Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 21


__ADS_3

Satu minggu berlalu hari ini terlihat Meisya yang duduk di ruang kerja nya, dan tiba-tiba saja pintu ruang kerja terbuka memperlihatkan Freya yang berjalan mendekati Meisya.


"Ada apa Freya tumben sekali kamu mau datang ke kantor?" Ucap Meisya.


"Ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu kak." Ucap Freya.


Mendengar perkataan Freya Meisya pun menghentikan kegiatan nya, wanita itu melipat kedua tangan nya di atas meja.


"Apa yang ingin kamu bicarakan." Ucap Meisya.


"Aku sudah membuat keputusan untuk mengambil alih perusahaan mami yang selama ini di kelola oleh daddy." Ucap Freya, Meisya terdiam dan menatap wajah cantik adik nya.


"Kamu sudah yakin Frey?" Ucap Meisya.


"Ya, aku sangat yakin kak. Setelah harta yang daddy miliki akan jatuh ke tangan wanita itu aku tidak ingin jika apa yang sudah mami perjuangkan selama ini menjadi sia-sia." Ucap Freya, Meisya mengangguk dan tersenyum manis kepada Freya.


"Baik kalau begitu lakukan apapun yang kamu inginkan Frey, kamu berhak atas semuanya." Ucap Meisya, Freya mengangguk menanggapi perkataan kakak nya.


Sementara itu di sebuah rumah besar dan mewah terlihat Ellen yang sedang duduk manis menonton televisi, wanita itu terlihat bahagia karena merasa ia sudah mencapai tujuan nya yaitu menikahi Alex.


Ia mengedarkan pandangan nya dan melihat foto Meira dengan kedua putrinya, wajah Ellen yang awalnya terlihat tenang kini sedikit berubah dan terlihat kesal.


"Aku memang sudah berhasil merebut suami tercinta kamu mbak,tapi kenapa aku masih belum bisa merasa tenang saat melihat jika masih ada foto kamu yang terpajang disana." Gumam nya.


Ellen bangun dari duduk nya dan mendekati foto itu ia berniat untuk mencopotnya, namun suara seseorang membuat Ellen menghentikan niatnya dan menoleh.

__ADS_1


"Jangan pernah menyentuh sesuatu yang bersangkutan dengan mami ku!" Ucap Freya yang tiba-tiba muncul.


"Freya." Lirih Ellen.


"Apa yang kamu rencanakan hmmm, apakah merebut daddy ku saja masih belum cukup?" Ucap Freya.


"Jaga ucapan kamu Freya aku tidak merebut daddy kamu sama sekali, dia lah yang datang dan mendekatiku." Ucap Ellen.


"Benarkah? Tapi aku rasa kau tahu semua informasi tentang daddy ku Ellena Putri, informasi tentang daddy dan mami ku sudah beredar dimana-mana." Ucap Freya.


"Sudah aku katakan daddy mu yang mendekati aku." Ucap Ellen mulai kesal.


"Waaah benar sekali, apakah mata daddy ku mulai bermasalah sampai ingin mendekati wanita mur*han seperti kamu?" Ucap Freya, Ellen mengepalkan tangan nya.


"Cukup Freya aku juga memiliki batas kesabaran, aku tidak akan diam saja saat kau menginjak-nginjak harga diriku." Tegas Ellen.


"Sudah aku katakan ini bukan keinginanku tetapi juga keinginan daddy kamu, apakah kamu pernah berpikir jika mungkin daddy kamu tidak bahagia bersama dengan mami kamu yang terlalu tegas." Ucap Ellen, Freya mengepalkan tangan nya.


"Mami ku memang tegas tapi bagaimana dengan orang tuamu? Apakah mereka tidak bermasalah saat putrinya menikah dengan suami orang lain? Apakah mereka tidak mengajarkan putrinya untuk mencari pasangan yang masih lajang, atau mungkin tidak ada lelaki lajang yang menginginkan kamu Ellena." Ucap Freya, Ellen menatap tak suka kepada Freya apakah Freya tak tahu jika Ellen pernah membuat Darren Dirgantara tergila-gila kepadanya.


"Tutup mulutmu Freya, kamu tidak tahu siapa aku jadi jangan berbicara sesuatu yang akan membuat kamu malu." Ucap Ellen, Freya tertawa mendengar perkataan Ellen.


"Untuk apa aku malu jika semua yang aku katakan itu suatu kebenaran." Ucap Freya, Elen bungkam mendengar perkataan Freya.


Sementara itu di sebuah perusahaan besar terlihat Darren yang sedang duduk di kursi kebesaran nya, tak lupa dengan David yang masih setia menemani Darren.

__ADS_1


"Kenapa muka lo di tekuk kaya gitu Ren?" Ucap David.


"Gue capek ngadepin omongan mama yang terus menerus nyuruh gue nikah, apalagi setelah papa tahu jika Ellen sudah menikah dengan Alex mereka semakin keras mendesak gue buat nikah." Ucap Darren.


"Lagian tinggal lo iya in aja apa susah nya si, lo mapan dan apa yang lo mau bisa di beli dengan mudah mau nunggu apa lagi Darren Dirgantara." Ucap David.


"Gampang pale lo pitak, lo kira nyari istri kayak beli bakwan gitu bisa main comot aja." Ucap Darren.


"Lo kebanyakan mikir padahal cewek mana yang gak mau sama elo." Ucap David, Darren terdiam dan sedikit berpikir lalu tersenyum penuh arti membuat David bergidik ngeri.


"Lo ngapain senyum-senyum kayak gitu." Ucap David.


"Barusan lo bilang kan gak mungkin ada cewek yang berani nolak gue." Ucap Darren.


"Iya terus kenapa?" Ucap David.


"Gue mau deketin salah sat putri dari Alex Gustove." Ucap Darren, membuat David terkejut bukan main.


"What? Gila lo ya." Pekik David.


"Kenapa bukankah dengan itu gue bisa bales dendam sakit hati gue sama Ellen dan Alex." Ucap Darren.


"Gak gitu ren, Meisya ataupun Freya gak tahu masalah lo sama Ellen. Gak adil rasanya kalau lo jadiin salah satu dari mereka buat jadi perantara balas dendam lo ke Ellen." Ucap David.


"Lo kenal gue dav, sebelumya gue gak pernah ada rasa kasihan atau apapun itu. Dan gak ada gunanya gue kasihani mereka termasuk Alex." Ucap Darren.

__ADS_1


"Tapi lo bukan manfaatin Alex ren, yang bakal lo manfaatin itu anaknya yang gak tahu apa-apa lo juga tahu gimana terpukul nya Meisya dan Freya kan." Ucap David, namun Darren tidak mempedulikan hal itu dan hanya mengedikan bahu nya saja.


__ADS_2