dua putri yang keras kepala seperti kalian." Ucap mama Ellen.


"Loh tidak perlu heran tante karena selain menurun dari mami keras kepala Daddy juga menurun kepada kami, tante belum tahu saja bagaimana keras nya Daddy dan kalian harus berhati-hati." Ucap Meisya menegaskan, Ellen dan mama nya mulai malas menghadapi Meisya dan memutuskan untuk pergi kedalam rumah saja.


"Cih, dasar mereka ini kadang-kadang mereka ya." Cibir Grace, Meisya tertawa mendengar perkataan Grace.


...


Tiga hari berlalu hari ini Alex mengajak Freya dan Darren untuk makan malam di rumah nya, namun selain itu Alex juga ingin menghabiskan waktu bersama dengan anak-anak dan menantu nya.


"Meisya kamu tolong atur semuanya ya, Daddy tidak mau Freya dan Darren sampai tidak nyaman berada disini. Oiya, kamu juga hubungi Grace minta dia untuk datang kesini." Ucap Alex.


"Baik dad, Daddy tidak sekalian mengadakan acara pesta atau apa gitu?" Ucap Meisya.


"Tidak ini cukup untuk perkumpulan keluarga saja lagian sudah lama Freya tidak pulang dan menginap, Daddy ingin Freya dan juga Darren menginap disini." Ucap Alex, Meisya tersenyum mendengar perkataan Alex.


"Ck, baiklah kalau begitu." Ucap Meisya.


Dari kejauhan terlihat Ellen dan ibunya yang menatap tak suka kepada Meisya dan Alex, mereka berpikir Alex terlalu berlebihan dalam menyambut kedatangan Freya.


"Lihat suami kamu kebanyakan duit jadi begitu." Ucap mama.


"Aku juga kesal kenapa mas Alex selalu mengutamakan Freya, dan Meisya apakah dia tidak merasa cemburu dengan semua ini." Balas Ellen.


"Bagaimana mau cemburu kamu tidak lihat jika perhatian Alex lebih banyak diberikan kepada Meisya, sementara Freya dia mungkin akan mendapatkan perhatian Alex hanya di saat-saat tertentu." Ucap mama, benar juga Meisya tinggal satu rumah dengan Alex dan itu membuat Meisya lebih banyak mendapat perhatian Alex.

__ADS_1


"Sudahlah biarkan saja mereka aku tidak mau ambil pusing, yang penting nanti malam aku akan bertemu dengan Darren." Ucap Ellen.


"Anak bo*oh jaga sikap kamu Ellen ini di rumah Alex jangan sampai kamu membuat kesalahan fatal, jika Alex tahu bahwa kamu masih mencintai Darren mama yakin setelah anak kamu lahir Alex akan menceraikan kamu." Ucap mama, Ellen menelan saliva nya mendengar perkataan mama.


"Mah jangan gitu dong dukung anaknya kenapa sih." Ucap Ellen.


"Ya kamu yang benar saja kelakuan kamu ini semakin g*la, harusnya kamu fokus dulu menaklukkan Alex ini bukannya takluk Alex masih saja mengutamakan anak-anak nya. Bahkan kamu juga tahu bahwa Alex belum membicarakan tentang masa depan anak yang kamu kandung." Ucap mama, Ellen mencebikan bibirnya ia kesal karena mama selalu memarahi dirinya.


"Cih, Iya-iya mama aku akan menjaga sikapku." Ucap Ellen.


"Tentu saja apalagi nanti ada mertuanya Freya kamu harus benar-benar menjaga sikap, bersikaplah seperti wanita elegan dan terhormat!" Ucap mama, Ellen mengangguk Meisya yang tidak sengaja mendengar percakapan Ellen dan ibunya pun tersenyum sinis.


"Itu tidak akan pernah terjadi Ellen kau tidak akan berhasil membuat Daddy ku tunduk di hadapanmu." Batin Meisya, ia melanjutkan kegiatan nya selain Meisya ada juga beberapa pelayan yang membantu kesibukan Meisya pada saat itu.


Di sebuah perusahaan terlihat Freya keluar dari ruang kerja nya, ia berjalan menuju ruang kerja Grace.


"Masih sibuk Grace?" Tanya Freya.


"Kak Meisya minta kamu datang ke rumah untuk makan malam." Ucap Freya, Grace menatap Freya dengan serius.


"Lo juga datang kan Frey?" Tanya Grace.


"Tentu saja bahkan mama dan papa Darren juga akan datang, sepertinya Daddy akan membuat makan malam yang berkesan." Ucap Freya.


"Bagaimana dengan Darren?" Ucap Grace lagi.


"Gue akan paksa Darren untuk ikut lagian Daddy minta gue untuk menginap disana." Ucap Freya, Grace tersenyum mendengar itu.


"Iyalah kalau bisa lo sama Darren nginep seminggu di rumah om Alex." Ucap Grace.


"Ogah ada rubah betina disana." Balas Freya, Grace tertawa renyah mendengar perkataan Freya.


"Eh ngomong-ngomong pak David ikut gak?" Tanya Grace, Freya memicingkan matanya menatap Grace.

__ADS_1


"Kenapa lo nanyain David?" Tanya Freya curiga, mendapat tatapan curiga dari Freya Grace pun menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ya gak apa-apa gue nanya aja si, soalnya kan pak David juga termasuk keluarga Darren meskipun gak deket-deket amat." Ucap Grace.


"Gak tau gue tapi nanti gue coba tanya Darren deh." Ucap Freya, Grace pun mengangguk ia berharap Freya tidak merasa curiga kepada dirinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ

__ADS_1


__ADS_2