Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 149


__ADS_3

"Nay mami boleh masuk?" Tanya Freya mengetuk pintu kamar menantunya.


"Boleh mam masuk saja," balas Kanaya, Freya pun masuk dan tersenyum menatap wajah cantik menantunya.


"Kok sendiri Gabriel mana?" Tanya Freya yang tidak melihat batang hidung putranya.


"Eum, Gabriel sedang keluar mam katanya ada yang harus ia kerjakan." Ucap Kanaya, Freya pun mengangguk dan tersenyum ia duduk di bibir ranjang tepatnya disamping Kanaya.


"Kamu happy hari ini sayang?" Tanya Freya, Kanaya pun mengangguk dan tersenyum.


"Hmmm, aku sangat senang mam. Aku juga mau bilang terimakasih karena mami sudah mau menerima dan menyayangi aku." Ucap Kanaya.


"Kamu ini bicara apa nay, tentu saja mami akan sangat menyayangi kamu. Kamu itu istri, menantu, dan kakak ipar yang baik, kamu tahu dulu Adisty sangat takut jika Gabriel akan menjauh darinya setelah Gabriel menikah. Namun karena istrinya Gabriel itu kamu Adisty tidak kehilangan sosok kakak yang begitu ia cintai, mami juga mau bilang terimakasih karena kamu sudah menyayangi Adisty dan tidak pernah mempermasalahkan saat Gabriel memanjakan nya." Ucap Freya.


"Mam Adisty sudah Kanaya anggap sebagai adik Kanaya sendiri, jadi gak mungkin kalau Kanaya akan mempermasalahkan sesuatu yang tidak seharusnya di permasalahkan." Ucap Kanaya.


"Kak nayaaaa," panggil Adisty dengan nada manja nya, Kanaya dan Freya pun menatap ke arah pintu dimana Adisty sudah melongok kedalam kamar.


"Iya dist," balas Kanaya.


"Loh ada mami toh," ujarnya, Adisty pun masuk dan duduk disamping kiri Kanaya.


"Kamu kenapa nyari kakak kamu?" Tanya Freya.


"Tadi kak Gabriel telpon katanya mau nitip sesuatu gak, soalnya sudah kirim pesan kak kak Naya tapi belum dibalas." Ucap Adisty, Freya tersenyum dan menatap Kanaya.


"Kakak lagi gak mau apa-apa si, kamu lagi ada kepengen sesuatu gak?" Ucap Kanaya.


"Kak makan martabak pisang keju enak kayaknya, kakak mau gak?" Ucap Adisty, mata Kanaya seketika berbinar mendengar perkataan sang adik ipar.


"Boleh juga enak kayaknya," balas Kanaya.


"Yasudah aku chat kak Gabriel nya dulu ya." Ucap Adisty, Kanaya pun mengangguk antusias sementara Freya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan menantu dan putri bungsunya.


...


"Selamat pagi udik," ucap Jessica di depan meja kerja Kanaya dan Laura.

__ADS_1


"Nama saya Kanaya bu, bukan udik seperti apa yang ibu bilang." Ucap Kanaya.


"Halah gak usah belagu kamu terima saja panggilan dari saya." Ucap Jessica.


"Jaga sikap ibu ya bu, kalau ibu panggil Kanaya udik gimana kalau saya panggil itu dengan sebutan madam?" Sengit Laura.


"Jaga bicara kamu ya Laura, kamu mau saya pecat?" Ucap Jessica.


"Loh emangnya ibu siapa main pecat-pecat saya?" Sinis Laura.


"Asal kamu tahu ya saya ini calon istri tuan Gabriel, jangan macam-macam kamu Laura saya bisa dengan mudah menyingkirkan kamu!" Sengit Jessica.


"Hahaha, bu bangun woy mimpi kok pagi-pagi kurang ngopi kah bu? hahaha." Ucap Laura menertawakan Jessica.


"Makin nantangin kamu ya," ucap Jessica bersiap untuk menjambak Laura, namun tangannya di tepis oleh Kanaya.


"Bu saya gak peduli mau ibu calon istri tuan Gabriel ke, mau ibu baby sitter tuan Gabriel juga saya gak peduli. Yang saya mau sekarang ibu pergi dari sini, ibu mengganggu mood kami untuk bekerja." Ucap Kanaya.


