
Di sebuah restoran Freya baru saja selesai dengan makan siang nya bersama Grace, ia terlihat sangat santai Grace sendiri sampai heran ada apa dengan Freya.
"Frey lo kayaknya happy banget kenapa sih?" Tanya Grace.
"Gak kenapa-napa sih gue cuma merasa tenang aja Grace, gue tenang karena ga bertemu Ellen dan gak liat wajah dingin Darren." Ucap Freya.
"Lo yakin gak ada perasaan apa-apa sama Darren, kalau ada yang mau lo ceritain gue siap kok dengar cerita lo." Ucap Grace lagi.
"Gue gak tau gue bingung apalagi kalau liat sikap Darren akhir-akhir ini." Ucap Freya lagi.
"Frey gue yakin Darren bisa jatuh cinta sama lo, gue yakin itu gak tau kenapa melihat Darren belain lo dan berusaha untuk melindungi lo itu bikin gue merasa kalau Darren sudah mulai resah dengan pikiran dan hatinya." Ucap Grace, Freya tertawa mendengar perkataan Grace.
"Grace Darren begitu mencintai Ellen, dan gue yakin gak semudah itu dia melupakan Ellen." Ucap Freya.
"Yeee gak percaya ni anak, lo pegang kata-kata gue kalau Darren sudah mulai luluh Frey." Ucap Grace.
"Sudah ah ngapain sih malah bahas Darren, lebih baik sekarang kita balik ke kantor dan lanjutin kerja oke." Ucap Freya, Grace mencebikan bibirnya karena Freya masih yakin dengan hatinya jika Darren tidak memiliki perasaan apapun terhadap dirinya.
Sesampainya di kantor Freya langsung masuk kedalam ruang kerja nya, ia melanjutkan kembali pekerjaan nya yang tadi sempat tertunda.
Dan pukul 14:00 Grace kembali ke ruang kerja Freya untuk memberi tahu sesuatu, Grace memperlihatkan sebuah tablet yang ia pegang.
"Kita ke lapangan sekarang." Ucap Freya.
"H-hah lo yakin?" Tanya Grace.
"Udah deh kita harus segera menyelesaikan semuanya dengan cepat, mau sampai kapan kita ada disini Grace." Ucap Freya.
"Ya-yaudah ayok kalau itu yang lo mau." Ucap Grace, Freya pun bangun dari duduk nya ia mengambil tas tak lupa dengan ponsel dan kunci mobil nya.
Sesampainya di lokasi Freya berjalan dengan begitu elegan, ia memeriksa beberapa produk di gudang yang harus di pasarkan oleh perusahaan nya.
"Bagaimana bisa seperti ini? Kenapa sampai banyak barang yang rusak apa kalian tidak memantau keadaan barang?" Ucap Freya.
"Maaf bu semalam ada penyusup yang merusak beberapa barang." Ucap seorang karyawan.
"Penyusup? Bagaimana bisa tempat yang dijaga dengan ketat dimasuki oleh orang asing?" Ucap Freya lagi, ia tak habis pikir kenapa selalu ada pekerjaan baru yang harus ia selesaikan.
"Maafkan kami karena sudah lalai bu." Ujar nya lagi, Freya mengusap kening nya ia merasa pusing dengan semua ini.
__ADS_1
"Frey udah Frey jangan di ambil pusing kita bisa menyelesaikan semuanya kok, lo harus yakin bahwa lo bisa." Ucap Grace, Freya mengangkat tangan nya dan lanjut berjalan ke tempat lain.
Hingga tiba di tempat tersebut ada salah satu rak yang menjadi tempat penyimpanan barang terlihat miring, Grace yang melihat itu berusaha berlari mendekati Freya.
"Freya awas." Teriak Grace, Freya yang kaget mendengar teriakan Grace pun menoleh dan.
Brakkkk... Rak tersebut roboh dan beberapa barang yang ada di rak itu meniban tubuh Freya.
"Akkkhh." Pekik Freya.
"Bu Freya." Teriak yang lain terkejut, bersyukur rak itu tidak meniban tubuh Freya karena tertahan oleh rak yang lainnya.
"Freya, ayo singkirkan barang-barang yang menutupi tubuh Freya." Teriak Grace, dan saat itu Freya sudah tidak sadarkan diri.
"Baik bu." Ucap para karyawan, mereka berusaha mengangkat rak besi itu untuk mempermudah menyelamatkan Freya.
"Ma*i gue gimana ini om Alex pasti marah banget tahu anaknya kenapa-napa, apalagi Darren biarpun rada-rada begitu dia gak suka Freya terluka. Freya lo kenapa ceroboh banget, gue harus apa Frey mana itu barang sampai nutupin tubuh lo." Lirih Grace, air mata Grace menetes.
"Cepetan bisa gak si." Ucap Grace lagi.
"Susah bu posisi bu Freya di tengah-tengah, dan yang harus kita lakukan ya menyingkirkan rak nya dulu." Ucap seorang karyawan laki-laki.
"Maaf bu lain kali kami akan lebih teliti lagi." Ujar nya.
"Ya saya gak mau tahu pokoknya sekarang kalian keluarkan dulu Freya dari sana." Ucap Grace, mereka pun berusaha untuk membantu Freya.
"Ini gue hubungi om Alex dulu apa Darren dulu ya, om Alex Daddy nya Freya tapi Darren kan suaminya bingung gue Frey." Lirih Grace, ia tak henti-hentinya menangis.
"Bu sabar bu kita berdoa saja semoga bu Freya gak kenapa-napa." Ucap seorang karyawan wanita, Grace mengangguk lalu ia memilih untuk menghubungi Darren saja toh Grace pikir Alex selalu sibuk dengan Ellen.
Di kantor nya Darren yang sedang berkutat dengan pekerjaan pun berhenti sejenak Karena ada panggilan telepon masuk, Darren mengernyitkan keningnya kenapa Grace menghubungi Darren.
*Panggilan Telepon*
Grace: Ha-hallo pak Darren.
Darren: Ya, ada apa?
Grace: Pak bu Freya pak.
__ADS_1
Darren: Freya, ada apa dengan Freya?
Grace: Pak bu Freya mengalami kecelakaan pak, terjadi sesuatu disini pak.
Darren: *Apa maksud kamu Freya kecelakaan?
Grace pun menceritakan semua yang terjadi, bahkan Grace juga mengatakan jika mereka belum berhasil mengeluarkan Freya dari tumpukan barang yang menindih tubuh Freya*.
Grace: Begitu pak.
Darren: Kamu g*la, bagaimana bisa terjadi apa yang kalian lakukan sampai Freya celaka seperti itu. (Darren berbicara dengan nada tinggi)
Grace: Maaf pak saya bingung harus menghubungi siapa, jadi saya menghubungi pak Darren dulu baru setelah ini saya akan menghubungi om Alex.
Darren: Kirimkan alamat lengkapnya dan jangan pernah berhenti memberi saya kabar, saya segera ke sana.
Darren pun mematikan panggilan telepon nya, tanpa sadar ia berlari keluar dari ruang kerja nya jantung Darren berdegup kencang mendengar jika saat ini Freya sedang kenapa-napa.
Hati Darren mendadak tidak tenang jika saja mampu ia ingin menghilang saja dan langsung berada di lokasi kejadian, namun nyatanya Darren tidak bisa melakukan itu dan ia harus melakukan sebuah perjalanan ke ba*i.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya πβΊοΈ