
Sesampainya di rumah Freya pun disambut oleh mama dan papa mertuanya, melihat kepulangan putra dan menantu kesayangan nya mama Darren pun langsung menghampiri Freya dan memeluk ibu hamil yang cantik itu.
"Sayang akhirnya kamu pulang juga, mama sudah sangat merindukan kamu nak." Ucap mama Darren.
"Freya juga rindu mama." Balas Freya.
"Darren benar-benar keterlaluan bisa-bisa nya dia berlibur begitu lama." Ucap mama.
"Mah gak apa-apa dong Freya kan istrinya Darren, itu hak Darren mau ajak Freya pergi kemanapun." Ujarnya.
"Ya ya Freya memang istri kamu tapi jangan salah Freya ini putri mama." Ucap mama tak mau kalah.
"CK, menyebalkan." Ucap Darren, sementara itu papa hanya tersenyum saja.
"Darren papa ingin bicara sesuatu dengan kamu apakah boleh?" Tanya papa Darren.
"Tentu saja, kita ke ruang kerja Darren sekarang pa." Ucap Darren, papa pun mengangguk dan mengikuti langkah kaki putranya.
Sesampainya di ruang kerja Darren langsung mempersilahkan papa nya untuk duduk di sofa, tak lupa juga ia meminta pelayan di rumahnya untuk membawakan minuman dan beberapa camilan.
Tidak hanya papa Darren yang ada di ruangan itu, David juga ada disana ia diminta oleh papa Darren untuk ikut mereka ke ruang kerja putranya.
"Jadi apa yang ingin papa bicarakan." Ucap Darren.
"Sebelumnya papa ingin bertanya apakah kamu masih marah kepada Daddy nya Freya?" Tanya sang papa, membuat David dan Darren saling memandang satu sama lain.
"Kenapa papa bertanya seperti itu?" Tanya Darren.
__ADS_1
"Darren jawab pertanyaan papa." Balas papa Darren.
"Darren tidak marah pa, papa tahu bagaimana jika Darren merasa marah kan. Darren hanya menjaga jarak agar Daddy Freya tidak memiliki kesempatan untuk memisahkan aku dengan anak dan istriku." Ucap Darren.
"Itu artinya kamu masih belum mempertemukan Freya dengan Daddy nya?" Ucap Alex.
"Hmmm." Balas Darren.
"Darren kamu tidak seharusnya melakukan ini, bagaimanapun Alex dia tetap orang tua dari istri kamu nak. Jika tidak ada Alex mungkin tidak akan ada Freya di dunia ini, papa sudah mencari tahu semua tentang keluarga Alex memang Freya yang paling berpengaruh di keluarga itu." Ucap papa Darren.
"Pa Freya tidak membutuhkan apapun dari keluarga Gustove, aku bisa memberikan semuanya untuk Freya." Ucap Darren.
"Papa tahu, tapi kamu juga tidak bisa merubah kenyataan bahwa Alex adalah orang tua kandung Freya. Alex satu-satunya orang tua yang Freya miliki, biarkan Freya berbakti kepada Alex Darren kita tidak tahu sampai kapan usia Alex. Papa yakin Alex menyesal karena sudah bermasalah dengan kamu nak, orang tua rela kehilangan semuanya tapi tidak dengan darah dagingnya." Ucap papa, lelaki paruh baya itu menghela nafasnya dan menatap sendu Darren.
"Freya sedang mengandung anak kamu bukan, setelah anak itu lahir kamu akan tahu betapa berharganya kehadiran seorang anak dalam pernikahan kalian. Jangan sampai kamu merasakan apa yang Alex rasakan sekarang Darren, jangan memancing perselisihan dalam keluarga Gustove." Ucap papa.
"Pa aku memiliki alasan lain kenapa aku melakukan ini." Ucap Darren, papa dan David pun menatap Darren.
"Meisya menikahi lelaki yang mencintai Freya, aku tidak ingin Freya dekat kembali dengan lelaki itu." Ucap Darren.
"Kamu tidak percaya kepada istri kamu?" Ucap papa.
"Apa maksud papa." Ucap Darren.
"Sikap kamu saat ini sama saja seperti kamu tidak percaya dengan kesetiaan Freya, jika kamu sungguh-sungguh mencintai Freya kamu tidak akan takut kehilangan dia nak." Ucap papa.
"Pa justru karena aku sangat mencintai Freya aku takut kehilangan dia." Ucap Darren.
__ADS_1
"Kamu mencintai dia tapi kamu tidak memercayai nya." Balas papa.
"Pa come on." Balas Darren.
"Jika kamu percaya kepada Freya kamu tidak akan ketakutan seperti ini Darren, jika kamu tulus dan bersungguh-sungguh maka Freya juga tidak akan pernah bisa berpaling dari kamu." Ucap papa.
"Apa yang om bilang benar ren, kenapa gak lo biarin Freya bertemu dengan Alex." Ucap David.
"Gue gak bisa vid." Ucap Darren.
"Darren bagaimana jika nanti kamu merasakan apa yang Alex rasakan, dijauhkan dari putrinya sendiri hmmm." Balas papa, Darren pun bungkam ia bingung harus menjawab apa.
Tapi jika dipikir-pikir tentu saja ia tidak mau dijauhkan dari putrinya sendiri, dan satu lagi Darren juga tidak akan menjadi orang tua yang egois seperti Alex.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya πβΊοΈ