Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 44


__ADS_3

Sore hari Freya pulang ke rumah nya, Ellen yang sudah mengetahui pertengkaran Darren dan Freya berniat untuk memanas-manasi Freya.


"Kamu dari mana saja Frey tadi siang Darren kesini untuk mencari kamu." Ucap Ellen, ya tadi siang setelah dari kantor Freya Darren memang memutuskan untuk pergi ke rumah Alex.


Ia tahu jika Daddy dari istrinya itu sedang tidak ada di rumah, maka dari itu Darren mencari Freya ke rumah nya.


"Lo bisa gak si Ellen gak usah banyak bicara, gue gak butuh pertanyaan gak penting yang keluar dari mulut lo!" Ucap Freya, Ellen tersenyum licik kepada Freya yang selalu sinis kepadanya.


"Kasihan ya udah nikah berharap bahagia, eh ternyata lelaki yang dinikahi adalah lelaki yang hanya menjadikan kamu sebagai pelampiasan." Ucap Ellen, awalnya Freya tidak menggubris perkataan Ellen.


"Mana sangat terlihat jelas jika Darren belum bisa melupakan aku, apalagi soal dia menikahi kamu itu karena dia tidak terima bahwa Daddy kamu menikah dengan ku." Ucap Ellen bangga, Freya mengepalkan tangannya.


"Oiya satu lagi posisi kamu di rumah ini juga akan tergeser karena bayi yang aku kandung, lebih tepatnya adik kecil kamu." Ucap Ellen lagi, Freya membalikan tubuhnya dan menatap Ellen.


"Gue gak s*di punya adik yang lahir dari lo ya Ellen, satu lagi lo gak usah banyak bicara sebelum gue bertindak lebih sama lo." Ucap Freya.


"Oops, serem banget sih kamu kakak." Ucap Ellen semakin menjadi, ia berjalan mendekati Freya dan berdiri di samping Freya yang saat ini sedang berdiri di tengah anak tangga.


"Lo tuh sampai kapanpun gak akan bisa buat Darren jatuh cinta sama lo, satu lagi setelah anak ini lahir gue akan tinggalin Daddy lo dan kembali kepada Darren." Ucap Ellen.


"Kurang aj*r, kenapa harus nunggu lahir sekarang gue bantu lo buat ninggalin Daddy gue." Ucap Freya, ia sudah kehilangan kesabaran nya dan berusaha untuk mendorong Ellen.


"Aaaakkh, Freya jangan g*la aku sedang hamil." Teriak Ellen, ia hanya menggertak Freya dengan berbicara akan meninggalkan Alex.


Ellen juga tahu Darren tidak mungkin mau kembali kepadanya, mana mungkin ia mau meninggalkan gudang duit nya. Ellen menganggap Alex sebagai pengganti Darren yang menjadi ATM berjalan nya.


"Kenapa lo takut? Bukankah tadi lo yang begitu angkuh Ellen." Ucap Freya.


"Freya lepasin gue lo gak bisa kaya gini sama gue." Ucap Ellen.


"Siapa bilang? Apapun bisa gue lakukan termasuk mempermudah jalan lo buat ninggalin Daddy, lo gak usah nunggu bayi yang gak ada dosa ini lahir Ellen kalau lo hanya ingin memberikan dia penderita*n atas kelakuan lo." Ucap Freya, Ellen menggelengkan kepalanya ia tidak bermaksud seperti itu.


"Gak Freya jangan lakuin itu." Ucap Ellen.


"Kenapa? Gue gak mau anak itu lahir dan terluka Ellen, gue gak mau anak itu mengalami hal yang sama seperti apa yang gue dan Meisya rasakan." Ucap Freya, saat Freya terus mencoba mendorong Ellen. Alex, Darren dan juga Meisya datang.

__ADS_1


"Freya Gustove, apa yang kamu lakukan?" Teriak Alex, dia berlari ke arah Freya dan Ellen.


Begitupun dengan Darren dan Meisya, Meisya tidak ingin Daddy nya marah kepada Freya karena berniat melukai Ellen.


"Jangan mendekat, aku hanya ingin menyelamatkan Daddy dari wanita ini dad." Ucap Freya.


