Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 48


__ADS_3

Pagi hari di kediaman Dirgantara terlihat Darren dan Freya yang duduk berdampingan di meja makan, mama dan papa menatap menantu dan putra mereka.


"Frey kamu gak usah ke kantor ya hari ini, mama mau minta tolong kamu temani mama ke butik." Ucap mama, membuyarkan lamunan Freya.


"Eh kenapa mah?" Tanya Freya, mama menatap papa dan Darren yang menyadari jika Freya sedang tidak fokus.


"Mama mau minta kamu untuk temani mama ke butik, jadi kamu gak ke kantor dulu hari ini gimana mau gak?" Ucap mama lagi, dengan lembut Freya mengangguk dan tersenyum manis.


"Iya ma, nanti Freya telpon Grace untuk menghandle pekerjaan Freya." Jawab nya, Darren melirik Freya yang begitu peduli kepada mama nya.


"Makasih ya Frey kamu selalu bersedia untuk menemani mama." Ucap mama.


"Gak apa-apa mah." Balas Freya.


Siang hari terlihat Darren yang sedang merenung di ruang kerja nya, bayang-bayang hubungan nya dengan Ellen terlintas kembali.


Namun kini yang lebih mendominasi di pikiran Darren adalah bayangan Freya yang menangis saat mengetahui semuanya, wajah Freya terus menari-nari di pikiran Darren.


"Kenapa lagi itu muka." Ucap David.


"Gak usah kepo." Balas Darren.


"Loh kenapa?" Tanya David lagi.


"Saya bilang kamu gak usah kepo bisa gak David." Balas Darren lagi.


"Ya bisa si tapi saya penasaran ada apa dengan kamu." Ucap David, Darren mengusap wajah nya kasar.


"Ini bukan urusan kamu jadi tidak perlu tahu apa yang saya pikirkan saat ini." Balas Darren, David mengangguk lalu menatap Darren.


"Baiklah, oiya saya dengar mama Ellen tinggal di rumah Alex untuk sementara karena kejadian itu mama Ellen bersikeras untuk menjaga Ellen." Ucap David.


"Saya tidak peduli." Ucap Darren.


"Tapi bagaimana dengan Freya? Bukankah jika orang tua Ellen berada di rumah Alex Freya akan sulit berkunjung ke sana." Balas David.

__ADS_1


"Untuk sementara saya tidak akan membiarkan Freya pulang ke rumah Alex." Ucap Darren.


"Kenapa?" Balas David.


"Saya sedang memperbaiki hubungan saya dengan Freya, jika dia pulang sebelum hubungan kami membaik itu hanya akan menambah masalah." Ucap Darren, David tersenyum lalu menatap curiga kepada Darren.


"Kenapa menatap saya seperti itu?" Tanya Darren.


"Darren jangan bilang kalau kamu mulai jatuh hati kepada Freya." Balas David, Darren menelan saliva nya.


"Jangan berpikir aneh-aneh David, saya tidak memiliki perasaan apapun terhadap Freya." Ucap Darren, David pun tak begitu percaya namun ia mengiyakan saja perkataan Darren.


"CK, baiklah lagipula itu urusan kamu dan Freya." Balas David, Darren diam kini ia bimbang dengan hati dan pikiran nya sendiri.


Sementara itu di sebuah butik mama Darren sedang memilih dress yang ia inginkan, dan tanpa sengaja Freya bertemu dengan Alex Daddy nya dan juga mama Ellen.


"Freya." Sapa sang Daddy, Freya dan mama Darren pun menoleh menatap Alex.


"Loh tuan Alex ada disini juga ternyata." Sapa mama Darren dengan sopan.


"Ah iya nyonya Dirgantara, tidak disangka kita akan bertemu disini." Ucap Alex, mama Darren menatap mama Ellen yang berdiri di samping Alex.


"Ini?" Tanya mama Darren.


"Oh ini mama nya Ellen nyonya Dirgantara, dia ibu mertua saya." Balas Alex, mama Darren pun terlihat sedikit terkejut dengan itu.


"Oh, kebetulan sekali kita bertemu disini." Balas mama Darren.


"Frey bagaimana keadaan kamu? Maaf Daddy belum sempat menanyakan kabar kamu." Ucap Alex.


"Iya aku tahu Daddy sibuk, sibuk mengurus istri Daddy." Balas Freya, mama Darren yang mendengar itu pun terdiam.


"Frey wajar jika Daddy mu sibuk mengurus istrinya, toh Ellen saja selalu sibuk mengurus Daddy kamu." Ucap mama Ellen.


"Oh, tentu saking sibuknya Ellen mengurusi kehidupan pribadi anak-anak Daddy." Ucap Freya.

__ADS_1


Mama Darren takut Freya kembali bersedih pun memegang bahu menantu nya, ia mengelus lembut bahu Freya.


"Frey sudah sebaiknya kita pergi sekarang, urusan mama juga sudah selesai." Bisik mama Darren, Freya mengangguk dan pergi tanpa bicara kepada Daddy nya.


"Tuan Alex maaf saya dan Freya pergi lebih dulu." Ucap mama Darren.


"Silahkan nyonya Dirgantara." Balas Alex, ia menatap Freya yang pergi tanpa menoleh kepadanya.


"Lihat itu Alex kelakuan anak kamu, tidak ada sopan-sopan nya padahal kamu ini Daddy kandung nya." Ucap mama Ellen menggebu-gebu.


"Mah sudah." Ucap Alex, mama Ellen pun mendengus mendengar Alex yang selalu memaklumi Freya.


"Frey kamu gak apa-apa sayang?" Tanya mama.


"Freya gak apa-apa ko ma, Freya baik-baik saja mama gak perlu khawatir sama Freya." Balas nya, mama pun mengangguk dan tersenyum manis kepada Freya.


"Baiklah, mama gak mau kamu bersedih lama-lama mama mau kamu bahagia." Balas mama Darren, Freya mengangguk dan tersenyum manis.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa untuk like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ

__ADS_1


__ADS_2