
Malam hari Gabriel sudah duduk bersandar di atas tempat tidur dengan memainkan ponselnya, namun tiba-tiba saja fokuskan teralihkan saat seseorang membuka pintu kamar mandi.
Mata Gabriel terbelalak melihat Kanaya yang tidur mengenakan celana panjang yang terlihat tebal, begitu juga dengan baju dan jaket tebal yang dikenakan gadis itu.
Gabriel yang melihat tiba-tiba merasa sesak, sementara Kanaya sendiri berjalan santai menuju sofa dan berniat merebahkan tubuhnya sampai tiba-tiba Gabriel bersuara.
"Apa kau sedang berada di gunung es saat ini Kanaya?" Tanya Gabriel tak habis pikir.
"Tidak," jawab Kanaya singkat.
"Lalu kenapa pakaianmu seperti itu?" Tanya Gabriel lagi, ia bingung ingin tertawa atau marah karena selain pakaian yang serba tebal dan berlapis Kanaya juga memakai kaos kaki.
"Aku, aku merasa kedinginan jadi aku rasa tidur seperti ini akan nyaman." Jawab nya.
"Benarkah? Kau tidak merasa sesak, atau aku matikan saja AC nya?" Tanya Gabriel, ia ingin tahu reaksi Kanaya.
"Jangan," teriak Kanaya, melihat reaksi Kanaya seperti itu membuat Gabriel berpikir cerdik.
"Kenapa, bukankah kamu kedinginan sebaiknya kita matikan saja AC nya." Ucap Gabriel, lelaki itu meraih remote AC dan benar-benar mematikan AC yang semula menyala.
Kanaya benar-benar dibuat menganga dengan ulah menyebalkan yang disebabkan oleh Gabriel, bahkan saat ini ia sudah menutupi tubuhnya dengan selimut yang sangat tebal.
"Gabriel, benar-benar menyebalkan kau mengerjaiku? Mana ini panas banget lagi ya ampun aku berasa terbakar jika seperti ini." Kesalnya dalam hati.
"Good night my wife." Ucap Gabriel, dengan cepat memejamkan matanya.
Sebenarnya Gabriel tidak benar-benar tidur ia hanya ingin mengerjai Kanaya, karena Gabriel sudah mematikan lampu kamarnya ia sedikit membuka matanya dan memperhatikan Kanaya yang bergerak gelisah.
"Rasakan kamu Kanaya siapa suruh kamu ngeyel, ketika kamu mengatakan bukan seperti ini kehidupan pernikahan yang sesungguhnya maka aku akan membuat kamu menjadi istriku yang sesungguhnya. Dan ya kita akan menjalani kehidupan pernikahan kita dengan sungguh-sungguh." Batin Gabriel, ia terus memperhatikan Kanaya kini wanita itu duduk di sofa dengan mengipas tubuhnya.
"Dia tidurkan? Sebaiknya aku melepas pakaian lucknut ini, arrrggghhh ini benar-benar membuatku sesak." Grutu nya, Gabriel mengulum bibir menahan tawa nya melihat kelakuan Kanaya.
Kanaya berjalan keruang ganti untuk melepas dan mengganti pakaian yang lebih nyaman, dengan senang hati Kanaya pun kembali merebahkan tubuhnya.
__ADS_1
Ia mengenakan baju tidur lengan pendek dengan celana panjang berbahan satin, Kanaya memejamkan matanya dan berharap ia akan tidur cantik malam ini.
"Akan aku buat kamu yang mendekati aku Jeselyne Kanya Dirgantara." Batin Gabriel dengan menyeringai licik, saat Kanaya memejamkan matanya Gabriel menyalakan kembali AC dengan suhu tinggi dan berhasil membuat Kanaya kembali terbangun karena kedinginan.
"Kenapa dingin sekali bukankah Gabriel mematikan AC nya, atau ini hanya perasaanku saja. Tidak ini sangat dingin aku bisa mati jika terlalu dingin seperti ini." Gumam nya, tanpa pikir panjang Kanaya menarik selimut dan berjalan menuju tempat tidur yang ditempati oleh Gabriel saat ini.
Karena sudah merasa mengantuk Kanaya pun langsung merebahkan tubuhnya dan menelusup mendekati Gabriel untuk mencari kehangatan, Gabriel yang merasakan itu tersenyum tipis dan kembali melanjutkan tidur nya.
