Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 30


__ADS_3

Setelah selesai berbincang dengan mama dan papa nya, Darren pun mengajak Freya untuk pulang. Dalam perjalanan menuju rumah nya Freya menatap tajam kepada Darren, ia benar-benar tidak habis pikir mengapa Darren menyetujui untuk menikah dengan dirinya.


"Darren lo kenapa? Kita gak saling kenal kenapa lo mau nikah sama gue, kenapa lo menyetujui permintaan orang tua lo untuk nikah sama gue itu gila Darren lo g*la." Cerocos Freya.


"Kamu bisa diam tidak." Ucap Darren.


"Gue gak akan bisa diam sebelum lo batalin semua nya, gue gak mau nikah apalagi sama lo." Ucap Freya lagi.


"Freya kamu lupa jika orang tua kamu saja meminta kita untuk segera menikah, lalu apa lagi yang membuat kamu ragu untuk menikah dengan saya?" Ucap Darren.


"Gue ragu karena gue gak tau lo siapa, bahkan pertemuan kita aja konyol gak kaya gini seharusnya!" Tegas Freya.


Mendengar Freya yang terus mengomel Darren pun menepikan mobil nya di pinggir jalan, ia menatap dalam Freya wajah wanita cantik itu terlihat merah padam sangat jelas jika saat ini Freya sedang marah.


"Lalu seperti apa seharusnya?" Tanya Darren, Freya diam ia menatap wajah Darren yeng semakin mendekat.


"Jangan deket-deket sama gue." Ucap Freya, ia menolehkan wajahnya menatap jendela mobil.


Darren tersenyum tipis dan melanjutkan perjalanan menuju kediaman Alex.


"Entah bagaimana reaksi kamu Alex saat tahu putri tersayang kamu akan merasakan sakit hati, atau mungkin akan ters*ksa dengan pernikahan ini." Batin Darren.


Saat mobil milik Darren berhenti di halaman rumah nya, Freya pun turun tanpa di persilahkan dan tanpa mendengarkan apa yang akan Darren katakan.


Sementara itu Darren hanya menatap Freya, ia melihat Ellen yang berdiri di ambang pintu saat Freya berjalan masuk kedalam rumah.


"Selain Alex kamu juga akan merasakan sakit Ellen, aku memang memanfaatkan Freya untuk membuat Alex sadar jika karma itu ada. Selain itu juga agar kamu paham jika mengkhianati tidak selamanya bahagia." Gumam Darren.


"Kamu dari mana saja Freya?" Tanya Ellen, ia tahu jika Freya pulang di antar oleh Darren.


"Bukan urusan lo." Balas Freya, ia terus berjalan namun Ellen mengejar nya dan menarik tangan Freya.

__ADS_1


"Jawab aku kamu habis dari mana bersama dengan Darren." Ucap Ellen lagi.


"Apaan si, udah gue bilang bukan urusan lo Ellen." Teriak Freya, teriakan itu membuat Meisya menghampiri Freya dan Ellen.


"Frey kamu kenapa?" Tanya Meisya.


"Aku gak apa-apa, tapi Ellen membuatku kesal." Ucap Freya.


"Apa yang Ellen lakukan? Tapi bukankah kamu baru saja pergi bersama dengan Darren?" Ucap Meisya.


"Kak cukup Darren saja yang membuat aku kesal, dan bisa gak si kalian yang berada di rumah jangan ikut-ikutan bikin aku kesal." Ucap Freya lagi, Meisya mengernyit lalu mendekati Freya.


Meisya tahu sejak kepergian mami tidak ada orang yang bisa menenangkan Freya saat adik nya itu sedang marah, Meisya juga tahu tidak ada orang yang membuat lelah Freya hilang.


Karena selama ini hanya mami yang bisa membuat Freya baik-baik saja, hanya dengan melihat senyuman manis mami nya Freya selalu mengatakan rasa lelah Freya hilang saat melihat mami tersenyum manis seperti itu meskipun Freya melihat nya melalui panggilan video.


"Frey cerita sama kakak ada apa? Apa yang Darren lakukan sampai kamu seperti ini?" Tanya Meisya.


"Euummm, jadi darren mengajak kamu ke rumahnya?" Tanya Meisya dengan tersenyum.


"Gak usah senyum-senyum bisa gak si? Aku gak butuh senyuman seperti itu." Ucap Freya, Meisya tertawa kecil mendengar perkataan Freya.


"Frey kamu tahu sekarang kamu memang belum mengenal Darren, tapi kalian bisa melakukan pendekatan setelah menikah dan bukan kah itu lebih baik?" Ucap Meisya.


"Itu memang baik jika yang mengajak aku menikah adalah lelaki yang aku cintai, tapi ini? Pertemuan kami saja tidak dengan cara yang baik kak." Ucap Freya.


"Tidak semua awal yang tidak baik akan berakhir tidak baik juga sayang, mungkin saja kisah kamu ini berbeda. Dan mungkin saja awal pertemuan kamu dan Darren yang tidak baik akan menjadi akhir yang baik." Ucap Meisya.


Perkataan Meisya membuat Ellen takut, takut jika Freya akan benar-benar menerima Darren.


"Tapi Mei Freya belum tahu bagaimana lelaki itu, dan gimana kalau ternyata Darren memiliki niat yang buruk." Ucap Ellen.

__ADS_1


"Maksud kamu memiliki niat buruk itu apa Ellen? Maksud kamu takut jika Darren akan menyingkirkan Daddy dan menguasai aku seperti kamu menyingkirkan mami lalu menguasai daddy." Ucap Freya, Ellen bungkam dan Meisya menatap tajam Ellen.


"Ellen mau kamu berkata Darren seperti apa, jika Daddy dan orang tua Darren sudah menyetujui nya maka semua itu tetap akan terjadi." Ucap Meisya, Ellen mengepalkan tangannya ia kesal karena freya dan Meisya selalu kompak untuk menyudutkan dirinya.


"Kalian ini kenapa? Kenapa selalu suka menyudutkan aku, asal kalian tahu aku hanya khawatir kepada Freya." Ucap Ellen.


"Tapi aku tidak membutuhkan rasa khawatir yang kamu katakan itu Ellen, sebaiknya kamu jangan ikut campur dalam urusan ku." Ucap Freya, wanita itu pergi ke kamar nya meninggalkan Ellen dan Meisya.


"Jaga batasan kamu Ellen, bisa tinggal di rumah ini bukan berarti kamu sudah di terima disini!" Ucap Meisya, ia pun ikut pergi meninggalkan Ellen.


"Ishh, awas saja kalian berdua. Tapi bagaimana jika Darren benar-benar menikahi gadis itu. Pasti akan menyebalkan sekali apalagi jika Freya dan Darren tinggal di rumah ini, bagaimana aku bisa melihat lelaki yang aku cintai menikah dengan wanita lain dan itu adalah Freya anak tiri aku sendiri." Gumam nya, tidak Ellen tidak bisa membuat Freya bahagia bersama dengan Darren.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ


__ADS_2