Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 71


__ADS_3

"Mah kok mas Alex gitu sih ma." Ucap Ellen menatap kepergian Alex.


"Itu artinya Daddy juga merasa kalau permintaan kamu itu aneh Ellen, lagian mana ada orang ngidam mau gangguin yang lagi honeymoon." Ucap Meisya tertawa mengejek.


"Diam kamu Meisya, ini semua itu gara-gara kamu yang selalu menyahut perkataan saya." Ucap mama Ellen.


"Ya karena saya sengaja tante, saya sengaja melakukan itu agar rencana kalian mengganggu adik saya itu gagal." Balas Meisya, ia tersenyum sinis lalu pergi meninggalkan Ellen dan mama nya.


"Benar-benar menyebalkan sekali mereka." Ucap mama Ellen, sementara Ellen hanya bisa menahan rasa kesal nya kepada Alex.


Sementara itu di tempat lain terlihat Freya dan Darren yang sedang makan malam, Freya terus memperhatikan Darren yang sedang fokus makan.


"Gak usah di liatin terus sayang aku tahu kok kalau aku tampan." Ucap Darren dengan percaya diri nya, dan Freya hanya bisa menelan ludah saat tertangkap basah sedang memperhatikan Darren.


David yang juga sedang makan tidak jauh dari meja Freya dan Daren berada hampir saja menyemburkan makanan yang ada dalam mulutnya, dengan sekilas David menatap Darren lalu menggelengkan kepalanya.


"Bisa-bisanya dia langsung percaya diri seperti itu, padahal baru saja mereka saling mengungkapkan perasaan nya." Gumam David.


"Pekerjaan kamu sudah selesai jadi kapan kita akan pulang?" Tanya Freya, Darren menatap Freya dan meletakkan sendok juga garpu yang sebelumnya ia pegang.


"Kenapa apakah kamu tidak suka berada disini?" Tanya Darren, dengan cepat Freya menggeleng ia takut jika Darren salah paham.


"Tidak bukan itu maksud aku, hanya saja aku takut jika kamu sedang sibuk." Balas Freya.


"Aku tidak sedang sibuk, jika aku merasa sibuk tidak mungkin aku meminta David untuk menjemput kamu." Balas Darren.


"Benar juga." Ucap Freya, Darren tersenyum melihat Freya yang sedang tersenyum manis.


Setelah selesai makan Darren mengajak Freya kembali ke hotel, sesampainya di hotel Darren meminta Freya untuk membersihkan tubuhnya dan beristirahat.


"Kamu bersih-bersih dulu dan aku akan menemui David sebentar." Ucap Darren, Freya pun mengangguk ia berjalan menuju kamar mandi.


Setelah tiga puluh menit Freya pun selesai membersihkan tubuhnya, dan ia merasa bo*oh karena koper miliknya masih berada di mobil milik David.


"Koperku kan masih di mobil David bagaimana aku bisa berganti pakaian jika seperti ini." Gumam Freya, saat sedang melamun tiba-tiba saja pintu kamar terbuka membuat Freya sedikit terkejut.


"Aaaa, kau mengangetkan aku saja." Geram Freya, Darren tertawa lalu mengernyit heran karena melihat istrinya masih memakai handuk.


"Kenapa tidak memakai baju?" Tanya Darren, bahu mulus dan kaki jenjang Freya terekspos dengan jelas di penglihatan Darren.

__ADS_1


"David dimana Darren?" Tanya Freya, Darren menatap heran kenapa Freya menanyakan David.


"David aku suruh untuk kembali ke Jakarta karena besok ada meeting di kantor, kenapa?" Ucap Darren.


"Darren koperku ada di mobil milik David." Lirih Freya, membuat Darren membelalakkan matanya.


"Bagaimana bisa?" Tanya Darren.


"Aku lupa untuk menurunkan nya dan mungkin David juga merasa lupa, jadi bagaimana aku tidur jika pakaianku tidak ada." Ucap Freya, tiba-tiba saya Darren merasa kepalanya pusing karena adik kecil nya sudah mulai bereaksi.