...
Pagi hari Kanaya mengerjapkan matanya wanita cantik itu menggeliat dan membuka matanya dengan pasti, pandangan yang ia lihat pertama kali adalah wajah tampan Gabriel yang masih terlelap di hadapan wajah nya.
"Aku tahu tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, tapi kenapa di mataku kamu terlihat begitu sempurna meskipun kadang menyebalkan dan membuatku ingin memakan mu saat itu juga." Lirih Kanaya, dengan hati-hati jemari lentiknya ia gerakan di atas wajah Gabriel.
Jemari lentik Kanaya ia gunakan untuk menyusuri wajah tampan sang suami, namun tiba-tiba saja ia dikejutkan dengan suara Gabriel.
"Aku tahu aku tampan bahkan banyak wanita yang jatuh hati kepada suamimu ini." Ucap Gabriel membuka matanya.
Glekk...
"Cih, kau terlalu percaya diri." Cibir Kanaya.
"Begitukah? Lalu kenapa kamu menatapku seperti itu, bahkan lihat sekarang kau tidur di tempat tidur milikku dan di sampingku." Ucap Gabriel berhasil membuat Kanaya kelabakan.
"Khem aku, aku-" tiba-tiba saja Gabriel menindih tubuh Kanaya, dan itu membuat jantungnya berdegup kencang sampai ia lupa untuk bernafas.
"Ada apa dengan mu? Apakah kau mulai mencintai suami tampanmu ini?" Goda Gabriel.
"J-jangan mimpi," ucap Kanaya gugup.
"Aku hampir lupa," ucap Gabriel.
"A-apa?" Tanya Kanaya sedikit takut.
__ADS_1
"Bukankah kita akan menjalani kehidupan sebagai sepasang suami istri yang sesungguhnya." Ucap Gabriel, Kanaya membuka mulutnya karena terkejut.
Dengan perlahan Gabriel mendekatkan wajahnya kepada Kanaya, sementara Kanaya hanya bisa diam dan memejamkan matanya karena takut sampai tiba-tiba.
"Kakak, kak Naya kak Gabriel." Panggil Adisty, Kanaya membuka kembali matanya.
"A-adisty memanggil," ucap Kanaya berharap Gabriel mau melepaskan dirinya.
"Biarkan saja," balas Gabriel.
Lelaki itu kembali menjalankan aksinya dan kali ini benar-benar berhasil, b*b*r Gabriel mendarat sempurna di b*b*r Kanaya dengan lembut Gabriel ******* nya.
Jantung Kanaya berdegup tiga kali lipat lebih kencang dari sebelumnya, ia bahkan sampai merasakan sesak nafas.
"Ini baru permulaan honey," bisik Gabriel tepat di telinga Kanaya, ia melepaskan pang*t*n nya karena menyadari jika Kanaya mulai kehabisan nafas.
Gabriel bangkit dan langsung menuju kamar mandi, sementara Kanaya menetralkan perasaan nya lalu membuka pintu untuk Adisty.
"A-adisty," ucap Kanaya dengan susah payah, Adisty mengernyit melihat wajah pucat sang kakak ipar.
"Are you oke? Apakah kamu sakit kak?" Tanya Adisty lagi.
"Ah, tidak aku baik-baik saja Adisty ada apa." Ucap Kanaya.
"Daddy memanggil kak Gabriel dan meminta kak Gabriel untuk menemui nya di ruang kerja setelah sarapan nanti, kakak beneran gak apa-apa?" Ucap Adisty dan bertanya sekali lagi untuk memastikan.
"Iya aku, aku baik-baik saja kamu tidak perlu khawatir." Balas Kanaya memaksakan untuk tersenyum.
"Siapa honey?" Tanya Gabriel yang baru saja keluar dari kamar mandi, lagi-lagi suara Gabriel membuat Kanaya mati kutu.
"Aku kak," jawab Adisty menyembulkan kepalanya di pintu yang sedikit terbuka.
"Kenapa pagi-pagi sudah mengganggu orang lain disty?" Tanya Gabriel.
__ADS_1
"Daddy meminta aku untuk menemui kakak, katanya Daddy ingin kakak menemui Daddy nanti di ruang kerja nya setelah selesai sarapan." Ujarnya, Gabriel hanya mengangguk saja, sementara Kanaya masih setia mematung ia masih berusahalah menenangkan dirinya sendiri.