
Kanaya membuka pintu kamarnya dengan hati-hati, ia berharap jika seseorang yang berada dalam kamarnya sejak tadi sudah terlelap.
Namun sayang sepertinya keberuntungan tidak berpihak kepada Kanaya, karena saat ini ia bisa dengan jelas melihat Gabriel yang sedang duduk bersandar di atas tempat tidur nya.
Gabriel yang melihat Kanaya memasuki kamar itupun hanya menatap nya sekilas, Kanaya merasa ruangan itu tiba-tiba dingin dan mencekam sampai akhirnya suara Gabriel membuyarkan lamunannya.
"Apa kau sedang cosplay menjadi patung." Ucap Gabriel tanpa menatap Kanaya, dan tetap fokus kepada ponsel nya.
"H-hah?" Ucap Kanaya bingung.
Gabriel pun menoleh kini ia menatap Kanaya dengan intens, rambut yang panjang dan lurus membuat Gabriel sedikit tertarik kepada gadis itu.
"Apa yang kau lakukan dengan hanya berdiri disana?" Kalo ini Gabriel yang bertanya.
"Oh, tidak ada aku tidak sedang melakukan apapun." Jawab nya polos.
"Lalu?" Tanya Gabriel lagi.
"Ah, iya aku akan tidur sekarang." Ucap Kanaya, buru-buru berjalan menuju tempat tidur dan berbaring di samping Gabriel.
Kanaya tidur membelakangi Gabriel hingga membuat lelaki itu menghela nafasnya, karena merasa lumayan lelah akhirnya Gabriel juga ikut membaringkan tubuhnya disana.
Sementara itu di kediaman Alex dan Ellen terlihat anak, cucu, dan menantu nya sedang berkumpul di ruang keluarga dengan memakan camilan yang tersedia.
"Bagaimana bisa aunty dan uncle setuju Gabriel menikahi wanita kelas menengah seperti itu, apakah kalian tidak bisa mencarikan calon istri yang lebih baik untuk Gabriel." Ucap Cindy.
"Cindy apa maksud kamu?" Tanya Meisya kepada putrinya.
"Aku bicara fakta mam, jelas Fira jauh lebih baik daripada gadis itu." Ucap Cindy.
__ADS_1
"Kau yakin jika Safira lebih baik dibanding Kanaya?" Tanya Alice, jujur saja ia tidak suka jika Cindy bicara seperti itu.
"Kak Fira tidak jauh lebih baik dari kak Naya kok, aku tahu bagaimana perangai kak Fira yang menurut kak Cindy baik itu." Ucap Adisty.
"Apa yang dikatakan oleh Alice dan Adisty benar, kami tidak akan memisahkan Gabriel dan Fira jika memang Fira wanita baik-baik." Tegas Freya.
"Ayolah aunty Gabriel itu tampan dan kaya, tapi kenapa dia mendapatkan pasangan seperti Kanaya." Ucap Cindy.
"Cindy jaga bicara kamu." Tegas Leo.
"Why pap?" Tanya Cindy.
"Kamu tidak pantas bicara seperti itu." Balas Leo.
"Aku hanya mengungkapkan apa yang ingin aku katakan, aunty dan uncle tidakkah kalian merasa jika kalian terlalu egois?" Ucap Cindy.
"Sudahlah Cindy kau terlalu banyak bicara, memang kau tahu apa tentang hubungan Gabriel dan Fira? Jika Gabriel saja tidak protes kenapa kamu yang protes? Lebih baik urusi saja hidup dan percintaan mu agar tidak di manfaatkan seperti Gabriel yang dimanfaatkan oleh Safira." Ucap Alice.
"Apa maksudmu menyinggung soal percintaan ku?" Ucap Cindy tak terima.
"Kakak ini kenapa si menyebalkan sekali, kenapa kakak selalu membela kak Fira? Jelas-jelas aku tahu bagaimana kelakuan wanita itu, sangat minus dan tidak jauh berbeda dengan kelakuan kakak saat ini!" Kesal Adisty, membuat Cindy mengepalkan tangannya.
"Apa katamu?" Tanya Cindy tak terima.
"Kau menyebalkan, jika kakakku menuruti keinginan mami dan Daddy nya lalu kenapa kamu yang repot? Apakah menikah nya kakakku dengan kak Naya merepotkan dirimu, apakah itu mengurangi uang bulanan atau beras yang ada di rumahmu?" Kesal Adisty, karena sejak tadi Cindy berusaha menyudutkan orang tuanya.
"Jaga sikapmu Adist kau itu masih kecil, dan kau juga tidak tahu bagaimana Kanaya bisa saja dia berniat ingin menguras harta aunty dan uncle." Ucap Cindy.
"Kamu ini bicara apa Cindy? Kenapa kau seperti tidak terima dengan semua ini, apa jangan-jangan kau menyukai Gabriel?" Tanya Ellen dengan telak.
__ADS_1
Bukan tanpa alasan Ellen bicara seperti itu, karena beberapa kali ia sering melihat Cindy badmood jika Gabriel berdekatan dengan Alice putrinya.
"Apa maksud buna." Ucap Cindy emosi.
"Sikapmu itu bukan seperti seorang kakak sepupu, melainkan seperti seorang kekasih yang ditinggal menikah oleh kekasihnya." Ucap Ellen, Meisya dan Freya menatap Cindy.
"Jangan sembarang bicara buna." Ucap Cindy.
"Kalau begitu bersikaplah normal agar kau terlihat lebih waras nak, kau ini yang paling aneh diantara yang lainnya. Kita semua bahagia atas pernikahan Gabriel dan Kanaya, kamu malah mencak-mencak menyudutkan aunty dan uncle mu." Ucap Ellen.
Akhirnya Cindy pun diam ia tak mau jika sepulangnya nanti dari kediaman Alex dirinya akan di sidang oleh Leo dan Meisya, tentu saja ia malas menghadapi kuliahan dari kedua orang tuanya.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya πβΊοΈ
__ADS_1