
Sesampainya di kediaman Alex, Darren dan Freya pun turun dari mobil lalu masuk kedalam rumah. Freya berjalan dengan cepat dan ia menatap daddy nya yang sedang duduk di ruang keluarga bersama dengan Ellen juga Meisya.
"Freya." Ucap Meisya, mendengar itu Alex dan Ellena pun menoleh menatap Freya yang baru saja tiba.
"Freya kamu dari mana saja aku sangat khawatir." Ucap Ellen menghampiri Freya, Freya berdecak karena ia tahu jika Ellen sedang berpura-pura baik terhadapnya.
"Jangan berakting di hadapanku Ellen, aku muak melihat sikap mu yang sok manis di hadapan daddy ku." Ucap Freya.
"Apa maksudmu Freya aku tidak sedang berpura-pura." Ucap Ellen.
"Cukup Ellen, kau saja sudah merusak kebahagiaanku bagaimana aku bisa percaya padamu" Ucap Freya.
"Freya jaga bicaramu Ellen sudah berniat baik menanyakan kabar kamu." Ucap Alex.
"Tapi aku tidak butuh kebaikan darinya, kebaikannya hanya membuatku sakit dad. Apa kau lupa jika wanita inilah yang membuat aku kehilangan mami." Ucap Freya, Ellen menunduk mendengar perkataan Freya.
"Sudah kenapa kalian malah berdebat, dan dad bukankah kau ingin bertanya bersama siapa Freya bermalam, kamu juga Ellena berhenti untuk berakting aku dan Freya tidak butuh sikapmu yang berpura_pura baik." Ucap Meisya.
Mendengar perkataan Meisya Alex pun menatap Freya dengan tajam, sementara Freya hanya menatap Alex dengan cuek.
"Katakan Frey bersama siapa kamu bermalam?" Ucap Alex.
"Bukan siapa-siapa." Jawab Freya simple.
"Bukan siapa-siapa katamu? Jika kamu tidak mengenal dia lalu bagaimana kalian bersama sampai terlihat sangat int*m seperti itu." Ucap Alex.
"Int*m?" Tanya Freya.
"Jangan pura-pura bo*oh Freya, daddy melihat jelas jika dalam foto itu kamu dan dia tidak memakai pakaian." Ucap Alex.
"Dad itu tidak mungkin." Ucap Freya tidak percaya, tanpa banyak bicara Alex pun menunjukan foto yang dikirim oleh David kepada Alex.
"Ini tidak mungkin." Lirih nya, dalam foto itu wajah Darren tidak terlihat karena terhalang rambut Freya.
"Daddy tidak ingin hal ini terjadi lagi dan daddy mau kamu menikah dengan lelaki itu Frey." Ucap Alex.
__ADS_1
"No! Daddy apa-apaan sih kenapa harus menikah?" kesal Freya.
"Jangan bodoh bagaimana kalau foto itu tersebar luas, apa yang akan kamu lakukan dengan harga diri kamu." Ucap Alex.
"Enggak, Freya dan lelaki itu gak akan nikah." Ucap Freya.
"Freya Gustove!" Bentak Alex, ini kali pertama Alex berteriak di hadapan Freya.
"No daddy." Ucap Freya membalas berteriak.
"Saya akan menikahi Freya." Ucap Darren berjalan mendekati Alex dan Freya, ia sengaja baru menunjukan wajah nya karena ingin tahu bagaimana Alex akan memaksa putri kesayangan nya.
"D-darren." Lirih Ellen, mata wanita itu membulat sempurna sangat terlihat jelas jika Ellen begitu terkejut melihat kehadiran Darren.
"Apa katamu." Ucap Freya menoleh menatap Darren.
"Ya, aku akan menikahi mu aku akan bertanggung jawab atas apa yang sudah aku lakukan." Ucap Darren.
"Siapa namamu?" Ucap Alex tanpa basa-basi.
"Gak ya kita tidak saling mengen_" Ucapan Freya terhenti karena Darren merangkul pinggang ramping miliknya.
"Honey come on, aku tahu kamu marah tapi ku tidak akan lari dari tanggung jawab. Maaf karena aku terlalu kasar semalam." Ucap Darren, ia tahu itu adalah kata-kata yang selalu Alex ucapkan kepada Ellen.
"Terlalu kasar? Apa maksudmu." Kesal Freya.
"Freya daddy perlu bicara dengan kamu dan Meisya." Ucap Alex.
"Dad." Lirih Freya.
"Ikut daddy." Ucap Alex, dengan terpaksa Freya dan Meisya pun berjalan mengikuti sang daddy.
Dan setelah kepergian Alex dan kedua anaknya Ellen berjalan mendekati Darren, Ellen berdiri di depan Darren dan menatap wajah tampan Darren.
"Darren apa maksud dari semua ini? Bagaimana kamu bisa mengenal Freya." Ucap Ellen.
__ADS_1
"Kenapa? Freya gadis yang cantik, baik, tegas, tidak labil jadi wajar saya menyukainya." Ucap Darren.
"Darren ini bukan kamu yang aku kenal." Ucap Ellen.
"Benarkah? Memangnya sejauh apa kamu mengenal saya?" Ucap Darren.
"Tentu aku sangat mengenal kamu Darren, kamu tidak suka menyentuh wanita sebelum memiliki ikatan pernikahan kan, tapi lihat apa ini?" Ucap Ellen, mata wanita itu terlihat merah seperti orang yang menahan tangis nya.
"Itu dulu Ellen, dan saya sudah lelah menjaga wanita namun pada akhirnya di rusak oleh lelaki lain. Tapi Freya berbeda dia selalu menolak setiap saya mendekati nya, dan semalam saya tidak bisa lagi membiarkan dia lolos saya begitu menyukainya." Ucap Darren, ia benar-benar memanas-manasi Ellen.
"Darren aku mohon jangan nikahi Freya." Ucap Ellen.
"Why?" Balas Darren.
"A-aku masih sangat mencintai kamu, rasanya aku tidak sanggup melihat lelaki yang aku cintai bersama dengan wanita lain." Lirih Ellen, Darren tersenyum sinis mendengar perkataan Darren.
"Itu bukan urusan saya, jika kamu saja bisa menikahi daddy Freya kenapa saya tidak bisa menikahi Freya. Dan satu lagi Freya sangat menarik Ellen selain selalu membuat saya berga*rah dia juga tidak mur*han." Tegas Darren, kata-kata berga*rah adalah satu kata yang selalu di ucapkan oleh Ellen saat melihat Alex.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