
Dua Minggu berlalu tepat di malam Minggu pukul 07:00 malam kediaman Alex kedatangan tamu yang cukup mengejutkan, Alex dan Ellen terlihat heran dengan kedatangan Leo yang berkunjung membawa kedua orang tuanya.
"Selamat malam om maaf saya datang secara mendadak." Ucap Leo.
"Ya tidak apa-apa Leo mari masuk." Balas Alex.
"Mas dia siapa?" Tanya Ellen.
"Bisa diam? Sebaiknya kamu minta mama kamu untuk membuatkan minuman dan makanan." Ucap Alex.
"Mas tapi kita memiliki pelayan di rumah ini kenapa harus mama?" Ucap Ellen, Alex mencengkeram kuat tangan Ellen.
"Kamu turuti saja perintah saya, lagian apa kamu lupa karena kelakuan jahat mama kamu yang membocorkan tujuan Darren menikahi Freya saya jadi kehilangan jejak putri saya." Bisik Alex, Ellen terlihat berkaca-kaca mendengar perkataan Alex.
"I-iya mas." Lirih Ellen, ia berjalan masuk kedalam untuk meminta bantuan mama nya.
"Mah." Panggil Ellen.
"Ada apa?" Tanya mama nya.
"Mah aku mau minta tolong sama mama, tolong buatkan minuman dan makanan untuk tamu nya mas Alex." Ucap Ellen, mama Ellen yang semula duduk santai pun langsung berdiri dan menatap tak suka kepada putrinya.
"Kamu memerintah mama? Kamu sudah berani memerintah mama kamu sendiri?" Ucap mama.
"E-enggak ma gak gitu, mah ini permintaan mas Alex aku mohon mama mau menuruti nya." Ucap Ellen.
"Ellen saya ini ibu kamu lagian di rumah ini memiliki banyak pelayan kenapa harus mama? Untuk apa Alex mempekerjakan banyak pelayan jika untuk membuat minuman saja menyuruh mama." Bentak mama Ellen.
"Mah." Lirih Ellen.
"Gak mama gak mau, kamu saja sana yang membuat minuman. Lagian selama ini juga kamu tidak menurut kepada mama dan selalu mendengarkan apa yang dikatakan oleh Alex." Ucap mama Ellen.
"Mah perut aku sudah sangat besar mama gak kasian sama aku?" Mohon Ellen, mama yang tak mau peduli pun berjalan ke dapur dan meminta para pelayan untuk membuat minuman dan makanan.
"Mama sudah suruh mereka." Balas sang mama, Ellen pun hanya bisa menghela nafasnya dan berjalan kembali ke ruang tamu.
__ADS_1
"Ini mami nya Freya ya?" Tanya mami Leo.
"Ah saya mami sambung nya Freya." Jawab Ellen jujur, membuat mami Leo terdiam mami Leo menatap Ellen sepertinya usia Ellen dan usia putranya tidak beda jauh.
"Waaah tuan Alex anda jago sekali memilih istri." Ucap papi Leo.
"Haha, anda bisa saja tuan." Ucap Alex.
"Terimakasih." Balas Ellen, saat melihat dua pelayan membawakan makanan dan minuman.
Alex menghela nafasnya ia tahu ibu mertua nya pasti lagi-lagi mencari masalah, biarkan saja dulu sekarang sedang ada tamu di rumahnya.
"Jadi ada apa Leo kau sampai membawa kedua orang tuamu." Tanya Alex.
"Saya berniat untuk melamar Meisya om." Ucap Leo, membuat Ellen dan Alex terbelalak.
"Apa?" Ucap Alex terkejut.
"Ya, karena saya tidak bisa menikahi Freya maka ijinkan saya untuk menikahi Meisya." Ucap Leo.
"Apa sebelumnya kau sudah menjalin hubungan dengan Meisya?" Kali ini Ellen yang bersuara, hal itu membuat Alex menatap istrinya.
"Tidak." Jawab Leo singkat, Ellen mengerjapkan matanya.
"Lalu bagaimana bisa kau ingin menikahi Meisya sementara kau belum mengenalnya." Balas Ellen.
"Memangnya harus menjalin hubungan dulu jika harus menikahi wanita?" Ucap Leo.
"Tentu, kami tidak ingin putri kami menderita karena menikah tanpa cinta didalamnya." Ucap Ellen sedikit menyindir Alex.
"Saya mengenal Meisya hanya saja saya tidak menjalin hubungan dengan nya." Balas Leo.
"Seberapa lama kau mengenal Meisya? Bukankah sebelumnya kau menyukai Freya?" Ucap Ellen.
"Tunggu nyonya kenapa anda memberikan banyak pertanyaan kepada putra saya?" Tanya mami Leo.
__ADS_1
"Maaf tapi saya tidak ingin ada masalah kedepannya, syukur jika Leo bisa mencintai Meisya seperti suami Freya yang begitu mencintai Freya. Tapi bagaimana jika Leo tidak bisa mencintai Meisya bukankah itu bisa membuat Leo meninggalkan Freya." Ucap Ellen, ia sengaja menyeret nama Freya agar Alex sadar jika Darren lelaki yang begitu ia cintai begitu mencintai Freya putrinya.
Ellen lelah hidup dengan banyak masalah, ia tidak ingin ada masalah dengan Darren dan keluarga nya. Lihat Alex saja yang masih memiliki kuasa dilawan oleh Darren, apalagi dirinya yang tidak memiliki apa-apa.
"Saya tidak akan meninggalkan Meisya." Ucap Leo.
"Begini Leo sebaiknya kita tunggu Meisya pulang dulu, kita perlu pendapat dan keputusan Meisya." Ucap Alex, Leo dan kedua orang tuanya pun mengangguk tanda menyetujui.
Dan benar saja tak lama kemudian Meisya berjalan memasuki rumah, ia terkejut melihat Leo yang sudah duduk manis di hadapan Daddy nya.
Apakah Leo sedang mencari Freya? Tapi bukankah Grace bilang bahwa Alex sudah mengatakan jika Freya sudah menikah kepada Leo, lalu untuk apa lelaki itu berada di rumah nya sekarang.
Banyak pertanyaan yang muncul di pikiran Meisya, namun ia tak mau menebak yang akhirnya tidak akan ketebak juga oleh Meisya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya πβΊοΈ
__ADS_1