
Keesokan harinya Darren sedang sarapan bersama dengan kedua orang tuanya, papa menatap Darren dengan tatapan dingin ini benar-benar tidak seperti biasanya.
Sementara Darren seperti biasanya tidak ada yang berubah dari sikap Darren, ia bersikap seakan tak pernah terjadi apapun di antara dirinya dan orang tuanya.
"Ajak dia ke rumah hari ini." Ucap papa, mendengar itu Darren meletakkan sendok makan yang tadi ia pegang.
"Dia siapa?" Tanya Darren, mama tahu pagi ini akan ada perdebatan lagi antara suami dan putranya.
"Darren." Ucap mama dengan lembut.
"Kenapa?" Tanya Darren.
"Papa tidak menerima alasan apapun kamu harus mengenalkan wanita itu hari ini juga." Ucap papa, dalam hati Darren tersenyum karena ia bisa menikahi Freya dan melancarkan rencana nya untuk membalas dendam.
"Baik." Ucap Darren, membuat papa dan mama menatapnya.
"Kamu serius?" Tanya mama.
"Apa aku pernah berbohong kepada mama dan papa?" Ucap Darren, mama dan papa pun saling menatap satu sama lain.
"Ah tidak nak, baiklah mama tunggu kedatangan kamu dengan gadis itu." Ucap mama, Darren mengangguk dan bangun dari duduknya.
"Aku pergi sekarang." Ucap Darren, papa pun hanya mengangguk saja.
Sementara mama terlihat begitu gelisah, ia takut jika wanita yang nanti di bawa ke rumah oleh putranya bukanlah wanita baik-baik.
"Kamu kenapa ma?" Tanya papa Darren.
"Pa mama khawatir, bagaimana jika wanita itu bukan wanita baik-baik. Bagaimana jika dia sama seperti Ellen hanya ingin harta Darren saja." Ucap mama.
"Mau bagaimana lagi, baik ataupun tidak kita harus tetap menikahkan mereka. Kamu tahu aku tidak suka lelaki yang merusak wanita sekalipun aku sendiri seorang lelaki." Ucap papa.
"Pa mama baru saja memiliki rencana untuk mengenalkan Darren dengan seorang gadis, mama bertemu dengan dia di pinggir jalan saat mobil milik gadis itu mogok." Ucap mama.
__ADS_1
"Kenapa mama baru bilang sekarang?" Ucap papa.
"Niatnya mama mau bilang kemarin saat makan malam, tapi belum sempat makan malam kita sudah mendapatkan kabar mengejutkan." Ucap mama terlihat kecewa.
"Sudahlah kalau begitu, sebaiknya kita berdoa saja agar wanita yang bernama Darren saat itu adalah wanita yang baik." Ucap papa, mama pun hanya bisa mengangguk pasrah saja.
Dan di tempat lain terlihat Darren yang sedang berdiri di depan rumah Alex, disana terlihat Darren yang sedang memaksa Freya agar mau ikut bersama dengan nya.
"Gue gak mau, dan gue gak suka di paksa jadi stop paksa gue." Ucap Freya.
"Frey come on kamu harus ketemu orang tua saya." Ucap Darren.
"Gue gak mau!" Tegas Freya.
"Ck, jangan salahkan saya jika saya memakai cara lain agar bisa mengajak kamu ke rumah saya." Ucap Darren, Freya tercengang melihat wajah serius Darren. Apakah ini artinya Darren sedang menunjukkan sifat asli nya?
"Gue gak peduli_ aaaaaaa, lepas Darren bisa turunin gue gak jangan kaya gini." Teriak Freya, dan tanpa keduanya sadari ada Ellen yang memperhatikan mereka berdua.
"Sudah saya bilang kalau saya tidak menerima penolakan berbentuk apapun!" Ucap Darren, kini ia mendudukan tubuh mungil Freya di kursi mobil dan menutup pintu nya.
"Meisya." Lirih Ellen, Meisya memasang senyum sinis nya.
"Apakah kamu juga berencana untuk merebut Darren dari Freya, setelah kamu berhasil merebut Daddy." Ucap Meisya, Ellen menatap kesal kepada Meisya.
"Meisya cukup ya, kenapa kamu dan Freya selalu berbicara seenaknya." Ucap Ellen.
"Ya karena kamu aneh, saat pertama kali Darren kesini dan mengatakan akan menikahi Freya kamu terlihat tidak rela jika Freya menikah dengan Darren." Ucap Meisya.
Wajah Ellen terlihat gugup ia tak menyangka jika Meisya memperhatikan dirinya, kalau begini itu artinya Ellen harus berhati-hati dengan Meisya dan Freya.
"Aku, aku hanya tidak ingin Freya terluka Darren terlihat bukan lelaki yang baik untuk Freya." Ucap Ellen.
"Hmmm, lalu jika Darren bukan lelaki yang baik untuk Freya, apakah kamu tahu lelaki baik seperti apa yang cocok untuk Freya? Sementara kau saja sudah membuat Daddy sebagai cinta pertama Freya terlihat jahat." Ucap Meisya, Ellen menelan saliva nya perkataan Meisya benar-benar seperti sedang menjebak dirinya.
__ADS_1
"Meisya itu masa lalu kenapa kamu terus membahas hal itu, lagi pula aku hanya khawatir bagaimana jika Darren hanya memanfaatkan Freya." Ucap Ellen.
"Tidak masalah bukan kah jika seperti itu tidak ada bedanya dengan kamu Ellen, karena kamu juga hanya memanfaatkan Daddy." Ucap Meisya, kali ini Ellen benar-benar kesal karena selalu kalah telak oleh perkataan Meisya.
"Terserah Mei terserah kamu aku hanya khawatir." Ucap Ellen.
"Kamu khawatir kepada Freya? Kenapa kamu tidak khawatir kepada diri kamu sendiri saja, apakah kamu tidak tahu jika setelah Freya menikah Daddy akan menyerahkan perusahaan nya kepada putri-putrinya." Ucap Meisya, meskipun Meisya anak angkat ia juga termasuk dalam ahli waris Alex dan Meira.
"Aku juga sedang mengandung anak Alex, bagaimana jika anak yang aku kandung bayi laki-laki bukankah seluruh kekayaan Alex akan jatuh ke putranya nanti." Ucap Ellen, Meisya tertawa renyah mendengar perkataan Ellen.
"Hahaha, jaga saja kandungan kamu baik-baik Ellen, satu lagi jangan banyak bertingkah sebelum kamu menyesal." Tegas Meisya, Ellen pun terdiam dan refleks memegangi perutnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