
Tiga hari berlalu saat Freya dan Darren sedang bermesraan tiba-tiba saja ponsel milik Freya berdering menandakan panggilan masuk, Freya yang saat itu berada di bawah Darren pun langsung menghentikan suaminya.
"Sayang berhenti dulu." Ucap Freya.
"Gak bisa yang ini nanggung." Balas Darren.
"Sayang ponsel aku bunyi terus dari tadi." Ucap Freya menahan suara des*h*n nya.
"No, aku harus tuntaskan pertarungan kita dulu sayang." Ucap Darren, membuat Freya pasrah.
Setelah selesai beradu kekuatan dengan suaminya Freya langsung memakai gaun tidurnya kembali, Freya meraih ponselnya dan melihat ternyata Meisya yang melakukan panggilan video kepadanya.
"Siapa?" Tanya Darren.
"Meisya." Jawab Freya.
"Oh." Balas Darren datar, bagaimana tidak datar jika Meisya sudah mengganggu kesenangan dirinya bersama Freya.
"Aku angkat dulu ya." Ucap Freya, Darren pun hanya mengangguk saja.
*Panggilan video*
Meisya: Frey π
Freya: Hallo kak ada apa kok nangis?
Meisya: Freya kamu pulang ya kakak mohon kamu harus pulang.
Freya: Pulang? Kenapa ada apa kakak minta aku untuk pulang?
Meisya: Frey kemarin malam Leo tiba-tiba kerumah dan lamar aku. π
Freya: H-hah, kakak gak bercanda kan?
Meisya: Frey aku gak bercanda aku serius.
Freya: Kok bisa Leo lamar kakak, apakah kalian sempat menjalin hubungan sebelumnya?
Freya merasa ini tidak masuk akal jika Leo tiba-tiba melamar kakak nya, setahu Freya Leo bukan lelaki yang mudah menerima kehadiran wanita lain.
Meisya: Freya aku gak tahu kemarin saat aku pulang kerja_( Meisya pun menceritakan semuanya, termasuk saat Leo mengatakan jika Meisya menikah maka Freya akan pulang).
__ADS_1
Diam-diam Darren mendengarkan percakapan Freya dengan Meisya, dan saat mendengar nama Leo dadanya bergemuruh rasanya ingin sekali Darren menghabisi lelaki yang berusaha untuk bertemu dengan istrinya.
Freya: Apa maksudnya Leo berbicara seperti itu.
Meisya: Aku gak tahu Frey, aku mohon kamu pulang ya bantu aku.
Darren: Freya tidak akan pulang! (Tiba-tiba nimbrung)
Meisya: D-darren aku mohon ajak Freya pulang untuk bertemu dengan Daddy.π₯Ί
Darren: Saya bisa membiarkan Freya menemui Alex asal Alex berhenti berusaha untuk memisahkan saya dengan istri saya, tapi tidak untuk lelaki kep*r*t itu.
Meisya: Tapi Darren saya butuh Freya saat ini.
Darren: I don't care, jika Freya pulang itu artinya lelaki itu akan bertemu dengan Freya. Saya tidak rela jika istri saja bertemu dengan lelaki itu. (Tegas)
Meisya: Kenapa? Apakah kamu takut jika Leo akan merebut Freya?
Darren: Itu pertanyaan yang bo*oh Meisya, kamu tahu saya begitu mencintai istri saya harusnya kamu juga tahu jika pertanyaan itu tidak perlu saya jawab. Kamu nikahi saja lelaki itu, bukankah sebelumnya kamu menyukai dia saat dia masih menjalin hubungan dengan adik kamu.
Duaaarrrr, Freya dan Meisya terkejut mendengar perkataan Darren. Freya menatap suaminya lalu beralih menatap Meisya, sementara Meisya bungkam mendengar apa yang dikatakan oleh Darren.
Freya: A-apa?
Meisya: Frey enggak aku bisa jelasin ini ke kamu.
Freya: Jelasin apa? Jadi yang dikatakan oleh Darren itu benar?
Meisya: Freya itu dulu tapi gak untuk sekarang.
