
Keesokan paginya Freya terbangun dan ia terkejut saat melihat Darren yang sudah bangun dan sedang menatap nya, Freya mengerjapkan matanya berkali-kali membuat Darren tersenyum karena merasa jika istrinya itu sangat lucu.
"Kenapa kok ekspresi nya seperti itu?" Tanya Darren.
"CK, harusnya aku yang bertanya kamu kenapa liatin aku kayak gitu." Ucap Freya.
"Ya gak apa-apa lah memangnya salah kalau aku liatin istri sendiri, hmmm." Balas Darren.
"Ya enggak si kamu gak salah." Ucap Freya, Darren pun tersenyum dan mendekatkan wajahnya kepada Freya.
Cup, lelaki itu mengecup kening Freya dengan lembut.
"Selamat pagi istri cantikku." Ucap Darren, Freya tersenyum manis kepada Darren.
"Pagi juga suamiku." Balas Freya, Darren mengelus lembut kepala Freya.
"Sayang hari ini aku pulang terlambat ya ada urusan di kantor." Ucap Darren, Freya mengangguk dan menyandarkan tubuhnya saat melihat Darren beranjak dari tempat tidur.
"Iya, oiya aku ingin bertemu dengan Grace boleh tidak?" Tanya Freya.
"Boleh saja aku tidak akan melarang kamu bertemu dengan Grace ataupun Meisya, aku hanya akan melarang kamu bertemu dengan Daddy kamu." Balas Darren, ia memakai pakaian kerja nya.
"Iya iya aku tahu suamiku ini begitu posesif." Balas Freya, Darren menoleh menatap Freya.
"Aku tidak posesif honey aku hanya tidak ingin Daddy kamu mendapatkan celah untuk memisahkan kita, aku tidak akan membiarkan siapapun membawa kamu pergi dari sampingku." Ucap Darren, Freya tersenyum senang mendengar perkataan Darren.
"Iya sayang iya kamu tenang saja aku tidak akan kemana-mana kok." Balas Freya, Darren mengangguk melihat suaminya yang sudah rapi Freya memutuskan untuk langsung mandi dan bersiap-siap.
Setelah selesai sepasang suami istri itu turun ke lantai satu dimana sudah ada Kelen yang menunggu merek, Freya tersenyum manis kepada Kelen.
"Selamat pagi Kelen." Sapa Freya ramah.
"Pagi nona." Balas Kelen.
"Kelen hari ini kamu temani nona keluar." Ucap Darren.
"Baik tuan." Balas Kelen.
__ADS_1
Freya dan Darren pun sarapan bersama, setelah selesai sarapan Darren lebih dulu pergi dari rumah.
"Kita akan pergi kemana nona?" Tanya Kelen.
"Kita akan pergi ke restoran xx Kelen." Balas Freya.
"Baiklah kalau begitu saya siapkan dulu mobil nya." Balas Kelen, Freya pun mengangguk.
Sementara itu Darren sampai di kantor nya dan langsung di sambut oleh David dengan wajah panik nya, Darren yang melihat wajah panik David pun terlihat heran.
"Lo kenapa pagi-pagi tu muka udah kusut." Ucap Darren.
"Gimana gak kusut kalau pagi hari gue yang harusnya indah jadi suram." Balas David.
"Maksudnya?" Tanya Darren.
"Ada Alex di ruang kerja lo ren, kayaknya dia kekeh mau cari tahu dimana Freya berada." Ucap David.
"CK, tidak menyerah ternyata." Cibir Darren, ia berjalan santai menuju ke ruang kerja nya.
"Selamat pagi tuan, ah iya tuan Alex sudah menunggu anda di dalam." Ucap sekretaris Darren, lelaki itu mengangguk saja menanggapi perkataan sekretaris nya.
"Wow ada tamu terhormat disini." Ucap Darren, ia berdiri di hadapan Alex dengan memasukkan tangan kedalam saku celananya.
"Tidak perlu basa-basi lagi katakan dimana Freya?" Ucap Alex.
"Kenapa buru-buru sekali saya saja baru datang." Ucap Darren.
"Daren saya tidak memiliki banyak waktu untuk meladeni permainan kamu." Balas Alex.
"Saya tidak mengajak anda untuk bermain, tapi ini sungguh saya tidak ingin memberi tahu dimana Freya berada." Ucap Darren.
"Kau g*la saya ini Daddy nya kenapa kamu begitu lancang ingin menjauhkan Freya dari saya?" Ucap Alex.
"Loh saya hanya melindungi pernikahan saya dengan Freya, bukankah anda juga berniat untuk memisahkan saya dan Freya." Ucap Darren.
"Itu semua saya lakukan untuk kebaikan putri saya." Ucap Alex.
__ADS_1
"Kalau begitu sama, apa yang saya lakukan ini untuk melindungi istri dan anak saya yang ada di kandungan Freya." Ucap Darren, Alex yang emosi bangun dari duduknya dan mendekati Darren.
"Jangan main-main dengan saya Darren." Ancam Alex.
"CK, seharusnya saya yang mengatakan itu kepada anda tuan Gustove, apakah anda lupa wanita yang sudah menikah itu menjadi hak suaminya. Saya masih bertanggung jawab atas Freya dan semua yang ada dalam kehidupannya, coba anda pikirkan alasan apa yang akan anda berikan atas kekonyolan anda ingin memisahkan kami." Ucap Darren.
"Kau menikahinya karena dendam bukan karena cinta." Ucap Alex.
"Itu dulu, sudah saya katakan jika saya tidak mencintai Freya dia tidak akan mengandung anak saya. Tapi nyatanya dia berhasil mengandung anak saya, ingat saya bukan anda yang biasa meniduri wanita tanpa cinta!" Tegas Darren.
"Jaga bicaramu." Teriak Alex, Darren tersenyum mengejek kepada Daddy mertuanya.
"Saya rasa hari ini saya sangat sibuk, jadi bisakah anda pergi dari sini." Ucap Darren, ia melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
"Kau." Geram Alex, tanpa mempedulikan Alex Darren berjalan dan duduk di kursi kebesaran nya.
Hal itu cukup membuat Alex merasa tak di hargai oleh Darren, dengan perasaan penuh emosi Alex keluar dari ruang kerja Darren begitu saja.
David tercengang melihat keberanian Darren, ah David lupa Darren bahkan bisa menghancurkan Daddy mertuanya dalam waktu singkat.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya πβΊοΈ
__ADS_1
Like komen like komen dong biar othor nya semangat gaes π***