
Malam hari Darren pulang dari kantor nya dan memutuskan untuk pergi ke club sepertinya lelaki itu ingin menenangkan diri sejenak, sementara David hanya bisa diam dan menuruti saja keinginan sahabatnya yang satu ini.
"Lo yakin mau pergi ke sana?" Ucap David.
"Hmmm, lo bisa diem aja gak dav berisik banget dari tadi." Ucap Darren.
:Ya gak gitu ren, gue cuma bingung aja kenapa lo jadi kayak gini. Gak ada guna nya lo galau in Ellen dia aja belum tentu peduli sama lo." Ucap David, Darren diam dan tidak menanggapi perkataan David.
Dan ternyata tidak hanya Darren yang pergi ke club untuk menenangkan dirinya, Freya juga berada disana bersama dengan sahabat nya.
"Frey come on lo gak boleh kayak gini, lo harus bahagia jangan pernah berpikir gak ada yang sayang sama lo Freya. Gue yakin mau bagaimanapun sikap lo sama daddy lo itu gak akan merubah kenyataan kalau elo itu putri kesayangan dia." Ucap Grace, yang tak lain adalah sahabat Freya.
"Grace ini gak mudah buat gue, gue pengen Ellen merasakan apa yang mami gue rasain selama ini tapi harus dengan cara apa gue lakuin itu semua." Ucap Freya.
"Ya lo nikahin bapak nya aja gampang kan." Ucap Grace, jangan heran dengan sikap Grace memang wanita seperti itu.
"Ogah, kalau gue nikahin bokap nya itu bukan bikin dia kaya mami tapi malah bikin dia ngerasain apa yang gue rasain selama ini." Ucap Freya, Grace tertawa mendengar perkataan Freya.
"Ya terus lo maunya kayak gimana Freya." Ucap Grace.
"Kenapa gak lo nikahin aja daddy gue." Ucap Freya ngaur.
"Gila lo ya, gak gue gak mau kalau gitu caranya gue gak ada beda nya dong sama dia." Ucap Grace.
"Grace daddy gue masih ganteng keren dan h*t kok." Ucap Freya.
__ADS_1
"Gue tahu Frey, dan karena itu juga itu si lakor suka sama daddy lo. Tapi gak gitu cara nya kita harus cari cara lain." Ucap Grace.
"Ya apa?" Ucap Grace.
"Sabarlah gue mikir dulu kebiasaan banget lo gak sabaran." Ucap Grace, Freya tertawa kecil mendengar perkataan Grace.
Dan di sudut lain terlihat Darren dan David yang sedang memperhatikan Freya, David melirik Darren yang tidak melepaskan pandangan nya dari Freya yang tak lain adalah putri bungsu Alex.
"Dia Freya Gustove putri bungsu dari Alex Gustove." Ucap David, Darren menaikan satu alis nya dan menatap David.
"Sepertinya kamu tahu banyak tentang anak-anak Alex." Ucap Darren.
"Tidak juga, saya hanya melakukan sesuatu sebelum di perintahkan karena saya tahu kamu akan membutuhkan ini." Ucap David sok formal.
"Tapi bukankah ini yang kamu inginkan tidak perlu menunggu informasi yang kamu butuhkan." Ucap David, Darren mengangguk dan melipat kedua tangan nya di dada.
"Apalagi yang kamu tahu tentang dia?" Ucap Darren.
"Freya Gustove dia berbeda dengan Meisya, Freya tumbuh besar di negara lain sementara Meisya dia benar-benar hidup dengan Alex dan Meira." Ucap David.
"Kenapa begitu bukankah Freya adalah putri kesayangan Alex." Ucap Darren.
"Freya melakukan itu untuk Meisya, Freya tidak ingin Meisya merasa jika Alex dan Meira tidak benar-benar menyayanginya. Setelah Freya mengetahui kenyataan jika Meisya selalu merasa cemburu kepadanya saat itu pula Freya memutuskan untuk tinggal diluar bersama saudaranya dan Alex menyetujui hal itu." Ucap David.
"Ck, katakan saja jika Meisya bukan putri kandung Alex dan Meira." Ucap Darren, David terdiam mendengar perkataan Darren.
__ADS_1
"Kamu mengetahuinya?" Ucap David.
"Kamu pikir saya sebodoh itu hanya mengandalkan informasi yang kamu dapatkan." Ucap Darren, David tersenyum kecil dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Sepulang dari club Freya di hadang oleh Alex, lelaki itu merasa kecewa dengan kelakukan putri kesayangan nya Alex juga merasa bersalah kepada Freya dan merasa sudah menghancurkan kebahagiaan Freya.
"Dari mana saja kamu?" Ucap Alex, Freya mendongak menatap wajah Alex.
"Gak penting aku dari mana." Ucap Freya.
"Freya daddy tidak suka kamu seperti ini." Ucap Alex.
"Dan aku tidak peduli, aku tidak peduli apapun tentang daddy. Aku tidak peduli daddy suka atau tidak dengan sikap ku." Ucap Freya.
"Freya." Panggil Ellen, Freya berdecak melihat Ellen yang berjalan mendekatinya.
"Apa? Mau ekting seperti apalagi kamu hmmm." Ucap Freya.
"Freya jaga sikap kamu." Ucap Alex.
"Jaga sikap? Bukankah harusnya wanita ini yan menjaga sikap, dia bukan siapa-siapa di rumah ini dad dia hanya menumpang disini dan bisa-bisanya bersikap seperti nyonya besar." Ucap Freya, perkataan pedas Freya menyulut emosi Alex.
"Jaga bicara kamu Freya dia itu istri daddy dan itu artinya dia adalah mami kamu." Ucap Alex, memuat Freya kembali teringat dengan mami nya.
"Mami Frey sudah meninggal, apakah kalian lupa hmmm? Kalian lah yang sudah menyebabkan mami meninggal, aku ingin sekali menyebut kalian pemb*nuh mami." Teriak Freya, Alex dan Ellen bungkam mendengar perkataan Freya. Alex menatap nanar Freya yang berlari menaiki anak tangga.
__ADS_1