Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 132


__ADS_3

Sore hari Ellen dan Alex memutuskan untuk berkunjung kerumah Freya dan Darren, begitu tiba di kediaman putrinya Alex dan Ellen pun disambut dengan hangat oleh para pelayan di rumah itu.


"Selamat datang tuan dan nyonya besar." Sapa kepala pelayan.


"Hmmm, Freya dan Darren ada dirumah?" Tanya Alex.


"Ada tuan, tuan dan nyonya ada di dalam mari saya antar." Ujar nya lagi, Alex dan Ellen pun mengangguk dan mengikuti langkah kaki kepala pelayan menuju ruang keluarga yang ternyata disana sudah ada Meisya dan Leo.


"Mei kamu disini?" Tanya Alex.


"Eh, iya dad kebetulan sekali aku sedang berkunjung." Ucap Meisya tersenyum.


"Syukurlah akhirnya di tengah-tengah kesibukan kantor kita memiliki waktu untuk berkumpul." Ucap Alex, Freya dan Meisya pun tersenyum kepada sang Daddy.


"Dimana Grace apakah dia tidak kesini?" Tanya Alex lagi, ia tak melupakan keponakan kesayangan Meira itu.


"Grace sedang ada urusan diluar dad jadi dia tidak bisa ikut berkumpul disini." Ucap Freya dengan wajah kesal nya.


Pasalnya Freya sudah menghubungi Grace untuk datang ke rumah nya, namun Grace tidak bisa karena ada sesuatu yang harus ia selesaikan terlebih dahulu.


"Baiklah anak itu memang tidak pernah berubah, dia selalu saja sibuk dengan sesuatu yang kita semua tidak tahu apa yang sebenarnya Grace kerjakan." Ucap Alex, Darren dan Leo pun tersenyum dengan perkataan Daddy mertua mereka.


"Benar sekali dan itu sangat menyebalkan." Ucap Freya, Alex dan Ellen tertawa mendengar perkataan putri mereka.


"Freya." Panggil Ellen lembut bahkan sangat lembut.


"Iya mam?" Balas Freya menatap sang mama sambung.


"Ada yang ingin mama bicarakan dengan kamu nak." Ucap Ellen lagi.

__ADS_1


"Boleh ayok kita bicara di dalam." Ucap Freya.


"Mei kamu juga ikut dengan kami." Ucap Ellen, tidak ingin membuat Meisya merasa tak di anggap.


"Iya mam." Balas Meisya.


"Sayang aku kedalam dulu ya." Ucap Freya kepada Darren.


"Iya honey." Balas Darren, Alex tersenyum manis melihat keromantisan Freya dan Darren.


"Apa yang ingin mama bicarakan?" Tanya Freya, kini mereka sudah duduk di ruangan lain.


"Nak apakah keputusan kamu sudah bulat?" Tanya Ellen.


"Entahlah mam aku merasa ini yang terbaik untuk putraku, tapi aku juga sedih karena tidak melihat Gabriel pulang beberapa hari ini." Ucap Freya menundukkan kepalanya.


"Sayang jika kamu yakin mama akan selalu mendukung apapun yang menjadi keputusan kamu, soal Gabriel semoga saja Adisty bisa membujuk Gabriel." Ucap Ellen.


"Suatu saat Gabriel pasti akan mengerti kenapa kamu melakukan ini, mama yakin jika kekasih Gabriel bukan wanita itu kamu tidak akan bertindak seperti ini." Ucap Ellen, Freya menatap Ellen dengan sendu.


Dulu Freya dan Meisya sangat membenci wanita yang kini duduk berhadapan dengannya, namun kini Ellen seakan menjadi sandaran untuk Meisya dan Freya.


"Mungkin Gabriel kecewa karena aku menemui Fira tanpa sepengetahuan nya mam." Ucap Freya.


"Wajar sayang, mama juga kalau ada di posisi Gabriel mungkin akan seperti itu. Tapi mama yakin itu tidak akan berlangsung lama, Gabriel pasti akan pulang kerumah. Kamu ingat kan Frey Gabriel begitu mencintai kamu sebagai mami nya." Ucap Ellen, Freya pun mengangguk membenarkan perkataan Ellen.


"Jadi kapan kamu akan mengurus semuanya?" Tanya Meisya.


"Kakak bantu aku ya, mama juga, nanti aku akan mengajak Grace juga." Ucap Freya tertawa kecil.

__ADS_1


"Hilih kamu ini selalu saja begitu." Ucap Meisya mencebikan bibirnya.


"Kenapa kalian tidak mau membantuku?" Kesal Freya.


"Gak ada yang bisa nolak keinginan Freya gak ada." Ucap Meisya, Ellen pun tertawa melihat kedua putri sambung nya.


"Sudah-sudah kalian ini kenapa malah berdebat." Ucap Ellen menengahi.


"Kakak yang mulai," balas Freya.


"Ish apaan sih kok jadi aku?" Kesal Meisya, Freya hanya memutar bola matanya malas membuat Meisya mencebikan bibirnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading 🤗😉 kasi like komen dan vote ya biar othor semangat terus update nya 😉


__ADS_2