
Setelah kepergian Darren dan Freya, Alex menatap tajam istrinya yang sedang hamil. Ellen yang di tatap seperti itu oleh Alex pun menundukkan kepalanya, Alex mengusap kasar wajah nya.
"Kamu ini apa-apaan Ellen, kamu lihat bagaimana wajah Darren dia pasti marah karena kamu hampir saja melukai istri nya." Ucap Alex.
"Mas aku gak sengaja dan aku juga gak tahu kalau ternyata yang aku dorong itu tubuh Freya, lagian Freya juga gak kenapa-napa ada Darren yang menolong dia." Balas Ellen, dalam hatinya Ellen kesal karena Alex dan Darren malah membela Freya.
"Ellen setelah ini apa yang akan dipikirkan oleh Darren? Dia pasti berpikir jika aku tidak bisa mendidik kamu menjadi ibu yang baik untuk Freya dan Meisya, bersyukur Meisya tidak ada disini." Ucap Alex.
"Mas kok kamu gitu sih, kamu kenapa malah menyudutkan aku. Jelas-jelas yang salah itu sahabat dari putri kamu, dia yang memulai pertengkaran tadi." Ucap Ellen.
"Sudah cukup Ellen, seharusnya kamu bisa menahan diri. Kamu serang hamil bersyukur tadi Freya yang terdorong, bagaimana jika itu kamu apa yang akan terjadi lagi kepada anak kita." Ucap Alex, Ellen bungkam hampir saja ia melakukan kesalahan lagi.
"Iya aku minta maaf mas, aku sudah bilang aku lepas kendali." Balas Ellen.
"Sudah kita pulang sekarang ini sangat memalukan!" Ucap Alex, wajah Ellen terlihat memerah menahan tangisnya.
Sesampainya di rumah Ellen langsung berlari menuju kamar nya, Meisya mengernyit melihat penampilan Ellen yang berantakan.
"Ada drama apa lagi nih." Ucap Meisya, mama Ellen yang mendengar itu menoleh menatap tak suka kepada Meisya.
"Jaga sikap kamu ya, Ellen itu sudah menjadi mami kamu dan Freya kenapa kalian tidak bisa menerima Ellen." Ucap mama Ellen.
"Kenapa aku dan adikku harus menerima Ellen? Karena dia sudah menikah dengan Daddy, tapi kami tidak pernah meminta dia untuk menikahi Daddy kami." Ucap Meisya.
"Kamu dan Freya ini sama saja, kalian sangat angkuh dan sombong kasihan sekali putri saya berada di lingkungan seperti ini." Ucap mama Ellen.
"Apa yang harus dikasihani dia yang datang sendiri ke Daddy kami, dia yang mohon-mohon ingin dinikahi oleh Daddy jadi kenapa harus dikasihani." Ucap Meisya.
"Kau_" Kesal mama Ellen.
"Begini ya tante kami tidak pernah berharap Ellen ada di tengah-tengah keluarga kami, justru kami menyesali kenapa dia harus menjadi bagian dari keluarga kami. Dan asal anda tahu kehadiran Ellen membuat kekacauan di keluarga Gustove!" Ucap Meisya, ia pergi meninggalkan mama Ellen yang menatap Meisya penuh emosi.
Mama Ellen masuk ke kamar putrinya dan melihat Ellen yang sedang menangis, sang mama pun menghampiri Ellen dan duduk di samping nya.
"Ada apa sayang kenapa kamu menangis?" Tanya mama.
__ADS_1
"Ma aku kesal kepada mas Alex dia selalu membela Freya." Ucap Ellen.
"Freya? Memangnya kalian bertemu Freya dimana?" Tanya sang mama.
"Kami bertemu Freya di acara rekan bisnis mas Alex, ada Darren juga di sana." Ucap Ellen, tangis nya semakin pecah saat mengingat bagaimana Darren memeluk Freya.
