Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 144


__ADS_3

"Kau bo*oh," ucap Ellen geregetan dengan tingkah putrinya yang ceroboh.


"Mom aku emosi, lagian dia pantas mendapatkan itu." Kesal Alice.


"Mami tahu Alice tapi kita semua tahu keluarga mereka itu terkenal keluarga yang licik, kenapa kamu tidak bisa menahan emosimu." Ucap Ellen, setelah tahu semuanya karena diceritakan oleh Freya.


"Bagaimana aku bisa menahan emosiku, sementara dia men*mp*r Kanaya di hadapanku." Ucap Alice jujur.


"Apa? Dia menamp*r Kanaya?" Pekik Ellen.


"Ya, cucu menantu kesayangan mami dia lukai dia bentak-bentak, dia katai pelak*r jika seperti itu siapa yang tidak geram si mam." Cerocos Alice.


"CK, jika begitu dia pantas mendapatkan itu. Dan itu belum seberapa dibandingkan apa yang sudah dia lakukan kepada cucu menantuku." Cibir Ellen, Freya menghela nafasnya melihat Ellen yang langsung melunak kepada Alice.


"Nah kan mami juga kesal kan, apalagi aku yang menyaksikan itu semua ingin rasanya aku kul*ti si Fira." Ucap Alice.


"Gabriel kamu harus bertanggung jawab atas semua yang terjadi." Ucap Diana masih terus menyudutkan Gabriel.


"Apa, kenapa harus Gabriel." Ucap Ellen tak terima cucu kesayangan nya di sudutkan.

__ADS_1


"Tentu saja Gabriel memangnya siapa lagi, kalau bukan karena Gabriel Fira tidak akan masuk rumah sakit sekarang." Kesal Diana.


"Tante cukup, Safira masuk kerumah sakit karena saya tante. Saya yang mendorong Safira hingga terjatuh, itu artinya saya yang harus bertanggung jawab. Apakah saya harus menikahi Safira putri anda?" Ucap Alice, membuat Diana tercengang mendengar penjelasan Alice.


"Apa katamu," kesal Diana.


"Anda selalu meminta keponakan saya Gabriel untuk bertanggung jawab atas apa yang tidak dia lakukan, dan ini kesalahan saya apakah saya harus bertanggung menikah dengan Safira?" Ucap Alice, Ellen dan Freya menganga mendengar perkataan Alice.


Sementara Darren, Alex, dan Gabriel menahan tawa melihat kegilaan Alice, Gabriel yakin Diana mami Safira merasa gila dengan tingkah Alice.


"Kau g*la, kau wanita Safira juga wanita jangan mengada-ada." Ucap Diana.


"Yang penting saya bertanggung jawab atas apa yang saya lakukan bukan." Ucap Alice.


"Memang seharusnya begitu toh Safira tidak apa-apa kan tante, baiklah kalau begitu saya dan keluarga saya undur diri." Ucap Alice, ia menggandeng Freya dan Ellen dua ibu peri dalam kehidupannya.


Setelah kepergian Alice, Freya, dan Ellen ketiga lelaki itupun mendekati Diana dan Baskoro.


Alex, Darren dan Gabriel menatap kedua orang tua Safira dengan tatapan garang nya, Baskoro dan Diana pun menatap Gabriel, Alex dan Darren.

__ADS_1


"Beritahu putri anda jangan pernah mengganggu kehidupan keluarga putri dan cucu saja, jika sekali lagi dia berani menyentuh keluarga dan cucu menantu saya maka saya tidak akan segan-segan membuat kalian tak memiliki apapun." Tegas Alex.


"Ingat sekali lagi jika Safira berbuat ulah yang lain, maka akan saya pastikan hidup keluarga anda tidak akan tenang. Ini baru permulaan kita belum mulai peringatan yang sesungguhnya." Ucap Darren, berhasil membuat orang tua Safira tak berkutik dan berkeringat dingin.


Setelah mengatakan itu merekapun memutuskan untuk benar-benar pergi dari sana, Gabriel merasa bisa bernafas lega ia berharap Safira takut akan ancaman keluarga nya.


"Kak jangan khawatir Daddy dan mami pasti akan menyelesaikannya." Ucap Adisty, ia pusing melihat Kanaya yang mondar-mandir sejak tadi.


"Apakah Safira dan bayinya tidak kenapa-kenapa." Ucap Kanaya.


"Ya ampun kak, kau masih memikirkan orang lain sementara kau juga terluka. Sudahlah kakak tidak perlu memikirkan nya, lagian itu salah dia kenapa dia tidak bisa menahan emosinya." Kesal Adisty, Kanaya menatap Adisty dan tersenyum manis.


"Makasih ya, makasih karena kamu selalu berada di pihak ku." Ucap Kanaya.


"Kamu itu kenapa si, kau kakak ku sudah pasti aku akan membelamu. Tak peduli jika kamu hanya kakak ipar untukku, yang jelas bagiku kau itu sama seperti kak Gabriel kalian berdua kakak terbaikku." Ucap Adisty.


Bukan tanpa alasan Adisty sangat menyayangi Kanaya, wanita itu tak pernah melarang Gabriel untuk memenuhi keinginan nya bahkan Kanaya terkesan ingin Gabriel menuruti keinginan Adisty.


Selain itu juga Kanaya selaku menyisihkan gaji hasil dia bekerja dan memberikannya kepada Adisty, meskipun tidak sebanyak yang diberikan Gabriel untuknya bahkan uang yang diberikan Kanaya terkesan tak seberapa. Namun karena ketulusan Kanaya lah yang membuat hati Adisty luluh dan jatuh cinta kepada kakak iparnya, ia sangat-sangat menyayangi Kanaya seperti kakak nya sendiri.

__ADS_1


"Hehe, makasih ya Adisty kamu telah menjadi sosok adik yang sesungguhnya untukku." Ucap Kanaya.


"Emmm, dan sekarang cukup untuk galau-galau nya oke. Kak Fira tidak akan kenapa-kenapa, percaya padaku Daddy dan mami juga tak akan tinggal diam. Lagi pula ini bukan kesalahan kakak, ini karena aunty Alice yang tidak sengaja mendorongnya." Ucap Adisty lagi, Kanaya pun hanya bisa tersenyum dan mengangguk menanggapi perkataan Adisty.


__ADS_2