
Di ruangan VVIP sebuah restoran Freya duduk menunggu kedatangan Grace, Freya benar-benar menuruti keinginan Darren untuk tidak menunjukkan dirinya pada publik.
Setelah menunggu lumayan lama Grace pun datang, wajah khawatir dan bahagia jadi satu ia memekik memanggil nama Freya.
"Freyaaaa, sumpah ini lo gue gak mimpi kan Frey?" Ujar nya.
"CK, iya Grace lo gak mimpi ini beneran gue kok." Ucap Freya, Grace mendekati Freya dan memeluk saudara sekaligus sahabatnya ini.
"Bahagia banget gue bisa ketemu lo, akhirnya Darren kasih gue kesempatan berharga bisa ketemu sama lo." Ucap Grace.
"Ck, sorry ya kalau selama ini gue bikin lo sama kak Meisya khawatir. Tapi beneran Grace gue baik-baik saja Darren juga jaga gue dengan baik kok." Ucap Freya.
"Syukurlah kalau begitu gue seneng banget denger nya, oiya ini siapa?" Tanya Grace melihat Kelen yang duduk tak jauh dari Freya.
"Oh itu Kelen orang kepercayaan Darren buat nemenin gue di rumah tentunya menemani kemanapun gue pergi." Ucap Freya.
"Cih, jadi ceritanya udah beneran jadi istri tuan muda nih." Goda Grace, Freya tertawa kecil mendengar perkataan Grace.
"CK, gak usah ngeledek Grace." Ucap Freya.
"Oiya lo gak ngabarin Meisya buat kesini juga?" Tanya Grace.
"Enggak Grace, gue khawatir kak Meisya di awasi sama Daddy nanti yang ada Daddy tahu dimana gue dan Darren tinggal." Ucap Freya.
"Lo udah yakin mau jauhi Daddy lo?" Tanya Grace.
"Tadinya gue gak yakin gue pikir gak akan ada yang bisa melindungi gue kaya Daddy melindungi gue, tapi ternyata gue salah nyatanya Darren bisa melindungi gue jauh lebih baik dari apa yang Daddy lakukan. Gue udah terlanjur kecewa sama Daddy Grace." Ucap Freya.
"Iya si Frey gak hanya lo, gue juga kecewa sama om Alex menurut gue apa yang Darren lakukan dulu gak perlu di ungkit lagi. Toh nyatanya juga kan Darren sekarang udah bucin banget sama lo, harusnya dia kasi dukungan untuk lo bertahan sama Darren." Ucap Grace.
Freya tersenyum getir mendengar perkataan Grace, dari dulu Alex memang suka bertindak sesuka nya. Namun dulu masih dalam batas normal karena ada Meira yang mengawasi nya, tapi sekarang wanita yang menjadi pelindung nya itu sudah tenang di alam sana.
__ADS_1
"Dari dulu juga Daddy kaya gitu." Ucap Freya.
"CK, yasudah lo sabar Frey yang penting kan sekarang ada Darren dan keluarga nya yang bisa melindungi lo." Ucap Grace, Freya mengangguk mereka pun berbincang tentang banyak hal.
Selain itu Grace juga memberikan laporan tentang perusahaan kepada Freya, dan Freya senang karena Grace selalu bisa membantu nya.
"Grace udah sore gue balik ya takut nanti Darren keburu balik." Ucap Freya.
"Eh iya deh hati-hati ya, padahal gue masih kangen sama lo Frey." Ucap Grace.
"Lo bisa main ke rumah gue Grace, yasudah gue pamit ya." Ucap Freya, Grace pun mengangguk dan memeluk Freya dengan erat.
"Take care ya." Ucap Grace.
"Oke." Balas Freya, wanita itu berjalan keluar dari restoran diikuti oleh Kelen.
"Nona sebaiknya nona masuk kedalam taksi itu lebih dulu." Ucap Kelen.
"Saya merasa sepertinya ada yang memperhatikan kita nona." Ucap Kelen, Freya pun menatap Kelen ia sengaja tidak menoleh ke berbagai arah.
"Oke, tapi bagaimana dengan kamu?" Tanya Freya.
"Nona masuk kedalam taksi nanti saya akan mengambil mobil, dan nona tenang saja ini hanya untuk mengecoh mereka. Jika merasa sedikit aman saya akan meminta nona untuk pindah mobil. Ucap Kelen, Freya pun mengangguk dan tersenyum manis.
"Baiklah Kelen terimakasih." Ucap Freya, wanita itu masuk kedalam taksi yang di tunjuk Kelen.
Dan benar saja saat taksi itu melaju ada beberapa mobil hitam mengikuti Freya, Kelen tersenyum sinis ia langsung melajukan mobilnya ke arah lain untuk menyelamatkan Freya.
Supir taksi sudah di beri pesan oleh Kelen untuk melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan berhati-hati, dan saat berada di tempat yang cukup sepi Freya melihat mobil yang ditumpangi oleh Kelen sudah terparkir di tepi jalan.
"Nona ayo nona." Ajak Kelen menghampiri taksi yang ditumpangi oleh Freya.
__ADS_1
"Iya Kelen." Balas Freya, ia keluar dari taksi dan langsung pergi dari tempat itu.
Melihat taksi yang tadi berdiam di pinggir jalan membuat beberapa orang menghampiri sang pengemudi, mereka bertanya kemana penumpang perempuan yang tadi di bawanya.
"Kemana wanita yang tadi naik taksi kamu?" Tanya seorang lelaki bertubuh besar.
"Wanita? Saya tidak membawa penumpang wanita." Ujar supir taksi itu.
"Jangan bohong." Bentak nya.
"Beneran saya tidak berbohong bisa kalian lihat sendiri." Ujar nya, merekapun membuka pintu penumpang dan melihat lelaki paruh baya yang sedang duduk di kursi penumpang.
"Ada apa?" Tanya lelaki tua itu.
"Tidak maaf kami salah orang." Ujar nya, merekapun memutuskan untuk langsung pergi dari sana.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya πβΊοΈ
__ADS_1