Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 29


__ADS_3

Siang hari Darren pun mengajak Freya ke rumah nya setelah tadi pagi ia menculik Freya ke kantor, Darren sengaja mengajak Freya ke kantor nya karena ia takut jika gadis ini akan menghindar dan mengacaukan rencananya.


"Lo kenapa si maksa banget, kenapa lo kekeh pengen nikahin gue? Sebenarnya apa yang lo mau, lo ada masalah apa sama Daddy gue." Ucap Freya, Darren mengerutkan keningnya menatap Freya.


"Maksud kamu?" Ucap Darren datar.


"Gue tau orang-orang yang ngotot mau nikahin gue itu rata-rata ada masalah sama Daddy gue, dan mereka jadiin gue alat untuk balas dendam. Capek-capek gue pergi jauh sekolah jauh untuk menghindari hal seperti ini, tapi kenapa gue si*l harus ketemu sama lo." Ucap Freya, Darren diam kenapa Freya bisa berpikir seperti itu apakah selama ini Freya menjadi incaran para musuh Alex?


"Gak usah ngaco Frey, ayok turun." Ucap Darren, Freya mendengus namun ia menuruti perkataan Darren untuk turun dari mobil.


Darren memegang tangan Freya dan berjalan bersama agar lebih mudah meyakinkan kedua orang tuanya, Freya menatap rumah besar Darren yang tidak beda jauh dengan rumah tempat tinggal nya.


"Ma, pa aku datang." Ucap Darren, mama dan papa pun menghampiri Darren dan betapa terkejutnya mama saat melihat wanita yang di gandeng oleh putranya.


"Freya." Lirih mama.


"T-tante." Balas Freya, Darren dan papa terlihat bingung karena ternyata mama dan Freya sudah saling mengenal.


"Ayok duduk Frey." Ucap mama, sementara papa hanya memasang wajah datar nya saja.


"Ini Freya wanita yang ada di foto itu." Ucap Darren.


"Jadi kamu wanita yang tidur dengan Darren." Tanya papa Darren.


"Maaf sebelumnya om saya benar-benar tidak tahu apa yang sebenar_" Ucapan Freya di potong oleh Darren.


"Sudah aku bilang kita gak sadar pa." Ucap Darren, mama yang ragu kalau Freya seperti itu menatap tajam putranya.


"Darren kamu diam mama ingin mendengar penjelasan Freya." Ucap mama.


"Ya gak bisa dong mama harus mendengarkan penjelasan aku juga." Ucap Darren, papa yang kesal pun menatap tajam putranya.


"Kamu diam Darren, papa dan mama sudah dengar penjelasan kamu kemarin." Ucap papa.

__ADS_1


"Frey Tante mau tanya apa benar kamu mab*k?" Ucap mama, membuat Freya mengernyit bingung.


"Hah? Enggak tante pada saat itu keadaan saya baik-baik saja." Ucap Freya.


"Lalu kenapa kamu bisa tidur dengan Darren, kalian tahu kan jika kalian tidak boleh melakukan itu sebelum menikah." Ucap mama Darren.


"Tante saya tidak melakukan apapun, saya sendiri bingung kenapa saya bisa bersama dengan Darren karena setahu saya saat itu saya baru selesai bekerja dan berniat untuk pulang." Ucap Freya, mama dan papa menatap Darren yang memasang wajah datar.


"Tapi kalian tidur tanpa pakaian." Ucap papa.


"Tapi saya tidak merasa melepaskan pakaian saya om, dan saat bangun hanya kemeja dan jas saya yang terbuka rok saya masih rapi." Ucap Freya, disini mama paham Darren menjebak Freya.


Dalam hatinya mama bersorak gembira karena ia tak perlu capek-capek membujuk Darren, karena Darren sendiri yang melakukan pertemuan itu.


"Mama ikuti permainan kamu Darren." Batin mama, niat hati ingin membuat Freya di benci oleh kedua orang tuanya ternyata gagal. Mama terlihat jutek hanya untuk mengikuti permainan Darren.


"Frey maaf tapi Tante harap kamu mau menikah dengan Darren, bukan apa-apa kalian sudah tidur bersama." Ucap mama, papa melotot mendengar perkataan mama.


"Ma mereka tidak melakukan apapun." Bisik papa.


""Benar itu, kita tidak tahu bagaimana kalian tidur. Tapi kami harap kalian menikah saja, untuk berjaga-jaga jika foto itu ada yang menyebarkan." Ucap papa.


"Hah, tapi om saya tidak_" Lagi-lagi Darren memotong perkataan Freya.


"Baik, kami akan menikah." Ucap Darren.


"Secepatnya!" Tegas papa dan mama, Darren terkejut hingga menelan saliva nya.


"Satu bulan lagi." Ucap Darren.


"H-hah?" Freya terkejut.


"Satu Minggu!" Ucap mama.

__ADS_1


"Tidak ada penolakan!" Tegas papa, sikap papa dan mama Darren benar-benar membuat Freya menganga dan tidak bisa berkata apa-apa lagi.


"Pa itu terlalu cepat." Ucap Darren, kenapa Darren jadi panik sendiri. Apakah ini yang dinamakan permainan di dalam permainan.


"Lebih cepat lebih baik." Ucap mama, Darren memijat pelipisnya.


"Baik, mama dan papa yang mengatur semuanya aku sibuk." Ucap Darren.


"Tidak masalah." Balas mama, Darren menghela nafasnya.


"Si*l rencana pertama malah membuat aku terperangkap." Batin Darren, sementara Freya merasa kepala nya pusing kenapa jadi ribet seperti ini.


"Gue bisa g*la kalo kaya gini, arrrggghh si*l banget si Frey lo benar-benar akan g*la setelah ini." Batin Freya menjerit tak terima dengan keputusan Daddy dan kedua orang tua Darren.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


__ADS_2