"Heh mulai berani kamu ya udik, gak usah belagu kamu kerja cuma buat biayain ayah kamu yang sakit-sakitan aja belagu." Ucap Jessica, mendengar nama orang tuanya di sebut-sebut Kanaya pun terpancing emosi.


"Jaga bicara ibu ya bu, saya udah sabar menghadapi setiap kelakuan ibu. Tapi saya gak akan tinggal diam saat ada orang yang menyebut nama orang tua saya." Sinis Kanaya mencengkeram kemeja kerja Jessica.


"Saya gak peduli ibu siapa, tapi siapapun orang yang menyebut-nyebut orang tua saya maka tidak akan saya lepaskan." Ucap Kanaya penuh emosi.


"Haj*r aja nay haj*r biar kapok tu orang." Ucap Rian, yang ternyata rekan kerja laki-laki Kanaya.


"Kurang aj*r," Jessica mendorong Kanaya hingga Kanaya terhuyung ke belakang.


Ia menghampiri Kanaya dengan bengis dan berniat menamp*r Kanaya, namun sayang Kanaya lebih dulu mendaratkan tangannya di pipi mulus Jessica.


"Asssh," desis Jessica.


"Gabriel gawat Riel," ucap Gio.


"Apaansi kenapa?" Ucap Gabriel.


"Kanaya berantem sama Jessica Riel, gila Kanaya beringas Riel." Ucap Gio, Gabriel langsung mendongak ia berlari keluar dari ruang kerja nya.

__ADS_1


"Sini lo Kanaya gue kul*ti Lo," teriak Jessica, ia ditahan oleh Rian sementara Kanaya dipeluk oleh Laura.


"Sini bu saya gak takut," tantang Kanaya.


"Apa-apaan ini, Jesicca apa yang kamu lakukan?" Ucap Gabriel, mendengar suara suaminya tentu saja membuat ia terkejut dan langsung melepaskan pelukan Laura.


"Kanaya yang mulai tuan," ucap Jessica berusaha merapikan pakaiannya.


"Kalian ke ruangan saya sekarang!" Ucap Gabriel, Jessica pun tersenyum menggerutu sementara Kanaya hanya diam saja.


"Semoga pak bos gak marah-marah sama Kanaya." Ucap Laura.


"Tindakan kamu sangat memalukan Jessica, kamu tidak mencerminkan sikap baik sebagai karyawan di kantor ini." Ucap Gabriel.


"Maafkan saya tuan, kalau Kanaya tidak memulainya juga saya tidak akan melakukan ini." Ucap Jessica masih terus menyudutkan Kanaya.


"Kenapa jadi saya?" Kesal Kanaya.


"Saya tidak mau tahu Jessica, jika sekali lagi kamu seperti ini maka saya akan meminta Gio untuk memberikan kamu sp." Tegas Gabriel.


"Ma-maaf tuan," ucap Jessica menunduk dalam.


"Keluar dari ruangan saya sekarang, dan kamu Kanaya saya akan beri peringatan untuk kamu." Ucap Gabriel pura-pura tegas.


"Permisi tuan," ucap Jessica keluar dari ruang kerja Gabriel.


"Haha mamp*s Kanaya dia pasti langsung dipecat sama tuan Gabriel." Ujarnya, ia pun buru-buru kembali ke ruang kerja nya.


"Honey are you oke?" Tanya Gabriel, ia mendekati Kanaya dan menangkup wajah cantik Kanaya.


"Eumm, aku gak apa-apa Gabriel kamu tidak perlu khawatir." Ucap Kanaya.


"Sebenarnya apa yang terjadi honey?" Tanya Gabriel, Kanaya pun menceritakan semua yang terjadi antara dirinya dan Jessica sampai Jessica menyebut-nyebut kedua orangtuanya.


"Maafkan aku," lirih Kanaya.


"Honey kamu tidak salah, aku akan meminta Gio untuk memberikan sp kepada Jessica. Dan jika ada yang mengusik kamu lagi jangan diam saja, kamu lakukan apapun yang ingin kamu lakukan oke. Aku akan selalu ada bersamamu, aku akan selalu berada di pihak kamu." Ucap Gabriel, Kanaya mengangguk dan tersenyum manis.

__ADS_1


"Terimakasih," ucap Kanaya, Gabriel mengangguk dan tersenyum tak lupa juga ia mengecup lembut kening dan b*b*r Kanaya.


__ADS_2