
Saat berada di ruang makan Darren duduk tepat di samping Freya yang artinya berhadapan dengan Ellen, Darren memasang wajah datar nya membuat Ellen terdiam.
"Sayang kamu mau makan apa?" Tanya Freya.
"Apa saja yang kamu pilihkan aku makan." Balas Darren, ia memegang ponselnya seperti sedang memeriksa sesuatu.
"Ck, baiklah." Balas Freya.
Freya pun mengambilkan makanan untuk Darren dan itu tidak lepas dari pantauan Ellen, Darren menerima piring berisi makanan dari Freya.
"Terimakasih." Balas Darren tersenyum.
"Frey gue tuh sampai kaget lo belum datang kesini tadi, gue kira lo nyasar." Ucap Freya.
"Haha, gak lah yakali nyasar." Balas Freya.
"Gak mungkin nyasar lah masa ke kantor suami sendiri pakai nyasar segala." Balas Meisya, Grace dan Freya pun tersenyum mendengar perkataan Meisya.
"Darren bagaimana apakah Freya selalu membuat kamu kesal?" Tanya Alex.
"Tidak dad Freya sangat baik dan menurut kami bahkan tidak pernah bertengkar." Jawab Darren, ia sengaja menutupi pertengkarannya dengan Freya
"Benarkah? Jika begitu Daddy senang mendengarnya, karena yang Daddy tahu selama ini Freya cukup keras kepala. Dan tidak menyangka dia akan menurut kepada kamu." Ucap Alex sambil tertawa, mereka berbincang di sela-sela makan malam nya.
"Bukankah itu sudah umum jika seorang wanita akan berubah saat dia sudah menikah, dan menemukan lelaki yang tepat." Balas papa Darren.
"Benar sekali Freya ini sangat mirip seperti maminya, dulu juga Meira sangat keras kepala dan susah diatur. Tapi setelah menikah dia sangat berubah dan begitu patuh kepada saya suaminya." Balas Alex, Ellen dan mama nya mulai kesal mendengar percakapan di meja makan itu.
"Bukankah perempuan terlalu keras kepala juga tidak bagus?" Kali ini mama Ellen yang berbicara.
"tidak juga contohnya Freya, setelah menikah dia semakin lebih baik dan tidak pernah ada masalah dengan anak saya Darren." Balas mama Darren.
"Benar tante, tante Meira yang sangat keras kepala saja bisa melahirkan dan mendidik anak-anak nya dengan baik. Justru orang yang sok baiklah yang belum tentu bisa mendidik anaknya dengan baik." Balas Grace, tatapan Grace mengarah kepada mama Ellen.
"Nah iya kan, saya justru bangga kepada Freya meskipun keras kepala dia bisa memposisikan dirinya sebagai istri Darren. Dan satu lagi tidak pernah membuat Darren malu." Ucap mama Darren lagi.
__ADS_1
"Baguslah kalau begitu bukankah menantu impian anda seperti itu?" Ucap Ellen, mama Darren tertawa mendengar perkataan Ellen.
"Bukan hanya saya semua ibu yang memiliki anak laki-laki menginginkan menantu yang baik." Balas mama Darren, Freya melihat perdebatan sengit di meja makan itu.
Ini bukanlah sebuah obrolan yang santai, namun ia tak menghiraukan hal itu Freya hanya melirik Darren yang makan dengan tenang.
"Ah suamiku ini sungguh manis, dia tetap santai di tengah-tengah perdebatan mantan kekasih dan calon mertua yang kandas." Batin Freya, ia tersenyum tipis membuat Grace dan Meisya saling menyenggol satu sama lain.
"Sudah-sudah kenapa jadi saling membela seperti ini." Ucap papa Darren.
"Tidak apa-apa om yang dikatakan oleh Tante itu benar adanya kok." Ucap Meisya.
"Nah benar kan Mei, pokonya tidak semua orang keras kepala itu gak bagus. Buktinya Freya bagus-bagus saja." Ucap mama Darren.
"Kamu apakan mama aku sayang sampai dia seperti itu." Bisik Darren di telinga Freya.
"Tidak aku apa-apakan sungguh." Balas Freya, Darren menghela nafasnya melihat kelakuan sang mama.
Setelah selesai acara makan malam mama dan papa Darren pun pamit untuk pulang, mama menatap Freya yang berdiri di samping putranya.
"Mah Freya baru hari ini akan menginap masa sudah kangen saja." Ucap Darren.
"Kamu ini bagaimana sih biasanya kan mama selalu bersama dengan Freya, waktu kalian liburan saja mama kangen Freya kamu berlibur terlalu lama." Ucap mama.
"CK, itu karena menantu mama yang ketagihan aku manjakan." Ucap Darren.
"Aduh ada air gak si kok seret benar ya." Ucap Grace berniat mengejek Ellen, yang sejak tadi hanya diam.
"Panas gak sih Grace." Ucap Meisya.
"Iya kayak bau gosong gitu." Ucap Grace lagi.
"Hah enggak ah om gak mencium bau gosong." Ucap Alex.
"Hidung om mancung doang tapi kurang tajam." Ucap Grace, Freya tertawa kecil melihat tingkah Grace dan Meisya.
__ADS_1
"Haha, hati-hati kebakaran Grace." Timpal mama Darren.
"Sudah-sudah mah kita pulang biarkan Freya menghabiskan waktu dengan keluarga nya, toh juga selama menikah Freya jarang sekali untuk pulang." Ucap papa, mama pun mengangguk dan berpamitan.
"Mama dan papa hati-hati dijalan ya." Ucap Freya, mama dan papa pun mengangguk.
"Iya sayang." Balas mama, sebelum pergi tak lupa ia mengecup kening Freya.
Setelah kepergian mama dan papa Darren merekapun kembali kedalam rumah, hari ini Grace akan menginap dan akan tidur bersama dengan Meisya.
Melihat anak-anak nya berkumpul dan kediaman nya terlihat ramai Alex terlihat begitu bahagia, ia merasa senang karena akhirnya Freya dan Darren mau menginap di rumah nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya πβΊοΈ