
Siang hari di sebuah perusahaan besar terlihat Freya yang berjalan keluar dari ruang kerja nya, ia menemui Grace yang saat itu masih sibuk dengan pekerjaan nya.
"Lo udah selesai Frey?" Tanya Grace.
"Sudah." Balas Freya duduk di sofa.
"Emmm, jadi gimana lo udah pikirin apa yang akan di lakuin untuk hidup lo yang penuh dengan drama ini?" Ucap Grace.
"Kayaknya gue bakal berusaha untuk berdamai dengan keadaan Grace, gue gak bisa kaya gini terus yang ada hidup gue berantakan dan gak terkendali." Ucap Freya, Grace menutup laptopnya dan berjalan mendekati Freya.
"Gue udah sering bilang balas dendam paling cantik itu dengan cara lo buktiin ke Ellen kalau seorang Freya jauh lebih bahagia, buktikan kepada Ellen kalau Darren lebih mencintai lo Frey. Kalau masih kaya gini mulu yang ada rugi dan sakit hati terus, hidup lo udah terlanjur jadi istrinya Darren. lo bisa egois dengan mengakhiri hubungan ini sama Darren, tapi dengan itu Ellen akan lebih bahagia karena kenyataannya lo gak bisa buat Darren jatuh cinta Frey." Ucap Grace panjang lebar.
"Gue gak yakin Darren akan jatuh cinta sama gue Grace." Ucap Freya.
"Lo harus yakin, Freya lo itu cantik, perfect Frey gak ada laki-laki yang nolak lo. Ayo gue dukung Freya pokonya harus happy ending." Ucap Grace, Freya diam mungkin apa yang dikatakan oleh Grace benar.
Jika dirinya memilih untuk meninggalkan Darren ia akan menjadi seorang j*nda, dan ia yakin berita itu akan segera menyebar lalu akan banyak orang yang bertanya.
...
Malam hari Freya berdiri di balkon kamar nya, ia melihat Darren yang baru saja pulang dari kantor. Freya bingung harus mulai dari mana apakah ia harus bertanya? Sepertinya tidak itu akan membuat Darren heran kepada Freya.
"Bersiap-siap lah kita akan pergi menghadiri acara salah satu rekan bisnis saya." Ucap Darren, Freya tercengang mendengar nya.
"H-hah?" Sahut Freya, ia belum memulai pembicaraan namun Darren memulai nya lebih dulu.
"Freya saya rasa kamu mendengar perkataan saya jadi jangan membuat saya untuk mengulanginya, segera bersiap-siap saya akan menunggu kamu di bawah." Balas Darren, Freya mengangguk ia bingung harus bagaimana.
Setelah selesai Freya pun berjalan keluar dari kamar nya, Darren tercengang melihat Freya yang terlihat begitu cantik.
"Sudah selesai?" Tanya Darren.
"Hmmm." Balas Freya, ia berjalan di belakang Darren.
Freya menatap Darren yang berjalan di depan nya, tubuh tegap Darren membuat Freya menghela nafasnya.
"Oke Frey mulai dari sekarang, setidaknya jika kamu tidak berhasil membuat dia jatuh cinta kamu berhasil membuat kenangan terbaikmu untuk nya." Batin Freya.
__ADS_1
Selama perjalanan menuju tempat acara Freya dan Darren sama-sama bungkam, namun tiba-tiba ponsel Freya berdering menandakan pesan masuk.
****Pesan masuk*
Grace***: Frey gue lupa bilang kalau hari ini harusnya kita menghadiri acara salah satu rekan bisnis, gue udah siap-siap ini tapi lo gimana?
Freya: Grace lo benar-benar ya kenapa gak bilang dari tadi!
Grace: Freya gue lupa 😫
Freya: Yasudah sekarang lo kasi tau gue alamat nya dimana, biar nanti gue usahain untuk datang.
Grace: Di hotel xx Frey, Daddy Alex juga kaya nya datang si.
Freya: Yasudah nanti gue usahain untuk datang.
Grace: Ummmm, thank you and i'm sorry babee🤗
Freya: Gak usah lebay Grace.
Freya pun meletakkan ponselnya kembali ke tas, ia menghela nafasnya tanpa menyadari jika sejak tadi Darren memperhatikan Freya yang sibuk dengan ponselnya.
Sesampainya di tempat tujuan Freya tercengang bukankah ini hotel yang dimaksud oleh Grace, Freya pun langsung menoleh menatap Darren yang bersiap untuk keluar dari mobilnya.
"Kenapa?" Tanya Darren, suara Darren kali ini terdengar lembut dan tidak seperti biasanya.
"Eh, gak kok gak kenapa-napa." Balas Freya, Darren diam lalu keluar dari mobil begitupun dengan Freya.
"Bagus sekali ini berada di tempat yang sama, dan aku gak perlu capek-capek untuk menemui Grace." Gumam nya.
"Kamu berbicara sesuatu Frey?" Tanya Darren.
"Enggak." Balas Freya, dan tiba-tiba Darren mengulurkan tangannya membuat Freya diam dan menatap tangan Darren.
"Kenapa lagi Freya?" Tanya Darren, Freya meraih uluran tangan Darren tanpa bicara.
Kedua orang itupun berjalan masuk kedalam hotel, beberapa orang menatap takjub sepasang suami istri itu.
__ADS_1
Mereka berpikir jika Darren dan Freya adalah pasangan yang serasi, dari kejauhan Grace yang melihat itu tersenyum dan mengambil foto Freya dan Darren.
"Tuan Dirgantara." Sapa seorang lelaki yang terlihat seusia dengan Darren.
"Ya." Balas Darren.
"Senang bertemu dengan anda tuan, owww apakah ini istri anda?" Ucap nya.
"Ya perkenalan ini Freya istri saya." Balas Darren.
"Cantik sekali, ternyata selain pintar dalam berbisnis anda juga sangat pintar dalam memilih istri." Ujar nya.
Darren tersenyum tipis mendengar pujian yang dilontarkan oleh lelaki lain untuk istrinya, di sudut lain Ellen menatap kesal karena Darren tidak melepaskan tangan nya dari pinggang ramping Freya.
"Anda terlalu berlebihan tuan." Balas Darren.
"No, apa yang saya katakan ini fakta tuan. Jaga baik-baik istri anda sebelum orang lain berpikir untuk memiliki nya juga." Ujar nya, Darren mengangguk ia tak menyangka jika ada orang yang trang-trangan mengatakan seperti itu di hadapan nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏☺️
__ADS_1