Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 100


__ADS_3

Satu minggu berlalu hari ini Grace berniat untuk mengunjungi Freya di rumah nya, karena beberapa hari lalu Freya sudah memberikan alamat rumah nya kepada Grace.


Namun sebelum itu Grace lebih dulu menemui Meisya, ia berniat untuk mengajak Meisya menemui Freya karena Grace tahu jika Meisya sudah sangat merindukan Freya.


"Jadi bagaimana kakak ikut ke rumah Freya kan?" Tanya Grace.


"Tentu saja, tapi sebelum itu kita harus pergi ke toko kue dulu aku ingin membeli kue kesukaan Freya." Ucap Meisya.


"CK, baiklah kalau begitu kita pergi sekarang saja." Balas Grace, Meisya pun mengangguk kedua wanita itu berjalan menuju parkiran kantor.


"Grace apa tidak sebaiknya kita naik taksi saja? Aku merasa takut jika orang-orang suruhan Daddy mengawasi kita." Ucap Meisya.


"Benar juga, yasudah kalau begitu kita naik taksi saja nanti kita bisa minta supir Freya menjemput kita kak." Ucap Grace, Meisya pun menyetujui perkataan Grace.


Setibanya di toko kue Meisya dan Grace berniat untuk membayar pesanan mereka, namun sebuah suara menghentikan pergerakan keduanya.


"Grace, Meisya." Panggil orang itu, yang membuat Grace dan Meisya menoleh.


"Leo." Lirih Grace dan Meisya.


"Hai, apa kabar lama tidak berjumpa." Ucap lelaki itu dengan ramah.


"Kabar baik kamu kapan sampai di Indonesia?" Tanya Meisya.


"Nah iya kamu kapan sampai di Indonesia kok tiba-tiba sudah disini saja." Ucap Grace.


"Ah dua hari yang lalu aku sampai di Indonesia, tidak menyangka akan bertemu kalian disini." Ucap Leo.


"Ya, benar tidak menyangka jika kita akan bertemu disini." Balas Grace.


"Ngomong-ngomong kenapa kamu bisa ada disini?" Tanya Meisya.


"Ah kebetulan mami meminta aku untuk mengambil pesanan nya, kalian sendiri sedang mengambil pesanan juga?" Tanya Leo.


"Oh tidak kami justru membeli kue secara mendadak." Ucap Meisya.


"Oh seperti itu, kalian kenapa terlihat tegang seperti ini santai saja." Ucap Leo.


"H-hah enggak siapa yang tegang gak ada yang tegang kok." Ucap Meisya.


"Benar kita biasa saja mungkin itu hanya perasaan kamu saja." Balas Grace.


"CK, baiklah." Ucap Leo tersenyum ramah.

__ADS_1


"Eumm, Leo sorry sepertinya kita harus pergi duluan gak apa-apa kan?" Tanya Meisya.


"Ya, tentu saja tidak apa-apa." Ucap Leo, Meisya dan Grace pun buru-buru pergi dengan mobil yang dikirimkan oleh Freya.


"Bagaimana bisa Leo ada disini Grace, dan tadi apa katanya dia bersama mami nya kah?" Tanya Meisya.


"Kak jangan tanya aku bisa gak si, kalau aku tahu aku gak mungkin terkejut seperti itu." Ucap Grace.


Meisya dan Grace pun diam kedua wanita itu sedang berperang dengan pikirannya masing-masing, sementara itu di kediaman Freya terlihat Darren yang sedang memasak sesuatu yang diinginkan oleh istrinya.


"Sayang aku tidak bisa membuat ini, lagian makanan macam apa ini kerupuk dipakein kuah kamu aneh-aneh saja." Ucap Darren.


"Aku gak mau tau kamu harus membuatkan seblak untuk aku ya, kamu gak tahu kalau ini makanan yang sedang viral." Ucap Freya.


"Viral apanya aku saja tidak tahu ini apa." Gerutu Darren.


"Darren kamu kalau gak ikhlas mending pergi aja sana." Kesal Freya.


"Gak gitu sayang tapi kenapa harus bikin si, kalau memang itu makanan viral kita kan bisa beli saja." Ucap Darren enteng.


"Anak kamu maunya kamu yang masak Darren Dirgantara, orang maunya buatan kamu kok di suruh beli sih." Kesal Freya.


Tolong siapapun tolong selamatkan Darren sekarang, jangan sampai Freya membuat Darren stress akibat keinginan nya yang aneh-aneh.


"Iya-iya aku yang masak sayang tapi kalau tidak enak jangan protes oke." Ucap Darren, Freya diam ia tak menanggapi perkataan suaminya.


"Tuan biar saya saja yang membuatnya." Ucap mbak.


"Tidak apa-apa mbak saya saja, tapi boleh tidak saya minta tolong kepada mbak?" Ucap Darren.


"Tentu saja tuan." Balas pelayan Darren.


"Tolong mbak arahkan saya." Ucap Darren lagi, mbak pun mengangguk membantu Darren.


"Tuan." Panggil Kelen tiba-tiba.


"Iya ada apa Kelen." Balas Darren.


"Hari ini nona Meisya dan nona Grace akan berkunjung tuan." Ucap Kelen.


"Hmmm, kamu awasi nona." Ucap Darren, bukan apa-apa ia meminta Kelen mengawasi Freya takut-takut jika istrinya menginginkan sesuatu yang aneh lagi.


"Baik tuan." Ucap Kelen.

__ADS_1


Setelah selesai berkutat di dapur Darren pun berjalan menuju ruang makan dimana Freya sudah menunggunya disana, Darren meletakan semangkok seblak keinginan istrinya.


"Silahkan dicicipi tuan putri." Ucap Darren.


"Terimakasih." Balas Freya, dengan wajah berbinar Freya menyantap seblak buatan suaminya.


Darren yang melihat Freya menyantap seblak dengan lahap pun menelan ludah nya, apakah seenak itu sampai istrinya terlihat begitu lahap.


"Sayang pelan-pelan nanti tersedak." Ucap Darren.


"Ini enak sekali." Ucap Freya, Darren penasaran ia mengambil sendok dan ikut mencicipi masakan nya.


"Uhhukk-uhhukk, enak apaan ini pedes rasanya aneh." Ucap Darren, ia menegak segelas air.


"Jangan di makan lagi nanti kamu sakit perut." Ucap Darren, ia menjauhkan mangkoknya dari Freya.


"Darren itu enak dan aku suka." Rengek Freya.


"Enggak ya makan yang lain saja." Ucap Darren.


"Enggak aku gak mau." Rajuk nya.


"Freya." Ucap Darren.


"Darren ini anak kamu yang mau." Ucap Freya dengan mata berkaca-kaca.


Melihat mata istrinya berkaca-kaca Darren pun menyerah ia memberikan kembali mangkok itu kepada Freya, Darren tidak ingin membuat Freya marah dan berakhir ia harus tidur diluar nanti.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ


__ADS_2