
"Ayah," lirih Kanaya.
"Kakak sudah sadar," ucap Adisty menggenggam tangan Kanaya.
"Disty dimana Gabriel?" Tanya nya.
"Kak Gabriel sedang ada urusan keluar kak," ucap Adisty.
"Lalu dimana ayah dan bunda aku Adisty," ucap Kanaya.
Adisty diam ia bingung harus bicara apa kepada Kanaya, sampai akhirnya Laura masuk dan menghampiri Kanaya.
"Nay, yang kuat ya maaf gue baru sempet jengukin lo." Ucap Laura.
"Ra ayah gue udah gak ada kan ra?" Ucap Kanaya.
"Nay hei lo harus kuat gak boleh sedih okey, Gabriel sedang pergi untuk mengurus pemakaman om Dani. Lo harus kuat demi janin yang lo kandung, jangan biarkan usaha om Dani yang rela mengorbankan nyawa nya demi keselamatan calon cucu nya lo buat sia-sia." Ucap Laura, Kanaya diam ia kembali meneteskan air matanya.
"Ayah kenapa ayah melakukan ini, harusnya ayah diam saja dan biarkan Kanaya yang terluka yah. Tapi Kanaya yakin dengan usaha ayah yang melindungi Kanaya ayah sangat menyayangi calon cucu ayah, Kanaya akan menjaga anak ini dengan baik Kanaya janji yah." Batinnya, Laura memeluk Kanaya berusaha menenangkan Kanaya.
__ADS_1
Sesampainya di rumah Gabriel langsung mengajak Kanaya menuju kamar untuk beristirahat, dan Gabriel meminta Adisty juga Alice dan Laura untuk menemani Kanaya di kamar.
"Kamu istirahat ya ada Adisty dan yang lainnya yang akan menemani kamu, aku ada urusan sebentar dengan Daddy dan Gio." Ucap Gabriel, Kanaya pun hanya mengangguk saja.
Setelah mengatakan itu Gabriel pergi meninggalkan Kanaya menuju ruang kerja Daddy nya, Gabriel masuk sudah ada Gio dan Darren disana.
"Bagaimana keadaan Kanaya?" Tanya Darren.
"Kanaya masih terlihat diam dia sangat terpukul atas kepergian ayah Dani dad." Ucap Gabriel.
"Wajar jika Kanaya begitu terpukul boy, ayahnya rela kehilangan nyawa untuk menyelamatkan Kanaya dan calon anak kalian. Kamu harus benar-benar menyayangi dan menjaga Kanaya, jangan membuat usaha yang dilakukan ayah Kanaya sia-sia. Beliau melakukan itu agar kamu tidak kehilangan anak dan istrimu, meskipun dia rela membuat istrinya kehilangan dia suami yang dicintai oleh Sintia." Ucap Darren, Gabriel mengangguk ia pasti akan selalu menjaga Kanaya.
"Iya dad aku paham, tapi bagaimana apakah Daddy sudah tahu siapa yang melakukan ini?" Ucap Gabriel.
"Jadi siapa dad?" Tanya Gabriel.
"Daddy tidak yakin kamu bisa menahan emosimu Gabriel." Ucap Darren.
"Untuk apa menahan emosi dad? Ini sudah menyangkut nyawa manusia, wajar jika aku murka orang itu sudah membuat istriku kehilangan ayahnya." Ucap Gabriel.
__ADS_1
"Daddy tahu, Daddy juga sudah bicara kepada ayah dan dia meminta Daddy untuk memberi tahu kamu." Ucap Darren.
Gabriel diam ia menatap Darren dengan tatapan tajam nya, Gio sendiri sedikit bergidik melihat ayah dan anak yang saling beradu pandang yang tak biasa.
"Sayang kenapa selalu saja ada orang yang berniat menyakiti Kanaya." Lirih Ellen.
"Namanya orang sirik mam itu sangat jelas bahwa ia tak mampu menyaingi cucu menantu kita." Jawab Alex santai.
"Lalu apakah kamu sudah tahu siapa orang itu?" Tanya Ellen penasaran.
"Haha, kamu lupa bersama siapa suamimu bersekutu sekarang? Darren Dirgantara, aku rasa kamu tahu jelas bagaimana Darren. Tak butuh waktu lama untuk mengetahui siapa penyebab semua ini." Ucap Alex.
"Benar juga, dibalik kekuasaan kamu yang besar kekuasaan Darren lah yang paling besar. Tidak heran jika dulu kamu tak bisa melacak keberadaan Freya karena Darren sangat cerdik menutup akses untuk menemukan Freya, padahal kita masih tinggal satu negara." Ucap Ellen tertawa kecil, Alex mencebikan bibirnya ia malu jika mengingat hal itu.
"Jangan bahas masa lalu sayang semua itu sudah selesai, intinya aku selalu tahu apapun yang terjadi dalam kehidupan keluarga kita. Bahkan kini aku tahu siapa yang membuat Cindy hamil, aku diam hanya karena aku ingin tahu apakah Cindy akan berubah atau tidak. Nyatanya anak itu masih sama sombong, arogan dan keras kepala." Ucap Alex.
"Jika kamu sudah tahu kenapa kamu tidak meminta lelaki itu bertanggung jawab?" Tanya Ellen.
"Untuk apa? Biarkan dia menanggung apa yang sudah ia lakukan, jika publik mengetahui tentang kehamilannya pun tak akan berpengaruh apa-apa terhadap keluarga kita." Ucap Alex.
__ADS_1
"Maksud kamu apa mas?" Tanya Ellen.
"Media tidak tertarik kepada Cindy sayang, media hanya tertarik kepada putri kita Alice dan Adisty cucu kita. Media sudah jengah dengan Cindy yang suka sekali membuat onar." Ucap Alex lagi, Ellen diam karena apa yang dikatakan oleh Alex memang ada benarnya.