Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 83


__ADS_3

Di perjalanan menuju kota Band*ng jalanan lumayan padat hingga membuat mama Ellen yang berada satu mobil dengan Alex terus mengoceh, ia terus saja menjelekkan Freya di hadapan Alex. Ia tidak tahu jika Alex juga bisa marah apalagi ini menyangkut nama putrinya, Alex tiba-tiba berhenti mendadak membuat Ellen dan mama nya bingung.


Tak hanya itu mobil Meisya dan Darren yang mengikuti Alex dari belakang juga ikut berhenti, mereka heran kenapa Alex tiba-tiba menepi di pinggir jalan.


"Mah anda bisa diam tidak? Cukup menjelekkan Freya dia itu putri saya, bukankah Darren sudah menjelaskan jika dirinya yang meminta Freya untuk tetap di kamar. Freya hanya ingin menyenangkan hati suaminya, kenapa kalian suka sekali mencari kesalahan Freya." Ucap Alex dengan suara yang tinggi.


"Mas kamu apa-apaan sih kenapa malah marah-marah sama mama, apa yang mama katakan itu benar mas." Ucap Ellen membela ibunya.


"Cukup ya Ellen saya muak dengan kalian berdua, jika kalian tidak menyukai anak-anak saya kalian bisa turun sekarang juga dan pergi dari rumah saya." Ucap Alex.


"Mas kamu gila ya? Aku lagi mengandung anak kamu mas, bisa-bisanya kamu usir aku hanya karena membela Freya." Ucap Ellen.


"Alex kamu tidak bisa melakukan itu." Ucap mama.


"Kenapa? Kenapa saya tidak bisa jika Ellen saja tidak bisa di atur, saya hanya ingin Ellen menerima anak-anak saya. Dan jika kamu tidak bisa menerima Freya dan Meisya maka dengan senang hati saya akan segera menggugat kamu Ellen." Ucap Alex.


"Enggak mas aku gak mau kita pisah." Ucap Ellen.


"Kalau begitu berhenti menjelekkan Freya, bukan hanya saya Darren juga mungkin tidak menyukai kalian berdua yang selalu menyudutkan istrinya." Ucap Alex.


"I-iya mas aku tidak akan menjelekan Freya lagi, tapi aku mohon mas jangan tinggalkan aku." Ucap Ellen.


Sementara itu di mobil milik Darren yang berada tepat di belakang mobil Alex Freya terlihat kebingungan, cukup lama Daddy nya menepi.


"Itu Daddy kenapa ya kok berhenti lama banget mana di pinggir jalan lagi." Ucap Freya.


"Mungkin ada sesuatu sayang." Balas Darren, tiba-tiba saja kaca mobil Freya di ketuk oleh Meisya.


"Frey daddy kenapa kok berhenti lama sekali." Tanya Meisya setelah Freya membuka kaca mobil nya.


"Gak tahu aku coba kakak samperin saja." Balas Freya, Meisya pun mengangguk namun saat Meisya akan menghampiri mobil sang Daddy tiba-tiba saja mobil itu kembali melaju.

__ADS_1


"Nah tuh sudah jalan." Ucap Meisya, Freya pun tertawa yang melihat wajah kesal Meisya.


"Haha, sudah ayok kita lanjutkan." Balas Freya, Meisya pun kembali ke mobil milik nya.


"Kenapa om Alex kak?" Tanya Grace, setelah Meisya kembali dan melajukan mobilnya.


"Gak tau aku tiba-tiba berhenti pas mau di samperin eh tiba-tiba jalan." Balas Meisya.


"Kayaknya om Alex debat sama Ellen gak si atau sama mak lamp*r emak nya si Ellen, soalnya tiba-tiba berhenti dan tiba-tiba jalan juga." Ucap Grace.


"Sepertinya iya, atau mungkin mama nya Ellen selalu memojokkan Freya. Kamu tahu sendiri kan saat sarapan tadi gimana dia menyudutkan Freya, aku saja tidak enak karena ada Darren disana." Ucap Meisya.


"Lagian mama nya Ellen gak nyadar banget sih, dia itu cuma numpang bisa-bisanya sok ngatur. Om Alex saja yang jadi Daddy nya Freya biasa saja, lah dia siapa bisa-bisanya sok bertingkah." Balas Grace.


"Aku saja sebel kenapa mama nya Ellen jadi tinggal di rumah, aku tuh lebih suka Freya yang tinggal di rumah Grace daripada emaknya Ellen." Ucap Meisya, Grace tertawa mendengar perkataan Meisya.


"Haha, iyalah Freya kan sudah jelas anggota keluarga yang sah. Lah dia siapa hanya orang asing yang ingin kaya dengan instan." Ucap Grace.


"Sudahlah Ellen kamu ngapain nangis sih." Ucap sang mama.


"Mama itu bisa diam tidak si mah, cukup mah jika mas Alex benar-benar menggugat cerai aku bukan hanya kehilangan Darren aku juga akan kehilangan mas Alex. Lalu siapa yang mau jadi ayah dari anak yang aku kandung ma, ini anak mas Alex anak indigo harus bahagia di lingkungan Daddy nya." Ucap Ellen, mama Ellen bungkam mendengar itu.


"Kita istirahat dan makan dulu sayang." Ucap Alex menghampiri Freya dan Meisya.


"Iya dad Mei juga sudah mulai lapar ini." Balas Meisya.


"Alah memang dasarnya suka makan saja." Ledek Freya.


"Akhir-akhir ini kak Meisya banyak makan." Ucap Grace, Alex tertawa kecil mendengar perkataan anak-anak nya.


"Ayok sayang." Ucap Alex, merekapun masuk tanpa mengajak Ellen.

__ADS_1


Ellen keluar dari mobil dan menyusul Alex yang sudah pergi lebih dulu begitupun dengan mama Ellen, mereka duduk di meja yang sama dengan Alex dan keluarga nya.


"Frey kamu yakin pesan ini saja?" Tanya Meisya.


"Iya kak aku masih kenyang soalnya sepanjang perjalanan aku banyak ngemil, Darren sudah menyiapkan beberapa camilan untuk aku selama perjalanan." Balas Freya.


"Ah sweet sekali aku jadi pengen nikah." Ucap Grace.


"Cari yang kaya Darren di toko online ada gak ya." Ucap Meisya, merekapun tertawa sementara Darren hanya bisa tersenyum tipis.


Setelah memesan makanan dan makanan datang merekapun menyantap makanan nya masing-masing, sementara Freya wanita itu menyuapi Darren karena Darren sibuk memeriksa beberapa pekerjaan yang masuk kedalam ponselnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ

__ADS_1


__ADS_2