
Tepat pukul 01:00 dini hari Alex baru pulang ke rumah nya, ia melihat suasana rumah yang terlihat sepi. Penampilan yang berantakan membuat Alex tertawa menggelegar, ia berjalan dengan sedikit sempoyongan.
"Meira sudahkah kau puas melihat kekacauan ini? Kenapa kau hanya bisa melahirkan satu bayi padahal aku membutuhkan bayi yang lain, kenapa kau hanya memberikan Freya sebagai harapan terbesarku sementara aku membutuhkan harapan yang lain." Teriaknya di dalam rumah.
"Meisya dia terlalu menyayangi Freya sampai tidak peduli dengan apa yang aku inginkan, kenapa kau membuat kedua anak ini saling menyayangi Meira." Teriak nya lagi, Ellen yang mendengar sebuah teriakan pun terbangun dari tidurnya dan berlari melihat siapa yang berteriak malam-malam begini.
"Mas Alex kamu ini kenapa mas?" Tanya Ellen, ia memegang tangan Alex mencoba menahan pergerakan suaminya.
"Lepaskan saya, ini semua gara-gara kamu jal*ng kamu yang membuat saya kehilangan istri dan anak saya." Bentak Alex.
"Mas kamu ini bicara apa? Kita melakukannya karena suka sama suka kenapa kamu menyalahkan aku?" Balas Ellen.
"Kalau kamu tidak menggoda saya pada saat itu saya tidak akan kehilangan Meira, saya juga tidak akan menyakiti hati kedua putri saya." Teriak Alex.
"Mas cukup, kamu juga yang membuat aku kehilangan Darren tapi apakah aku pernah menyalahkan kamu? Enggak kan mas, aku mohon kamu jangan seperti ini mas." Ucap Ellen.
"Darren itu bukan siapa-siapa kamu dia hanya kekasih kamu, tapi Meira, Freya dan Meisya dia adalah istri dan anak-anakku darah daging ku kau tahu Freya dan Meisya anak-anak yang sudah aku kecewakan." Teriak Alex, meskipun keadaan nya sedang tidak baik-baik saja Alex tak membongkar kenyataan jika Meisya bukanlah anak kandungnya di hadapan Ellen.
"Mas aku mohon jangan seperti ini, aku tahu ini salah aku dan maafkan aku mas." Lirih nya.
"Kau selalu bertingkah tidak baik Ellen sampai sekarang aku harus kehilangan Freya, entah dibawa kemana Freya oleh Darren." Ucap Alex.
"Mas aku janji aku akan membuat Freya kembali, tapi kamu jangan seperti ini mas. Aku juga janji akan berbicara dengan Darren untuk kamu." Ucap Ellen.
Perkataan Ellen membuat Alex menatap tajam dirinya, Ellen mencoba meyakinkan Alex jika ia bisa membawa Freya kembali.
__ADS_1
"Apa yang akan kamu katakan kepada Darren? Apakah kamu akan mengatakan jika kamu rela kembali kepadanya asal dia mengembalikan Freya begitu?" Bentak Alex, ia berjalan mendekati Ellen.
"Enggak mas bukan itu yang aku bicarakan." Lirih Ellen, wanita itu terlihat mulai ketakutan.
"Lalu apa yang akan kamu katakan hah?" Tanya nya lagi.
"M-mas aku mohon jangan seperti ini kamu membuat aku takut." Uxap Ellen, Alex menghempaskan tubuh Ellen ke atas sofa.
"Inikan yang selalu kamu inginkan." Ucap Alex, ia menarik gaun tidur Ellen dengan paksa.
"Enggak, mas jangan aku mohon." Teriak nya.
Teriakan Ellen berhasil membuat Meisya dan mama nya terbangun, Meisya mendengar suara keributan pun langsung keluar dan berlari ke lantai satu.
"Daddy.. Alex." Teriak Meisya dan mama Ellen secara bersamaan.
"Mah hiks... Mas Alex kenapa mah." Lirih nya.
"Daddy apa-apaan ini kenapa Daddy jadi seperti ini." Ucap Meisya.
"Tanyakan saja kepada wanita rub*h itu." Ucap Alex, ia mengambil kembali jas kerja nya dan berjalan menaiki anak tangga.
Meisya menatap Ellen dan mama nya dengan sinis, ia menghela nafasnya ini benar-benar membuat Meisya stress melihat keadaan rumah yang menjadi kacau dan berantakan.
"Tidak bisakah kau memberikan ketenangan di rumah ini Ellen? Gue tau lo gak cinta sama Daddy tapi gak gini, karena kelakuan lo ini bisa membuat gue gila dengan kekacauan yang terjadi di rumah ini." Ucap Meisya.
__ADS_1
"Mei gue gak cari-cari masalah sama Daddy lo, gue juga gak tahu kenapa mas Alex pulang dengan keadaan seperti itu. Dia tiba-tiba teriak-teriak gue gak tahu Mei." Lirih Ellen.
"Ya ini semua terjadi karena kesalahan lo, coba dari awal lo gak pernah cari masalah dengan Freya dan Darren semua ini gak akan terjadi." Ucap Meisya.
"Kamu jangan menyalakan Ellen terus, kamu salahkan juga Freya kenapa dia malah lebih memilih Darren daripada Daddy nya." Ucap mama Ellen.
"Loh apa yang salah? Bukankah setelah menikah wanita harus menuruti perkataan suaminya selagi itu baik? Freya melakukan ini pasti sudah dia pikirkan matang-matang dan Freya juga pasti percaya Darren bisa menjaga dia, dia akan lebih bahagia bersama suaminya daripada dirumahnya tapi di kelilingi oleh orang asing." Ucap Meisya, mama Ellen menganga mendengar perkataan Meisya.
"Kamu ini ya." Teriak mama Ellen, Meisya meninggalkan kedua wanita itu tanpa banyak bicara lagi.
Mama Ellen pun lebih memilih untuk mengajak Ellen ke kamar nya, ia tidak tenang jika Ellen kembali ke kamar Alex takut-takut nanti putrinya dikasari lagi oleh Alex.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya πβΊοΈ