"Sayang kamu pakai bajuku dulu saja, daripada tidak memakai baju sama sekali." Ucap Darren, Freya terdiam dan dengan cepat Darren mengeluarkan kemeja putih dari dalam koper nya.


"Ini." Ucap Darren, Freya menerima nya dengan wajah bingung.


"Darren." Lirih Freya.


"Apalagi?" Tanya Darren, Freya yang malu memilih untuk tidak mengatakan apapun kepada Darren.


"Tidak ada, sebaiknya kamu mandi saja dulu." Ucap Freya, Darren pun mengangguk dan berjalan masuk kedalam kamar mandi.


"Baju nya sudah ada tapi kacamata dan segitiga pengaman ku yang tidak ada, aku tidak mungkin memakai yang tadi." Gerutu nya, ia memakai kemeja yang kebesaran di tubuh nya.


"Badan Darren gede juga sampai kemeja ini hampir menutup setengah paha ku." Gumam Freya, ia buru-buru melompat keatas tempat tidur dan menutupi tubuhnya dengan selimut.


"Kenapa?" Tanya Freya polos.


"Kamu sakit sayang." Ucap Darren.


"Tidak." Balas Freya, lihatlah kedua sejoli ini malah terlihat seperti orang pacaran.


"Lalu kenapa kamu menutupi seluruh tubuh kamu apa gak panas?" Tanya Darren lagi.


"Tidak, aku mengantuk dan ingin tidur." Jawab nya, Darren pun mengangguk.


Darren merebahkan tubuhnya di samping Freya setelah selesai berpakaian, ia memeluk tubuh Freya yang dibungkus dengan selimut.


Tepat pukul 00:00 malam hari Darren terbangun karena merasa haus, setelah menegak segelas air ia menoleh menatap Freya dan membuat nya menelan ludah.


Keadaan Freya dengan selimut terbuka membuat tubuhnya terlihat begitu jelas dan indah di pandangan Darren, Darren tahu jika saat ini istrinya tidak memakai kacamata pelindung.

__ADS_1


"Godaan apalagi ini tuhan." Gumam nya frustasi, apakah Darren harus memanfaatkan kesempatan ini.


Namun tiba-tiba saja tubuhnya refleks mendekati Freya yang masih terlelap, Darren menempelkan b*bir nya di b*bir mungil Freya.


Siapa sangka hal itu membuat Darren bermain hingga mengusik ketenangan Freya dalam tidur, Freya mengerjapkan matanya dan terkejut melihat Darren yang berada di atasnya.


"D-darren eemmhh." Pekik Freya, Darren menahan pergerakan Freya hingga akhirnya.


"Sakit Darren." Lirih Freya ia mencakar punggung Darren hingga meninggalkan bekas, keduanya sudah bersatu karena Darren yang tidak bisa menahan diri hingga membuat Freya ikut terbuai.


"Sssttt." Bisik Darren di telinga Freya, hingga membuat wanita itu merinding.


"Eung*hhh.* Lenguh Freya, setelah cukup lama merekapun tumbang bersama.


Darren memeluk Freya yang tadi sempat menangis akibat kebetulan dirinya, ia juga menyadari darah segar yang keluar dari Freya hingga mengotori sprei dan selimut berwarna putih itu.


"Maaf." Lirih Darren.


"Belum siap udah main terobos saja." Balas Freya, Darren tertawa kecil lalu mengecup hidung mancung Freya.


"CK, gak sabar honey. Tapi makasih untuk malam ini." Ucap Darren, Freya menyembunyikan wajahnya di dada bidang Darren.


Membuat Darren tersenyum ia tahu jika istrinya sedang merasa malu, namun Darren bangga meskipun tumbuh di luar negeri yang notabene nya negara bebas tapi Darren lah lelaki pertama yang merenggut harta berharga dari diri Freya yang telah Freya jaga dengan susah payah.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ


__ADS_2