Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 122


__ADS_3

Keesokan harinya saat jam istirahat Gabriel tak sengaja di tabrak oleh seorang wanita hinnga membuat pakaian nya basah dan kotir karena ketumpahan coklat hangat, keduanya terlihat begitu terkejut apalagi si wanita.


"Maaf, maafkan saya tu-an>" Ucapnya gugup setelah melihat siapa lelaki yang tak sengaja ia tabrak.


"Kau, kenapa aku selalu si*al jika bertemu denganmu." Ucap Gabriel.


"Maaf tuan sekali lagi maafkan saya, saya tidak sengaja tuan." Ujar nya.


"Kanaya." Panggil Lura.


"Oh my god." Ucap Laura lagi terkejut melihat apa yang terjadi.


Gabriel menatap tajam kedua wanita yag berdiri di hadapannya, dalam hatinya Laura menjerit menyesal telah menyusul Kanaya yang berada alam posisi kabur salah diam lebih salah.


"Nay lo ngapain siram tuan bos pake coklat hangat lo?" Tnya Laura.


"Ra sumpah gue gak sengaja ra." Lirih Kanaya.


"Kamu itu memang jalan tidak pernah memakai mata atau gimana?" Ucap Gabriel.


"Maaf tuan tapi bukankah berjalan itu mengguakan kaki?" Ucap Laura polos.


"Aa kalian berjalan hanya menggunakan kaki saja? Pantas teman mu ini tidak bisa melihat orang yang berada di hadapannya." Ucap Gabriel pedas.


"Tuan ni salah saya dan saya minta maaf atas kecerobohan saya." Ucap Kanaya.

__ADS_1


"Honey." Pnggil seseorang tiba-tiba membuat Gabriel, Kanaya dan yang lainnya menoleh.


"Fira." Ucap Gabriel.


"What, sayang baju kamu kenapa kotor seperti ini?" Ucap Fira heboh.


"Tidak apa-apa Fir." Ucap Gabiriel.


"No\, ini pasti gara-gara gadis misk*n dan ud*k ini kan?" Ucap Fira menunjuk Kanaya.


"Eh mbak kalau ngomong dijaga ya." Ucap Laura.


"Loh memang kenyataan nya seperti itu kan kalian itu gadis misk*in, lagian kamu memangnya kamu bisa mengganti pakaian Gabriel yang sudah kamu nodai hah." Ucap Fira kepada Kanaya.


"Saya minta maaf nona saya tidak sengaja, dan saya akan mengganti rugi pakaian tuan muda yang sudah saya kotori." Ucap Kanaya.


"Fir sudah dia tidak sengaja jadi tidak perlu kamu perpanjang." Ucap Gabriel.


"Gak bisa gitu dong sayang dia harus diberi pelajaran agar tidak kebiasaan, oh atau kamu sengaja mau menggoda kekaih saya iya?" Ucap Fira membuat Kanaya tercengang.


"Enggak mbak gak git_" Ucapan Kanaya terhenti saat Fira mengambil minuman yang dipegang oleh Laura dan menyiram wajahnya.


Byurrrrr...


"Emang gatal kamu ya." Ucap Fira, hal itu menarik perhatian beberapa karyawan disana.

__ADS_1


"Fir stop!" Bentak Gabriel.


"Nay lo gak apa-apa nay?" Tanya Laura panik melihat Kanaya disiram jus buah naga, wajah dan pakaan nya kotor hingga warna alami buah itu menempel di baju dan wajah Kanaya.


"Kamu kenapa marah sama aku si honey?" Kesal Fira.


"Kamu keterlaluan Fira, bukankah akku sudah bilang dia tidak sengaja kenapa kamu terus memarahinya." Ucap Gabriel, lelaki itu melepas jas kerja nya dan memakaikan nya di tubuh Kanaya.


"Sayang ih kamu apa-apaan sih." Kesal Fira, Kanaya hanya menunduk mau dengan air mata yang menetes di pipi mulus nya.


"Saya minta maaf atas sikaf Fira yang kelewatan." Ucap Gabriel, Kanaya pun mendongak dan menatap wajah tampan Gabriel.


"Bukankah anda juga sama tuan, saya sudah meminta maaf sebelumnya tapi anda tidak mempedulikan hal itu." Ucap Kanaya.


"Saya tidak tahu jika Fira akan datang kesini, jika saya tahu saya tidak akan mempermasalahkan hal itu." Ucap Gabriel.


"Gabriel cukup untuk apa kamu minta maaf sama dia." Ucap Fira.


"Diam kamu Fir, seharusnya kamu yang minta maaf." Kesal Gabriel.


"Ini jas anda tuan saya tidak membutuhkannya, saya permisi." Ucap Kanaya pergi dari sana.


"Nay tunggu." Panggil Laura.


"Nay lo balik aja ya baju lo kotor dan basah nanti gue ijinin." Ucap Laura.

__ADS_1


"Orang kaya kenapa suka seenaknya ya ra." Lirih Kanaya, kini kedua wanita itu sedang berada dalam toilet wanita.


"Lo yang sabar ya nay, gue juga kesel liatnya coba tuan Gabriel gak nahan-nahan lo pasti gak akan seperti ini kejadiannya." Ucap Laura, Kanaya hanya tersenyum getir mendengar perkataan Laura.


__ADS_2