
Waktu begitu cepat berlalu hingga tiba hari dimana Darren akan mempertemukan Freya dengan Alex, Freya menarik nafas panjang akan seperti apa reaksi sang Daddy saat melihat dirinya nanti.
Freya menatap Darren yang terlihat tenang disampingnya, kini ia dan Darren sudah tiba di kediaman Alex dimana gerbang yang menjulang tinggi itu mulai terbuka.
"Sayang." Lirih Freya.
"Kenapa honey?" Tanya Darren.
"Kita beneran kesini ya." Ujarnya polos.
"CK, menurut kamu memang kita akan kemana? Bukankah kamu yang ingin kita pergi kesini." Ucap Darren.
"Hehe, maafkan." Ucap Freya.
Saat Freya akan keluar dari mobil terlihat Grace yang keluar dari rumah itu, ya Freya memang memberi tahu Grace jika dirinya akan datang kerumah Alex.
"Frey." Pekik Grace, melihat Grace Freya pun langsung turun dari mobil.
"Grace." Pekik Freya, kedua wanita cantik itupun saling berpelukan satu sama lain.
"Gue kangen banget sama Lo Frey." Lirih Grace, Alex yang mendengar suara keributan pun langsung keluar dari rumah dan terpaku melihat Freya dan juga Darren.
"Gue lebih kangen sama lo Grace." Ucap Freya tertawa kecil.
"F-freya." Panggil Alex, Freya pun menoleh menatap sang Daddy.
"Assalamualaikum dad." Ucap Freya, tanpa menjawab salam dari putri bungsu nya Alex langsung berhambur memeluk tubuh Freya yang sekarang terlihat lebih berisi.
__ADS_1
"Freya ini benar kamu nak? Kamu kembali kepada Daddy sayang?" Lirih Alex dalam pelukannya.
Tidak bisa berbohong Darren terharu melihat Alex yang langsung memeluk putrinya, Darren merasa hukuman untuk Alex sudah cukup dengan melihat Alex tidak lagi memarahi Freya itu semua lebih dari cukup.
"Daddy maafin Freya, maaf kalau Freya dan Darren sempat membantah Daddy." Lirih nya, Freya menangis tersedu-sedu membuat Alex merasa tertusuk.
Alex tidak pernah melihat Freya menangis seperti ini, ia sadar jika selama ini sudah menyakiti hati putrinya.
"Tidak nak, Daddy yang seharusnya meminta maaf kepada kamu. Jika bukan karena keegoisan Daddy semua ini tidak akan terjadi sayang, kamu juga tidak akan terluka begitupun dengan Meisya." Ucap Alex.
"F-freya, Freya tidak marah kepada Daddy. Daddy harus berjanji tidak akan seperti itu lagi, Freya tidak bisa memilih antara Daddy atau Darren." Ujarnya lagi, mendengar nama Darren disebut Alex langsung menatap menantunya yang berdiri dengan tegap dan tenang disana.
Sungguh dalam hati yang paling dalam Alex berterima kasih karena Darren benar-benar tulus menjaga dan mencintai Freya, Alex merasa Freya berada di tengah-tengah keluarga yang tepat. Freya juga terlihat lebih bahagia dengan Darren yang bisa memberikan segalanya, bukan prihal materi melainkan cinta dan kasih sayang.
"Iya sayang maafkan Daddy ya, mulai sekarang Daddy akan mendukung apapun yang diinginkan oleh anak-anak Daddy. Bagi Daddy kebahagiaan kalian yang paling penting Frey, kamu tentunya kamu paling penting dalam hidup Daddy." Lirih Alex, kini kening Alex dan Freya saling beradu.
"Dek." Panggil Meisya, Alex dan Freya pun menoleh.
"Hai kak." Sapa Freya.
"Kakak kangen kamu." Ucap Meisya langsung memeluk Freya.
"CK, aku juga kangen kakak." Ucap Freya.
"Adik nakal kamu kenapa kesini tidak memberi tahu kakak dulu hmmm." Ucap Meisya.
"Haha, aku sengaja karena ingin memberikan kalian kejutan." Ucap Freya.
__ADS_1
"Cih, kalian melepas rindu sampai lupa jika kita malah berdiam di luar. Om ajak Darren dan Freya masuk kasihan Freya sedang mengandung." Ucap Grace.
"Haha, benar sekali Grace om hampir lupa." Ucap Alex.
"Memangnya apa yang om ingat jika bukan aku yang mengingatkan." Ucap Grace, Darren tersenyum tipis melihat Grace yang begitu peduli terhadap istrinya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya πβΊοΈ
__ADS_1