
Darren duduk di sebuah meja tidak hanya Darren ada Grace juga di sana, ya Grace memutuskan untuk menghampiri Freya saat itu.
"Saya tinggal dulu sebentar tidak apa-apa?" Tanya Darren, jujur saja Freya menjadi pendiam seperti ini membuat Darren tidak karuan.
Apalagi setelah mendengar istrinya bernyanyi kemarin, hal itu cukup mengobrak-abrik pertahanan dan perasaan Darren.
"Pergi saja tidak apa-apa." Balas Freya.
"Hanya sebentar." Balas Darren, Freya mengangguk dan menatap kepergian Darren.
"Manis sekali sikapnya jika berada di tempat umum seperti ini, sedangkan di rumah Darren tetaplah Darren lelaki dingin dan egois." Batin Freya.
"Khemm, kayaknya ada yang sudah mulai luluh nih." Goda Grace.
"Gak ada ya lo gak usah aneh-aneh." Ucap Freya.
"CK, ngeles saja Frey gak apa-apa kok." Goda Grace lagi.
"Grace gue haus." Ucap Freya manja.
"Kasihan banget sayang gue haus." Balas Grace, padahal Freya hanya ingin mengalihkan pembicaraan Grace.
"Hu'um haus banget." Ucap Freya lagi, Grace tertawa kecil lalu bangun dari duduk nya.
"Sebentar gue ambil minum dulu." Ucap Grace, Freya mengangguk dan tersenyum manis.
"Gak nyangka ternyata lo bisa juga di suruh-suruh sama Freya, dibayar berapa nih." Ucap Ellen, yang saat itu menghampiri Grace.
"Ehh ada mami tiri, tunggu mami tiri apa tante tiri ya." Ucap Grace.
"Terserah lo deh, gue cuma tanya di bayar berapa lo sama Freya sampai mau di suruh-suruh seperti ini." Ucap Ellen, wanita itu seperti sengaja memancing emosi orang-orang di sekitar Freya.
"Dih kepo nih jadi orang, yang jelas bayaran gue lebih mahal daripada harga d*r* lo." Ucap Grace berhasil memancing emosi Ellen.
"Kurang aj*r lo ya." Ucap Ellen menyiram Grace dengan minuman.
"Akkh." Pekik Grace.
"Rasain." Balas Ellen.
__ADS_1
"Wahh lo mau ngajak adu skill rupanya." Balas Grace, Ellen tersenyum sinis dan tidak sadar jika saat ini ia menjadi pusat perhatian.
"Siapa takut." Balas Ellen.
"Sini lo, lo itu gak pantas ya jadi nyonya Gustove gak ada elegan-elegan nya lo jadi orang." Ucap Grace, ia menarik rambut Ellen.
"Jaga omongan lo ya." Ucap Ellen, ia balas menarik rambut Grace.
"Grace mana si lama banget." Gumam Freya, ia mengalihkan pandangannya.
"Loh itu ada apa kok rame-rame gitu." Ujar nya, Freya pun berlari kecil membelah kerumunan.
"Ya ampun Grace Ellen stop." Pekik Freya.
"Gak bisa Frey ini orang di diemin ngelunjak, gak cocok banget jadi nyonya Gustove." Ucap Grace.
"Grace cukup gak kaya gini." Ucap Freya, ia menarik Grace dan mendorong Ellen.
"Lepasin Grace Ellen." Ucap Freya, penampilan Grace dan Ellen sudah berantakan.
"Apa-apaan si Frey, udah Lo gak usah ikut campur." Teriak Ellen.
"Jaga mulut lo ya Frey, yang harusnya malu tuh lo nikah karena ke gep tidur bareng cowok sebelum nikah." Ucap Ellen, membuat beberapa orang yang melihat mereka berbisik-bisik.
*Plaa*kkk*...
"Akkh." Pekik Ellen, ia memegangi pipinya.
"Ngaca Ellen ngaca, lo mau gue bongkar gimana sikap lo selama ini? Seorang super model yang sudah merusak rumah tangga orang lain hah." Balas Freya.
"Udah si Frey orang kaya gini gak bisa di biarin." Ucap Grace, ia menyerang Ellen lagi sementara Ellen memberontak dan mendorong tubuh Freya sampai terhuyung ke belakang.
"Freya." Pekik Grace, dan dengan cepat Darren berlari memeluk tubuh Freya agar tidak terjatuh.
"Assh." Desis Freya, ia merasa tubuhnya berada di pelukan seseorang. Dan saat membuka matanya Freya melihat wajah Darren yang juga sedang menatap dirinya.
"Kamu tidak apa-apa Frey?" Tanya Darren.
"Aku gak apa-apa." Balas Freya, Ellen mengepalkan tangannya karena Darren melindungi Freya.
__ADS_1
"Ini apa-apaan kalian tahu kelakuan kalian berdua ni bisa melukai istri saya? Dan anda bukankah anda seorang nyonya dari keluarga Gustove, dimana harga d*r* anda?" Ucap Darren, Alex datang dan terkejut melihat penampilan Ellen yang sangat kacau.
"Sayang apa yang terjadi." Tanya Alex.
"Dia selalu cari masalah sayang." Ucap Ellen menunjuk Freya.
"Wehh apa-apaan nih, yang jelas dia om yang menjelekkan Freya di depan saya. Saya gak terima mangkanya saya kasi dia pelajaran Freya gak tahu apa-apa kok di salahin, dasar rubah betina." Ucap Grace, Darren memeluk Freya karena saat ini keadaan Freya juga sedikit berantakan.
Alex dan Darren minta satu ruangan untuk mereka menyelesaikan permasalahan ini, dan kini mereka sudah berada di sebuah ruangan.
"Ellen yang kamu lakukan itu sangat memalukan, sebelumnya tidak ada keluarga Gustove yang bertengkar di acara orang lain." Ucap Alex, Ellen diam dan menunduk.
"Benar itu om, seharusnya Ellen tidak menikah dengan kalangan atas." Balas Grace.
"Aku tidak akan berbicara apa-apa tentang dia, karena jika aku bicara dia akan terus mencari pembelaan dari Daddy." Ucap Freya, Darren menatap tak percaya kepada Ellen.
"Sayang maaf aku lepas kendali." Ucap Ellen.
"Kita sudah tidak ada urusan apapun lagi disini, sebaiknya kita pulang saja penampilan kamu juga sudah sedikit berantakan." Ucap Darren, ia mengelus lembut pipi Freya membuat Ellen kepanasan.
"Sudah Frey kita balik aja, males gue liat muka rubah." Ucap Grace, Freya dan Darren pun berpamitan kepada Alex begitupun dengan Grace yang menjulurkan lidahnya kepada Ellen.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya πβΊοΈ
__ADS_1