"Darren, jadi Freya berada di sana bersama dengan Darren?" Tanya mama, Ellen mengangguk mengiyakan perkataan mama nya.
"Iya, Darren bahkan memaki aku saat aku tak sengaja mendorong tubuh Freya." Lirih nya, mama menghela nafasnya lalu mengusap pundak Ellen.
"Ellen sudah jangan selalu mencari masalah dengan Freya, kamu juga aneh sudah mendapatkan Darren lelaki gagah dan lajang malah memilih Alex yang sudah memiliki istri dan anak. Mama merasakan apa yang Alex rasakan apalagi Freya itu putri kandungnya, sudah pasti Alex akan membela Freya." Ucap mama.
"Ma aku tidak tahu jika aku akan mengandung anak mas Alex, ini semua terjadi di luar kendali aku ma. Aku yang awalnya hanya ingin bermain-main tapi malah terikat seperti ini." Ucap Ellen.
"Mama tahu tapi dalam hal ini kamu tetap salah, seandainya kamu tidak menyia-nyiakan Darren yang sudah tulus kepada kamu semua ini tidak akan terjadi Ellen. Mungkin saja kamu sekarang sudah bahagia bersama dengan Darren, tapi lihat sekarang Darren malah menikahi anak tiri kamu." Ucap mama, Ellen merasa dirinya bo*oh karena sudah mengkhianati Darren yang dulu selalu membela diri nya.
Sementara itu Darren dan Freya baru saja sampai di kediaman Dirgantara, Darren memakaikan jas nya di tubuh Freya.
"Pakai ini jangan sampai mama tahu apa yang sudah terjadi." Ucap Darren.
"Freya cukup membahas Ellen saya tidak mau membahas masa lalu." Ucap Darren, Freya menatap Darren.
"Kamu begitu mencintai nya kan Darren, lalu kenapa kamu melepaskan Ellen dan membiarkan dia menikah dengan Daddy ku?" Ucap Freya, Darren melihat luka mendalam di mata Freya.
"Saya tidak mencintainya." Ucap Darren.
"Cih, pembual." Balas Freya.
"Sudah jangan bicara lagi sekarang berjalan dan masuk." Ucap Darren, Freya pun berjalan lebih dulu tanpa mempedulikan Darren yang menatap nya.
"Frey kamu sudah pulang?" Tanya mama, ia menatap menantu nya lalu mengernyit melihat penampilan Freya yang tidak Serapi saat berangkat.
"Sudah mah." Balas Freya.
"Loh ini kenapa kok baju kamu kotor, Darren apa yang terjadi kenapa penampilan Freya berantakan seperti ini?" Tanya mama saat melihat Darren yang masuk kedalam rumah.
__ADS_1
"Mah Freya gak apa-apa kok." Balas Freya.
"Mama gak percaya, Darren kenapa ada apa cerita sama mama." Ucap mama.
"Ini mah tadi_" Darren pun menceritakan semua yang terjadi, mama yang mendengar itu menghela nafasnya.
"Wanita itu benar-benar pembuat onar, sudah benar kamu tidak jadi menikah dengan dia memang dasar nya bukan wanita baik_" Ucapan mama terhenti, saat Freya menatapnya dan Darren menunjukkan wajah kesal nya kepada mama.
"Mah." Ucap Freya.
"Iya sayang, kamu ganti dan istirahat ya nak." Ucap mama, ia langsung menarik Darren untuk sedikit menjauh dari Freya.
"Kamu lihat kelakuan Ellen, itu sangat jauh dari kata elegan. Dan mama minta kamu jaga Freya jangan sampai Ellen bisa menyentuh putri mama camkan itu." Ucap mama, Darren menghela nafasnya.
"Nambah lagi kerjaan gue." Gumam Darren, ia mengacak rambutnya dan Freya bisa melihat jika saat ini Darren terlihat begitu frustasi.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya πβΊοΈ
__ADS_1