Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 33


__ADS_3

Satu minggu pun berlalu kini Freya berada dalam sebuah ruangan dengan gaun pengantin yang terlihat begitu mewah, ia menatap dirinya dalam pantulan cermin.


"Ini g*la, kenapa harus aku? Kenapa semua ini terjadi kepada aku." Lirih nya.


Dan saat Freya sedang merenung Meisya masuk kedalam ruangan itu, ia berdiri di belakang Freya dan memegang bahu Freya seakan sedang menguatkan adiknya.


"Kamu pasti bisa kakak yakin Frey kamu akan lebih bahagia bersama dengan Darren." Ucap Meisya.


"Kenapa kakak bisa yakin kalau aku akan bahagia bersama dengan Darren?" Ucap Freya.


"Karena terlihat jelas jika Darren menyayangi kamu, jika tidak kenapa dia begitu kekeh ingin menikahi kamu." Ucap Meisya.


"Kak, apa kakak lupa banyak lelaki yang ingin menikahi aku hanya karena mereka berpikir jika menikahi aku akan mempermudah dalam urusan mereka balas dendam kepada daddy." Ucap Freya, Meisya pun diam ia tiba-tiba merasa takut jika Freya akan terluka.


"Frey kita berpikir yang baik-baik saja ya, jangan berpikir tentang kemungkinan terburuk oke." Ucap Meisya, tanpa di sangka Freya menitihkan air mata nya ia teringat dengan mendiang mami nya.


Flashback on...


"*Mami jika nanti aku menikah siapa yang akan menemani aku di pelaminan?" Tanya Freya, saat itu Meira mami Freya sedang menjenguk Freya yang sedang di luar negeri.


"Konyol tentu saja mami dan daddy memang nya siapa lagi yang kamu harapkan, hmmm." Ucap Meira.


"Haha, benarkah?" Ucap Freya.


"Tentu saja, mami ingin melihat putri kecil mami menikah dengan pangeran yang dicintainya. Bukan hanya kamu yang mencintai dia, tetapi dia juga mencintai kamu dan bisa menjaga kamu seperti mami dan daddy mencintai dan menjaga kamu." Ucap Meira.


"Bagaimana jika nanti ternyata aku menikahi lelaki yang hanya memanfaatkan aku, selama ini banyak lelaki yang mendekati aku namun nyatanya mereka hanya ingin menjadikan aku jalan untuk mempermudah rencana mereka." Ucap Freya.


"Maka mami akan menjadi orang pertama yang akan menentang pernikahan itu, apapun akan mami lakukan untuk melindungi putri kecil mami." Ucap Meira.

__ADS_1


"Apakah mami juga akan melakukan hal yang sama kepada Meisya?" Tanya nya.


"CK, tentu saja sayang kamu dan Meisya kalian itu putri-putri mami. Bedanya Meisya putri sulung dan kamu putri kecil mami." Ucap Meira, Freya tersenyum dan setulus itu maminya kepada ia dan Meisya*.


Flashback off...


"Frey are you ok?" Tanya Meisya, Freya memutar kursinya hingga kini ia duduk berhadapan dengan Meisya yang saat ini sedang duduk.


"Meisya mami pernah bilang kalau ada salah satu putrinya yang menikah dengan orang yang membenci daddy, dan berniat memanfaatkan aku ataupun kamu maka mami akan menjadi orang pertama yang menentang pernikahan itu." Ucap Freya, Meisya terdiam ia menatap dalam mata Freya yang terus mengeluarkan air mata.


"Frey aku juga akan melakukan hal yang sama untuk melindungi kamu." Ucap Meisya, Freya menggeleng lemah.


"Tidak, nyatanya saat ini kamu sangat mendukung pernikahan aku dengan Darren." Ucap Freya.


"Frey Darren bukan musuh daddy, dan Daddy juga berkata dia baru mengenal Darren." Ucap Meisya.


"Mei aku tidak peduli lagi siapa itu Darren, aku hanya berharap kamu bisa menikah dengan lelaki yang kamu cintai, lelaki yang bisa menjaga dan melindungi kamu. Jika bukan aku, maka aku harap itu kamu agar mami tidak kecewa agar mami tidak bersedih di sana. Jika kita bernasib sama bukankah mami akan merasa sedih." Ucap Freya, Meisya ikut menangis mendengar perkataan Freya.


"Enggak Frey kamu harus bahagia, jika kamu tidak ingin pernikahan ini terjadi kamu bilang kita batalkan semua nya." Ucap Meisya, Freya menggeleng.


"Ini sudah terlambat Mei, sudah banyak tamu dan kerabat mami juga Daddy di luar." Ucap Freya, Meisya memeluk erat tubuh adiknya.


"Frey aku harap kamu bahagia, dan aku harap Darren adalah laki-laki yang tepat untuk kamu. Jika kamu tidak bahagia apa yang harus aku lakukan? Sementara aku udah berjanji kepada mami untuk selalu menjaga dan membahagiakan kamu." Batin Meisya.


Sementara itu di sebuah ruangan besar dan luas terlihat Darren yang sudah duduk rapi di hadapan Alex juga pak penghulu, tak lupa juga para saksi yang ikut hadir di sana.


"Bagaimana tuan Darren apakah anda sudah siap?" Tanya pak penghulu.


"Sudah pak." Jawab Darren.

__ADS_1


"Frey gue harap ini keputusan terbaik yang lo ambil dengan cara tidak membangkang apa yang daddy lo mau, tapi kenapa gue takut kalau nanti lo akan mend*rita." Batin Grace yang tak lain adalah sahabat Freya.


"Saudari Darren Dirgantara, bin tuan Dirgantara saya nikahkan kamu dengan putri bungsu saya yang bernama Freya Gustove, binti Alex Gustove dengan mas kawin berupa seperangkat alat sholat, uang sebanyak 5T, 3 buah Mension mewah, 3 buah mobil sport, 2 buah mobil pribadi, 1 buat jet pribadi, dan dua pulau dibayar tunai." Ucap pak penghulu, mas kawin yang diberikan Darren kepada Freya membuat Dafa Ellen sesak.


"Saya terima nikahnya Freya Gustove, binti Alex Gustove dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." Ucap Darren dengan lantang dan satu tarikan nafas.


"Bagaimana para saksi sah?" Tanya pak penghulu.


"Sah..." Jawab semuanya.


"Alhamdulillah." Ucap pak penghulu, merekapun berdoa bersama sambil menunggu pengantin wanita datang.


"Darren apakah dia benar-benar mencintai Freya? Kenapa dia seperti sangat sungguh-sungguh menikahi Freya." Batin Ellen, ia merasa menyesal karena sudah meninggalkan Darren.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ


__ADS_2