Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 53


__ADS_3

Satu minggu berlalu di sebuah perusahaan Freya berjalan keluar dari ruang kerja nya, sampai seorang karyawan memanggil Freya.


"Bu Freya." Panggil nya.


"Iya ada apa?" Sahut Freya.


"Maaf bu kantor cabang memiliki sedikit masalah apakah ibu bisa pergi ke sana, saya sudah berbicara dengan Bu Meisya tapi ternyata Bu Meisya sedang berada di luar kota Bu." Ujar nya.


"Begitu ya, apakah tidak ada yang lain yang mungkin mau menggantikan saya?" Tanya Freya.


"Maaf Bu tidak ada dan ini tidak bisa digantikan oleh orang lain." Balas nya lagi.


"Yasudah jadi kapan saya harus pergi?" Tanya Freya.


"Besok bu, besok ibu sudah harus pergi ke sana." Ucap karyawan itu.


"Baik saya akan pergi besok, kamu tolong minta Grace untuk menyiapkan beberapa berkas yang harus saya bawa." Ucap Freya, orang itu pun mengangguk mengiyakan perkataan Freya.


"Baik bu kalau begitu saya permisi." Ujar nya, Freya pun mengangguk dan langsung mencoba menghubungi Meisya.


*Panggilan Telepon*


Freya: Hallo kak.


Meisya: Iya dek kenapa hmmm.


Freya: Kak kok gak bilang si kalau kakak lagi ke luar kota, ini aku harus pergi ke kantor cabang dadakan gini.


Meisya: Haha, iya maaf sayang kemarin kakak pergi nya buru-buru ada pertemuan disini.


Freya: CK, yaudah lah gak apa-apa.


Meisya: Maafin ya sekali lagi kakak gak bermaksud gak kasih tahu kamu.


Freya: Iya kak gak apa-apa, yasudah kalau begitu aku siap-siap dulu ya kak.


Meisya: Oke hati-hati ya, kabarin kakak kalau kamu sudah sampai sana dan jangan lupa pergi harus bersama dengan Grace.

__ADS_1


Freya: Iya-iya bawel nya.


Meisya pun tertawa mendengar ocehan adik nya, namun ia merasa senang karena dari suara nya Freya terdengar baik-baik saja.


Freya pun memutuskan untuk pulang ke rumah nya karena dia harus pergi pagi-pagi sekali besok, soal Grace Freya sudah mengirimkan pesan kepada sahabat nya itu.


Sesampainya di rumah Freya berjalan masuk kedalam, ia melihat rumah yang terlihat sepi. Hal pertama yang dilakukan oleh Freya adalah mencari keberadaan mama mertua nya.


"Mah Freya pulang." Panggil Freya.


"Mama." Panggil nya lagi, lihatlah Freya terlihat seperti seorang putri yang mencari keberadaan mama nya.


"Mbak mama dimana ya ada yang tahu gak?" Tanya Freya lagi.


"Oh ibu sedang pergi ke supermarket non, mungkin sebentar lagi juga pulang." Balas seorang pelayan di rumah itu.


"Ohh, yasudah nanti kalau mama pulang tolong kasi tahu mama kalau aku nyariin ya." Ucap Freya.


"Baik non." Balas mbak dengan sopan.


...


Waktu makan malam pun tiba kini hanya Freya dan mama yang ada di meja makan, sementara papa dan Darren kedua lelaki itu belum pulang dari kantor nya.


"Frey tadi mbak bilang kamu cari mama, ada apa?" Ucap mama.


"Oh iya ma besok aku harus pergi ke ba*i untuk mengurus perusahaan cabang disana, dan itu tidak bisa digantikan karena Meisya juga sedang berada di luar kota jadi terpaksa aku yang harus pergi." Ucap Freya.


"Wahh kok mendadak si sayang." Ucap mama.


"Iya ma, boleh gak aku pergi? Aku gak sendirian kok aku pergi nya sama Grace." Ucap Freya.


"Yasudah tidak apa-apa lagian kan itu juga sudah menjadi tanggung jawab kamu." Ucap mama.


"Makasih ma, aku juga nanti akan bilang sama Darren kok kalau dia sudah pulang." Ucap Freya, mama mengangguk ia berharap ini awal yang baik untuk hubungan Freya dan Darren.


"Iya sayang, yasudah setelah makan malam kamu langsung istirahat ya besok kan harus pergi pagi-pagi sekali." Ucap mama, Freya pun mengangguk dan tersenyum manis.

__ADS_1


Setelah selesai makan malam Freya memutuskan untuk menunggu Darren pulang, namun sampai pukul 11:30 Darren belum juga pulang sampai membuat Freya ketiduran di sofa.


Dan pukul 01:30 dini hari Darren baru saja pulang, pekerjaan yang menumpuk membuat dirinya harus pulang larut malam.


Ceklek... Pintu kamar terbuka dan pemandangan yang Darren lihat adalah Freya yang meringkuk di sofa, seperti seorang bayi yang kedinginan.


"Frey, hey Frey kok tidur di sofa?" Lirih Darren, namun Freya tidak bangun juga rasa lelah membuat Freya tidak merasa terusik sedikit pun.


"Huffhhh." Darren menghela nafasnya, lalu mengangkat tubuh mungil Freya dan memindahkan nya ke atas tempat tidur.


"Benar-benar seperti anak kecil." Gumam nya, ia mengelus lembut kepala Freya tanpa sadar.


Setelah itu Darren pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, setelah selesai lelaki itu memainkan ponselnya sejenak lalu merangkak ke atas tempat tidur.


Darren menatap wajah polos Freya yang sedang terlelap, ia tak berhenti memandang wajah cantik istrinya sampai Darren terlelap.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ

__ADS_1


__ADS_2