Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 39


__ADS_3

Hari ini adalah hari libur saat Freya hanya mengenakan pakaian santai nya namun tidak dengan Darren, ia memakai pakaian rapi hari ini.


"Saya ada urusan dan harus pergi sekarang." Ucap Darren, Freya diam tak menjawab sepatah kata pun.


Darren yang melihat Freya diam hanya melirik nya saja tanpa berbicara lagi Darren berjalan keluar dari kamar, melihat kepergian Darren Freya menghela nafasnya.


"Apa sebenarnya yang di sembunyikan oleh Darren, tunggu jika Darren memiliki kekasih atau wanita yang dicintainya bukankah seharusnya mama juga tahu siapa wanita yang dicintai oleh Darren? Kalau begitu aku akan bertanya saja kepada mama." Gumam Freya, wanita itu langsung meraih ponselnya dan berjalan keluar mencari keberadaan mertuanya.


"Mbak maaf lihat mama tidak?" Tanya Freya kepada seorang pelayan.


"Oh nyonya ada di taman belakang non." Jawab mbak.


"Baiklah terimakasih." Balas Freya, mbak pun mengangguk sopan kepada Freya.


"Mah." Panggil Freya, mama menoleh melihat menantu nya. Mama merasa sedih saat melihat Freya, sebelum Darren pergi tadi mama dan putranya itu sempat berdebat hingga akhirnya membuat mama memilih untuk menenangkan pikirannya di taman.


"Sayang." Balas mama.


"Mama kenapa kok kaya sedih gitu?" Tanya Freya, mata indah Freya menatap mama dengan tulus.


"Tidak apa-apa sayang mama hanya kurang tidur saja semalam, kamu kenapa mencari mama?" Ucap mama, Freya mengangguk dan menatap mama.


"Ma Freya boleh bertanya tapi mama jawab jujur pertanyaan Freya." Ujar nya, mama merasakan jantungnya berdegup kencang ia takut jika Freya mengetahui bahwa Darren mantan kekasih Ellen.


"I-iya sayang ada apa?" Ucap mama.


"Ma apakah benar jika Darren memiliki kekasih?" Tanya Freya, mama melongok mendengar pertanyaan menantu nya.


"Kekasih? Kamu kata siapa?" Ucap mama.


"Kata Darren dia memiliki kekasih yang sedang mengejar karier nya di luar negeri." Ucap Freya, mama menyumpah serapahi Darren bisa-bisanya ia membohongi Freya.

__ADS_1


"Enggak ah setahu mama Darren gak punya kekasih sayang." Balas mama.


"Mama yakin? Ah, maaf aku menanyakan ini kepada mama aku hanya tidak ingin di sebut sebagai perebut kekasih orang." Ucap Freya, mama tersenyum dan memegang kedua tangan Freya.


"Mama yakin nak, Darren memang tidak memiliki kekasih saat menikah dengan kamu dia sudah lama menyendiri." Ucap mama.


"Tapi Darren pernah pacaran kan ma, kalau boleh tahu siapa wanita yang dulu dicintai oleh Darren?" Tanya Freya, mama diam ia memutar otak nya agar tidak salah menjawab.


"CK, kamu kenapa bahas masa lalu Darren hmmm. Yang terpenting kan sekarang kamu yang menjadi masa depannya." Ucap mama tersenyum, Freya diam dan ikut tersenyum ternyata mama juga ingin menutupi siapa mantan kekasih Darren.


"Mama benar, aku memang suka konyol maafkan aku ya ma." Ucap Freya, mama tertawa kecil dan mengangguk.


"Maafkan mama nak mama hanya takut jika kamu akan marah dan meninggalkan anak mama, mama sudah sangat menyayangi kamu Frey mama jatuh hati kepada kamu saat pertama kali kita bertemu. Mama merasa kamu adalah sosok anak perempuan yang mama dan papa inginkan." Batin mama.


"Yasudah kalau begitu Freya balik ke kamar dulu ya ma." Ujar nya.


"Iya sayang kamu istirahat ya, kalau butuh apa-apa nanti kamu panggil mbak saja." Ucap mama, Freya mengangguk dan berjalan pergi menuju kamar nya.


"Gue benar-benar harus mencari tahu semuanya sendiri, dan apa yang Grace bilang itu benar Darren pasti tahu semua informasi tentang gue." Gumam Freya, ia berjalan mengendap-endap menuju ruang kerja Darren.


"Tapi apa yang harus aku cari disini." Gumam nya, ia berjalan menuju meja kerja Darren.


"Ah, biasanya cowok suka menyimpan foto wanita yang ia cintai di ruang kerja nya kan. Seperti Daddy yang menyimpan foto mami, aku dan Meisya." Gumam Freya lagi, ia terus berusaha untuk mencari tahu sesuatu dan membuka laci meja kerja Darren.


"Foto mami kenapa disini ada mami, gak mungkin kan mami memiliki hubungan dengan Darren. Gak itu gak mungkin mami sangat setia kepada daddy, ah foto mami pasti untuk dijadikan alat agar Darren tahu semua tentang keluargaku." Lirih Freya, ia merasa miris dengan kehidupan nya.


Saat Freya akan membuka laci selanjutnya tiba-tiba saja seseorang menarik tangan Freya dan melempar tubuh mungil gadis itu ke sofa, Freya tersentak dan mendongak ia terkejut melihat kehadiran Darren dengan wajah merah padam.


"Darren." Lirih nya.


"Lancang sekali kamu masuk ke ruang kerja saya." Ucap Darren, ya saat di perjalanan tadi Darren melihat cctv ruang kerja nya dan betapa terkejutnya Darren melihat Freya berada di sana.

__ADS_1


"Maaf aku_" Ucapan Freya terhenti.


"Ternyata kamu sama seperti Daddy kamu yang suka menyentuh milik orang lain." Ucap Darren dengan sinis.


Deg, jantung Freya berdegup kencang apa maksud Darren dengan Daddy yang menyentuh milik orang lain.


"Apa maksud kamu?" Tanya Freya.


"Keluar dari sini!" Teriak Darren, Freya menggeleng ia ingin tahu maksud dari perkataan Darren.


"Gak, jelasin dulu apa maksud kamu mengatakan daddy ku suka menyentuh milik orang lain." Balas Freya.


"Cih, kalian itu sama saja benar kata orang buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Keluar dari sini Freya sebelum saya bertindak kasar!" Ucap Darren, karena terlanjur sakit hati Freya pun keluar dan pergi ke kamar nya.


Freya benci keadaan seperti ini, kenapa harus menyeret nama orang tuanya atas kesalahan yang ia buat. Bagaimanapun Alex tetaplah Daddy nya, selama ini Alex sudah menjadi Daddy terbaik untuk anak-anak nya meskipun mungkin Alex gagal menjadi suami yang baik untuk Meira mami nya.


"Jahat, aku gak akan tinggal diam dan aku akan cari tahu semuanya Darren Dirgantara." Lirih Freya, ia mengepalkan tangannya kini gadis itu akan benar-benar mencari tahu informasi tentang Darren.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ


__ADS_2