Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Rencana dimulai


__ADS_3

"Lo siapa sih narik narik gue"kata Flora kesal dengan tangan yang masih di gandeng oleh Reano.


Reano berhenti dan menoleh kearah Flora. Diam sejenak. Beberapa menit setelahnya, cowok itu menarik tubuh Flora kedalam pelukannya. Flora yang dipeluk secara tiba tiba sedikit kaget. Tapi gadis itu hanya diam.


"Maafin gue. Lo emang belum kenal gue, tapi lo udah buat gue marah saat lo dekat sama cowok lain"kata Reano kepada Flora yang masih berada di dalam pelukannya.


Flora diam. Seketika ia ingat perkataan Natasya yang meminta bantuannya untuk membalaskan dendamnya kepada cowok yang memeluknya. Perkataan Natasya benar. Cowok itu sudah jatuh cinta kepadanya.


Flora melepaskan pelukan Reano dan menatap cowok itu "kenapa?"tanyanya.


"Karna gue udah jatuh cinta sama lo"


Flora sedikit tersenyum didalam hatinya. Reancana membantu Natasya berjalan lancar. Flora mengangguk "iya gue tau. Gue juga udah suka sama lo"jawabnya membuat Reano tersenyum.


"Beneran Flo?"


Flora mengangguk "iya. Tapi gue belum kenal sama lo"jawabnya membalas senyuman Reano.


"Kenalin nama gue Reano Arshena"Reano mengulurkan tangannya.


Flora membalas uluran tangan Reano dengan senyuman "Flora Putri Adenna".


Dan dari sini kisah mereka dimulai. Reano yang tak mengetahui rencana Flora. Flora yang menyusun rencananya baik baik. Tapi gadis itu tak memikirkan resikonya. Ia tak berpikir kalau nantinya ia akan jatuh cinta pada musuh sahabatnya.


..._________...


Flora menunggu Reano yang mengambil motornya diparkiran. Yah... mereka akan pulang bareng setelah satu jam lalu menjadi akrab.


Flora Putri Adenna. Gadis Yang mudah akrab dengan siapapun yang ingin ia kenal.


"Langsung pulang Flo?"tanya Reano saat tiba didepan Flora dengan motornya.

__ADS_1


Flora mengangguk. Tidak mau berlama lama memainkan permainannya. Ia hanya ingin segera pulang dan memberitahu Natasya tentang rencana balas dendamnya.


Flora menaiki motor Reano dengan pelan. Saat Reano menoleh, cowok itu melepas jaketnya dan memberikannya pada Flora membuat gadis itu mengernyit.


"Pakai! biar nggak keliatan"jawab Reano kepada Flora.


Flora sedikit terdiam dan kemudian mengangguk. Menerima jaket dari tangan Reano dan mengikat jaket itu dipinggangnya.


Reano menjalankan motornya dengan senyum yang mengembang sejak tadi. Ia merasa telah mendapat kebahagiaan yang selaam ini belum ia dapatkan. Mengintip dari kaca sepion melihat Flora yang melihat kearah jalanan.


"Rumah lo dimana Flo?"


Flora menatap Reano bermaksud meminta Reano untuk mengulang pertanyaannya.


"Rumah lo"teriak Reano agar Flora mendenganrnya.


"lurus aja dulu nanti gue tunjukin"jawab Flora membuat Reano mengangguk.


Rumah Natasya.


"Ini rumah Natasya kan Flo?"Tanyanya kepada Flora.


Flora mengangguk "Iya. Natasya itu sahabat aku"jawabnya membuat Reano terdiam.


"Kanapa Ren?"Reano menggeleng. Tapi dalam hatinya, ia merasa ragu.


"Aku masuk dulu ya Ren"kata Flora kepada Reano. Cowok itu tersadar dari segala pikiran buruknya dan menatap Flora kemudian mengangguk.


"Iya. Besok ketemu lagi ya!"katanya tersenyum kepada Flora.


Melihat punggung Flora yang baru saja menghilang dibalik pintu, ia tersenyum. "Nggak mungkinlah Flora kayak Natasya. Sifatnya aja udah beda banget"katanya sambil geleng geleng.

__ADS_1


...__________...


Azka tengah memakan cemilannya diruang tamu milik Reano. Tadinya ia ingin meminta penjelasan kepada Reano tentang Flora. Tapi saat datang, orang yang ia cari malah tidak ada. Seperti biasa, Azka langsung masuk dan saat mengambil sesuatu yang ia butuhkan untuk menunggu sahabatnya itu.


Mendengar suara deru motor memasuki garasi, Azka bangkit dari duduknya dan keluar menghampiri garasi.


"Ren"panggilnya saat melihat Reano turun dari motor.


"Gue butuh penjelasan dari lo"


Reano yang mendengarnya hanya mangedikkkan bahu karan cowok itu sudah mengetahui maksud Azka. Ia masuk kedalam rumahnya melewati Azka yang masih menatapnya penuh tanya. Merasa diacuhkan, Azka mengejar Reano dari belakang dan mengikutinya sampai kamar.


"Ren"panggilnya lagi.


Reano menghela napas. Sahabatnya itu kalau belum mendapat jawaban, maka akan terus bertanya.


"Flora juga suka sama gue"jawab Reano. Azka mengernyit. Merasa belum puas dengan jawaban Reano.


"Gimana bisa?"


"Ya bisalah. Gue kan ganteng"


Seketika penasarannya luruh berganti dengan kekesalan. Kesal dengan kenarsisan sahabatnya. Sementara Reano, cowok itu sudah masuk ke kamar mandi.


Tapi, Azka tetaplah Azka. Ia akan mencari tahu semuanya tentang apa saja yang terjadi dengan Reano. Tidak akan membiarkan hal buruk terjadi pada sahabatnya. Sekaligus cucu dari penyelamat nyawanya.


......__________......


...*Makasih yang sudah menyempatkan waktunya buat baca cerita saya....


Baca terus sampai akhir ya!!!!!

__ADS_1


Se you next chapter*!


__ADS_2