Freya: Ternyata selera kita sama ya, tapi gak apa-apa kalo soal Leo tapi jangan sampai kakak suka juga sama Darren ya kak (Tersenyum getir).
Meisya: Freya.π₯Ί
Freya: Gak apa-apa jika kakak ingin menikahi Leo, tapi maaf aku gak bisa pulang.π
Meisya: Tapi aku gak mau nikah sama Leo.π₯Ί
Freya: Kak, sebaiknya kakak bicara langsung kepada Leo. Katakan jika aku tidak akan pulang meskipun dia menikahi kakak, agar kita tahu sebenarnya apa tujuan Leo ingin menikahi kakak. Apakah karena cinta atau ada sesuatu yang dia rencanakan.
Meisya: Baiklah aku akan berbicara dengan Leo nanti, terimakasih karena kamu tidak marah kepadaku. Dan Darren tolong jaga Freya ya.
__ADS_1
Freya: Kakak tenang saja Darren selalu menjaga aku dengan sangat baik kok.
Meisya: Syukurlah kalau begitu, yasudah aku tutup dulu telepon nya.
Setelah panggilan telepon terputus Meisya termenung memikirkan perkataan Freya, Meisya berpikir jika tuhan begitu baik kepada adiknya itu.
Dulu saat Freya berada jauh dari orang tuanya ada Grace yang selalu bersama dengan Freya, selain itu ada Leo juga yang sangat menyayangi dan mencintai Freya.
Sekarang semua itu terjadi lagi saat Freya merasa kecewa kepada kakak dan Daddy nya ada Darren dan kedua orang tua Darren yang sangat menyayangi adiknya, tapi kenapa Meisya tidak pernah seberuntung Freya?
Kebaikan apa yang dilakukan oleh Freya sehingga ia selalu dikelilingi oleh orang-orang baik, apakah ini balasan untuk Freya yang merelakan berbagi kasih sayang kedua orangtuanya kepada Meisya?
"Kamu selalu beruntung Frey, kamu selalu bisa mendapatkan semua yang ingin kamu dapatkan. Meskipun kamu menikah dengan tujuan jahat Darren namun nyatanya Darren luluh dan begitu mencintai kamu, apakah jika aku menikah dengan Leo juga ia akan berubah seperti Darren apakah Leo akan mencintai aku seperti Darren mencintai kamu Frey." Lirih Meisya.
"Tidak Meisya." Ucap Ellen yang tiba-tiba muncul.
"Apa maksudnya?" Tanya Meisya.
"Tidak semua lelaki seperti Darren, untuk perasaan Leo kita tidak bisa menebaknya bukan? Darren jatuh cinta kepada Freya karena istrinya Freya, mungkin jika istri Darren Grace atau kamu belum tentu dia akan jatuh cinta. Begitupun sebaliknya Leo bukanlah Darren, sebaik dan sesempurna apapun kamu jika itu bukan Freya maka Leo tidak akan mudah mencintai kamu." Ucap Ellen.
"Ellen gue gak ngerti apa yang lo omongin." Ucap Meisya.
"Meisya kedua lelaki itu mencintai Freya, simpelnya gini seburuk apapun istri Darren jika wanita itu adalah Freya tetap saja Darren akan mencintainya, dan sebaik apapun kamu sesempurna apapun kamu jika kamu bukanlah Freya maka mereka tidak akan jatuh cinta. Intinya hati Darren dan Leo sudah terikat oleh Freya." Ucap Ellen, Meisya menelan saliva nya mendengar perkataan Ellen.
"Freya gadis baik dia merelakan kasih sayang kedua orang tuanya terbagi dengan kamu sya, tapi jika kamu yang berada di posisi Freya belum tentu kamu bisa setegar dan sesabar Freya. Itu yang membuat Darren dan Leo jatuh hati, bahkan saat Freya mengetahui kamu menyukai Leo saat masih menjalin hubungan dengan nya dia biasa saja." Ucap Ellen, Meisya mengangguk baru kali ini Meisya setuju dengan perkataan Ellen yang masuk diakal.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya πβΊοΈ