
"Sayang." Panggil Darren masuk bersama dengan dokter bersalin.
"Sayang." Sahut Freya dengan lemah.
"Darren kamu temani Freya ya kami akan menunggu diluar." Ucap Ellen, Darren mengangguk dan langsung menggenggam tangan Freya lalu mengecup setiap inci wajah Freya.
"Nona Freya tolong atur nafas ya nona, tarik nafas dan buang secara perlahan terus saja seperti itu. Jangan berteriak ataupun banyak memberontak, karena itu akan membuat tenaga nona habis dan lemas." Ucap dokter, Freya mengangguk menuruti perkataan dokter.
Melihat istrinya yang berjuang Darren ikut berkeringat, air mata Darren menetes saat melihat Freya menged*n dan terengah-engah.
"Ellen." Panggil mama Darren.
"Nyonya Dirgantara." Sapa Ellen dengan sopan.
"Ah maaf, nyonya Gustove terimakasih karena mau menemani Freya." Ucap mama Darren.
"Tidak masalah ini sudah menjadi tugas saya sebagai mama nya Freya." Ucap Ellen, mama Darren merengkuh tubuh mungil Ellen kedalam pelukannya.
Ia tahu ini sulit untuk Ellen karena harus memiliki dua anak yang usianya tidak beda jauh dengan dirinya, Ellen menitihkan air matanya dalam pelukan mama Darren.
"Maafkan kesalahan saya dimasa lalu tante, maaf karena saya telah mengecewakan tante dan om. Maaf karena saya juga menyakiti putra semata wayang kalian, sungguh perbuatan saya dimasa lalu begitu buruk bahkan saya membuat Meisya dan Freya kehilangan mami nya." Ucap Ellen, wanita itu terlihat mencoba tegar namun nyatanya air mata tak bisa berbohong. Air mata Ellen terus mengalir deras di pipi mulus nya, bahkan ia merasa sesak sendiri karena harus menahan tangisnya.
"Tidak apa nak, tante harap itu kamu jadikan sebagai pelajaran ya. Tante tahu posisi kamu saat ini tidak mudah, kamu harus menjadi ibu untuk Meisya yang seharusnya menjadi teman kamu, dan Freya yang seharusnya menjadi adik kamu. Tapi tante yakin kamu bisa Ellen, buktikan kamu bisa menjadi yang terbaik untuk mereka." Ucap mama Darren, wanita itu melepaskan pelukannya dari Ellen.
"Emmm, saya akan selalu mencoba untuk memperbaiki semuanya tante." Ucap Ellen, mama Darren pun tersenyum manis kepada Ellen.
__ADS_1
Senyum yang selama ini tidak pernah Ellen lihat, dulu mama Darren tak pernah mau tersenyum untuk nya. Ellen sadar mungkin mama Darren memiliki firasat jika dirinya bukan wanita yang baik untuk Darren, dan Ellen pun sadar dirinya dulu memang bukanlah wanita yang baik.
Darren yang menunduk tiba-tiba mendongak saat mendengar suara tangis bayi yang begitu nyaring, ia menatap bayi mungil, berkulit putih, hidung mancung yang kini berada dalam pelukan dokter.
"Tuan lihatlah bayi anda bukankah sangat tampan." Ucap dokter itu.
"Anak saya laki-laki dok?" Tanya Darren tak percaya.
"Betul tuan, saya mandikan dulu setelah itu silahkan tuan untuk mengadzani nya." Ucap dokter.
Darren menatap Freya yang terlihat lemah, bahkan untuk membuka matanya saja sepertinya Freya tak sanggup karena merasa begitu lelah.
"Darren bagaimana keadaan Freya?" Tanya mama saat melihat putranya keluar dari ruang bersalin.
Tanpa menjawab Darren memeluk mama nya, ia merasa bersalah kepada Freya karena istrinya kini tak sadarkan diri.
Alex yang mendengar itu langsung jatuh terduduk di lantai, ada apa dengan putrinya. Selama ini Freya selalu menjadi gadis yang kuat dan mandiri, tapi kenapa kini putri bungsunya begitu lemah.
"Mas." Pekik Ellen.
"Freya." Lirih Alex.
"Dad Freya akan baik-baik saja, Daddy harus percaya jika Freya wanita yang kuat bukan." Ucap Meisya.
Grace menatap nanar ruangan bersalin itu, Grace menitihkan air matanya dalam hatinya ia banyak berdoa untuk kesembuhan Freya.
__ADS_1
"Freya gak lo gak boleh nyerah sampai sini, tanggung jawab lo masih banyak Frey anak yang lo impikan baru saja lahir." Batin Grace.
"Darren tenang nak Freya pasti akan baik-baik saja, kami disini tidak putus mendoakan istri kamu." Ucap papa Darren.
"Darren salah pa, Darren salah sebagai suami kenapa Darren tidak menemani Freya sejak awal." Ucap Darren.
"Darren Freya akan baik-baik saja, percaya Freya wanita yang kuat di antara wanita yang lain." Ucap Leo tiba-tiba, membuat Darren menatap Leo dengan datar.
"Leo benar, Freya wanita yang kuat pak Darren anda harus percaya kalau Freya akan baik-baik saja." Ucap Grace.
Mama tersenyum dan menepuk-nepuk pundak Darren guna untuk menenangkan putranya, mama tahu Darren sangat khawatir akan keadaan dan keselamatan Freya.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya πβΊοΈ