
Waktu begitu cepat berlalu di kediaman Darren terlihat Kanaya yang sedang duduk di atas tempat tidurnya, namun satu hal yang membuat Kanaya terkejut adalah sesuatu yang mengalir di kakinya.
"Apa aku mengompol?" Tanya Kanaya kepada diri sendiri.
"Tapi ini bukan seperti_" ucapan Kanaya terhenti karena sang adik ipar yang tiba-tiba muncul.
"Kakak ngapain?" Tanya Adisty.
"Adisty sepertinya aku mengompol." Ucap Kanaya, Adisty pun menunduk menatap kaki Kanaya.
"Kakak mengompol? Apa tidak terasa jika kakak ingin buang air kecil?" Ucap Adisty yang ikut kebingungan.
"Tapi aku tidak merasakan ingin buang air kecil," balas Kanaya.
"Apa aku panggil mommy sekarang?" Tanya Adisty.
"Ck, aku hanya mengompol kenapa harus memanggil mommy." Ucap Kanaya tertawa dengan kepolosan adik iparnya.
"Kakak yakin ini hanya mengompol saja? Kenapa aku merasa ragu," ucap Adisty menatap Kanaya.
"Aku hanya perlu mengganti pakaian dan sprei saja Adisty," balas Kanaya.
"Baiklah," balas Adisty wanita itu menatap Kanaya yang berjalan menuju ruang ganti.
"Kenapa warna nya aneh, memang ada air ke*c*ng berwarna bening dan seperti lendir." Gumam Adisty, namun tiba-tiba ia di kejutkan dengan suara benda jatuh.
"Kak are you okay?" Tanya Adisty, gadis cantik itu berlari menghampiri Kanaya.
__ADS_1
"Adisty sepertinya aku akan melahirkan," teriak Kanaya.
"Apa?" Pekik Adisty terkejut.
"Kakak ini kenapa sampai tidak sadar jika akan melahirkan," ucap Adistra membantu Kanaya berjalan keluar dari ruang ganti.
"Karena perutku tidak merasa sakit," ucap Kanaya.
"Lalu bagaimana kakak bisa menyimpulkan bahwa kakak akan melahirkan?" Tanya Adisty lagi, ia terus menggandeng Kanaya menuju lantai satu.
"Ada sedikit bercak darah di celanaku, tapi bukankah orang akan melahirkan itu pasti merasa perutnya sakit?" Tanya Kanaya membuat Adisty tercengang.
"Kakak bertanya kepadaku? Lalu aku harus bertanya kepada siapa? Aku saja belum menikah dan melahirkan, jangankan menikah kakak tahu pacar saja aku tidak punya." Ucap Adisty membuat Kanaya tertawa kecil.
"Sayang kalian kenapa?" Tanya Freya.
"Kak nay akan melahirkan mom." Ucap Adisty, setelah Adisty mengatakan itu kepada Freya baru lah Kanaya merasakan perutnya sakit.
"Ya ampun sabar sayang sabar, mommy ambil barang-barang kamu dulu ya." Ucap Freya, sementara Adisty meminta pak supir untuk menyiapkan mobil.
"Mom cepat!" Teriak Adisty.
"Iya sayang ini mommy datang," ucap Freya membawa barang-barang Kanaya.
"Adisty sakit," tariak Kanaya mengigit kaos yang dikenakan oleh sang adik.
"Kak baju aku robek nanti," pekik Adisty.
__ADS_1
"Diam dist diam," teriak Kanaya lagi di dalam mobil.
"Ya ampun apalagi ini," ucap Adisty mendramatisir keadaan.
"Heh gak usah lebay, sebaiknya kamu hubungi kakak kamu sekarang." Ucap Freya.
"Mommy gak lihat tangan aku di cengkram, di cakar baju aku di gigit sama kak nay. Mommy lah yang hubungi sejak tadi nganggur juga gak ngapa-ngapain." Protes Adisty.
"Oiya, maaf dek mommy lupa." Ucap Freya, Adisty hanya bisa tercengang mendengar perkataan sang mommy.
"Ya ampun untung mommyku, coba kalau bukan." Lirih Adisty.
"Adisty berisik," geram Kanaya.
"Apes banget, kayanya aku nafas aja salah si." Lirihnya membuat Freya tertawa kecil melihat Adisty yang tertekan.
"Kak mending gigit atau cakar mommy aja si kak jangan aku, aku belum nikah kak masa udah dibuat trauma kayak gini." Ucap Adisty.
"Diam, huh huh huh." Ucap Kanaya membuat Freya kaget.
"Nay tahan jangan dulu tarik nafas nay." Pekik Freya.
"Mom sakit," lirih Kanaya.
"Mommy tahu sayang tapi tahan jangan teriak-teriak nanti kamu kehabisan tenaga." Ucap Freya, Kanaya mencoba calm namun Adisty yang semakin dibuat tertekan.
"Pak bisa cepat gak si, bapak gak lihat ini baju saja sudah compang-camping kaya gini." Kesal Adisty kepada supir lagi-lagi membuat Freya tersenyum.
__ADS_1
"Baik non." Ucap pak supir.
Sesampainya di rumah sakit Kanaya langsung dibawa menuju ruang bersalin, dan Gabriel ternyata sudah sampai rumah sakit lebih dulu.