"Tidak seperti itu sayang Ellen sedang mengandung anak Daddy nak." Ucap Alex, Ellen kesal karena Alex selalu lembut kepada Freya.


"Aku tidak peduli aku tidak peduli, dia saja tidak menginginkan anak ini dad maka aku akan membantu nya agar anak ini tidak lahir." Ucap Freya.


"Freya jangan kakak mohon jangan." Ucap Meisya.


Bagaimana bisa Meisya, Darren dan Alex datang secara bersamaan? Ya tadi Alex menghubungi Darren untuk membicarakan sesuatu, dan Alex mengajak Darren untuk sekalian makan malam di rumah nya.


Sementara Meisya ia mendapat kabar dari Grace jika Freya pulang ke rumah nya, karena itulah mereka sampai di rumah Alex secara bersamaan.


"Honey lepaskan kamu bisa melukai dia." Ucap Darren, Freya tidak menggubris perkataan Darren.


"Frey jangan Frey bagaimanapun anak yang dikandung oleh Ellen itu adik kita." Ucap Meisya.


"Tahu darimana?" Ucap Freya.


"Kenapa kamu bisa begitu yakin Meisya, sementara Ellen saja sudah mengandung sebelum menikah dengan Daddy. Bagaimana jika ternyata bayi yang di kandung oleh Ellen anak dari mantan kekasih nya." Ucap Freya sedikit melirik Darren.


"Sayang tolong sakit." Lirih Ellen, ia merengek kepada Alex.


"Freya lepaskan Ellen kamu jangan kejam seperti ini." Ucap Alex.


"Freya sudah lepaskan Ellen bagaimanapun juga Ellen sudah menjadi mami kamu sekarang." Ucap Darren, karena kesal Darren dan Daddy nya membela Ellen dengan sekuat tenaga Freya mendorong tubuh Ellen hingga menggelinding ke bawah.


"Aaaakkh." Teriak Ellen.


"Freya." Pekik Meisya, ia menutup mulutnya tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Freya.


"Sayang." Teriak Alex, ia berlari dan memeluk Ellen yang tergeletak di lantai.

__ADS_1


"Sakit perut aku sakit." Lirih Ellen.


"Meisya panggil ambul*nce." Ucap Alex.


"I-iya dad." Balas Meisya, air mata Freya menetes mengingat sang mami yang juga terjatuh dari tangga.


Beberapa mbak di rumah Alex menenangkan Ellen, sementara Alex berjalan mendekati Freya.


"Kamu g*la? Dia sedang mengandung anak Daddy Freya Gustove. Apa kau ingin mencelakai adikmu sendiri, siapa yang mengajarkan kamu seperti ini." Bentak Alex, Darren melihat bagaimana murka nya Alex kepada Freya.


Alex benar-benar sudah berubah Darren pernah mendengar jika Alex tidak pernah berani memarahi putri bungsu nya, namun kali ini Darren melihat langsung kemarahan Alex kepada Freya.


"Itu bukan adikku." Balas Freya mencoba kuat.


"Itu adikmu dia darah daging Daddy." Bentak Alex lagi.


"Aku tidak memiliki adik, jika yang mengandung bayi itu mami maka aku akan mengakuinya." Teriak Freya, Alex yang kesal sudah melayangkan tangan nya dan hampir memuk*l Freya.


"Daddy cukup, jangan Daddy lupa janji Daddy kepada mami bahwa Daddy tidak akan menyakiti Freya." Ucap Meisya menenangkan Alex.


"Daddy mau puk*l aku silahkan dad, puk*l aku sepuas Daddy. Asal Daddy tahu sikap Daddy banyak berubah setelah menikah dengan dia, Daddy melupakan aku dan Meisya. Daddy hanya mempedulikan dia tanpa mempedulikan aku, bahkan Daddy menikahkan aku dengan laki-laki yang tidak aku cintai. Daddy rampas semua kebahagiaan aku Daddy puas sekarang?" Teriak Freya, air matanya mengalir deras.


Hal yang tidak ingin Freya lakukan adalah bertengkar hebat dengan orang tuanya, dan kini semua itu harus terjadi.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ


__ADS_2