Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 73


__ADS_3

Setelah sampai kembali ke hotel Darren buru-buru pergi menuju kamar nya dibantu oleh dua orang karyawan di hotel untuk membawa barang belanjaan milik nya, saat sampai di depan pintu kamar Darren meminta orang-orang yang membantu nya hanya sampai situ saja.


"Sampai sini saja mas tidak apa-apa." Ucap Darren.


"Tidak apa-apa tuan?" Tanya nya sopan.


"Iya tidak apa-apa mas, oiya ini terimakasih banyak sudah mau membantu saya." Ucap Darren memberikan lima lembar uang berwarna merah kepada tiap orang yang membantu dirinya.


"Wahh ini kebanyakan tuan." Ucap salah satunya.


"Benar ini terlalu banyak." Balas yang di samping nya.


"Tidak apa-apa sekali lagi terimakasih banyak." Ucap Darren, lelaki itu tidak pernah menunjukkan kekuasaan nya.


Padahal hotel yang Darren tempati adalah hotel milik orang tuanya, yang memang Darren tidak pernah muncul dan tidak mau ikut campur dalam pekerjaan orang tuanya.


Hingga membuat para karyawan di hotel itu tidak mengenal Darren selain para manajer hotel, Darren pun membuka pintu kamar nya dan membuat Freya menoleh.


"Ya ampun kamu membeli ini semua?" Tanya Freya, yang terkejut melihat banyak nya paper bag yang dibawa oleh Darren.


"Hmmm, bagaimana kamu suka kan." Jawab nya, Freya menepuk dahinya sendiri.


"Aku suka tapi tidak sebanyak ini juga sayang, kita hanya beberapa hari tinggal disini kamu sudah seperti orang yang akan membuka toko pakaian saja." Ucap Freya.


"Agar kamu tidak bosan dan banyak pilihan juga." Balas Darren santai.


"Darren tubuhku hanya satu pakaian sebanyak ini tidak mungkin juga aku pakai semua dalam beberapa hari, ini terlalu banyak kamu bisa membeli tiga atau empat pakaian saja." Ucap Freya.


"Tidak perlu khawatir sayang jika pakaian nya tidak kamu pakai semua bukankah bisa kita berikan kepada para karyawan di hotel ini, kita bisa memberikan nya kepada mereka pasti akan membuat mereka senang." Jawab Darren enteng.

__ADS_1


"Iya aku tahu tapi kamu pasti menghabiskan banyak uang untuk semua ini." Ucap Freya, ia tahu pakaian yang dibeli oleh Darren itu pakaian mahal semua.


"Ini tidak seberapa honey, sudah sekarang kamu pakai bajunya kita akan turun ke bawah untuk sarapan." Ucap Darren, Freya pun mengangguk ia hanya bisa pasrah saja sekarang.


Freya pun memilih untuk memakai rok mini berwarna hitam dengan baju atasan berwarna biru, tak lupa juga dengan rambut yang terurai membuat nya terlihat begitu manis.


Darren terpaku melihat kecantikan istrinya, ia benar-benar dibuat jatuh cinta oleh kecantikan Freya yang membuat nya begitu terpikat.


"Kenapa kok liatin nya kayak gitu?" Tanya Freya, yang baru sadar jika sejak tadi dirinya sedang di perhatikan oleh Darren.


"Tidak apa-apa honey, sudah selesai ayok kita pergi sekarang." Ucap Darren, Freya pun mengangguk dan keluar dari kamar bersama dengan Darren.


...


Sementara itu di sebuah perusahaan terlihat Meisya yang sedang berkutat dengan pekerjaan nya, namun tiba-tiba saja Alex masuk dan membuat Meisya menatap nya.


"Daddy." Ucap Meisya dengan kening yang mengkerut.


"Tidak apa-apa, ada perlu apa Daddy sampai datang ke kantor ku?" Tanya Meisya.


"Sya apakah kamu sudah mendapatkan kabar dari Freya? Ellen tetap memaksa ingin pergi menyusul Freya, tidak bisakah kamu meminta Freya dan Darren pindah kota agar Ellen tidak bertemu Freya dan Darren." Ucap Alex.


"Dad rasanya tidak mungkin jika aku mengatakan itu kepada Freya, dia pasti akan bertanya apakah Daddy tidak bisa menahan Ellen." Balas Meisya.


"Daddy sudah berusaha sayang tapi kamu tahu sendiri bagaimana Ellen, Daddy tidak ingin mengecewakan Freya lagi jadi Daddy minta kamu hubungi adik kamu." Ucap Alex, Meisya pun menghela nafasnya.


"Dad bagaimana jika Darren yang menjawab, aku tidak enak dad nanti Darren berpikir aku mengganggu waktunya dengan Freya." Ucap Meisya lagi.


"Benar juga." Ucap Alex.

__ADS_1


"Lagipula apa Daddy benar-benar tidak bisa mencegah Ellen, dulu Daddy selalu tegas kepada mami dan kami anak-anak Daddy." Ucap Meisya.


"Daddy hanya tidak ingin berdebat dengan mama nya Ellen, kamu tahu sendiri kalau mama nya selalu ikut campur urusan Daddy dan Ellen." Balas Alex, Meisya tahu jika saat ini Alex sudah mulai malas kepada Ellen.


"Begini saja nanti aku akan mencoba menghubungi Freya, aku harap mereka bisa pergi dari sana ke kota yang lain." Ucap Meisya.


"Baik, lakukan saja sayang Daddy tidak ingin pusing lagi." Ucap Alex.


"Lagian Daddy nikah kok sama wanita yang seusia dengan anak Daddy." Ucap Meisya.


"Itulah kesalahan terbesar dalam hidup Daddy nak, seandainya Daddy tidak tergoda dan tidak melukai mami mungkin keluarga kita akan menjadi keluarga paling bahagia." Ucap Alex, terlihat penyesalan yang begitu besar dalam diri Alex.


"Sudahlah dad tidak perlu di pikirkan lagi, yang penting Daddy mau usaha untuk memperbaiki semuanya itu sudah cukup." Ucap Meisya, Alex pun mengangguk ia bersyukur ada Meisya yang selalu menjadi penengah antara dirinya dan Freya.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ


__ADS_2