Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 97


__ADS_3

Di sebuah ruangan besar terlihat beberapa lelaki bertubuh besar menghadap kepada seorang lelaki yang berdiri membelakangi mereka, ketiga orang bertubuh besar yang terlihat seperti orang-orang suruhan itu menunda di belakang tuan nya.


"Bagaimana bisa kalian kehilangan jejak Freya sementara Freya hanya dijaga oleh seorang wanita." Ucap lelaki itu yang tak lain adalah Alex.


"Maaf tuan kami sudah mengikuti mereka seperti apa yang sudah tuan perintahkan, namun seperti biasa di tengah-tengah perjalanan kami kehilangan jejak nya." Ucap salah seorang lelaki bertubuh besar itu.


Perkataan nya membuat Alex membalikan tubuhnya dan menatap tajam ketiga orang yang kini berdiri di hadapannya, Alex berjalan mendekati mereka dan melayangkan pukulan tepat di masing-masing pelipis ketiga lelaki itu.


"Bo*oh, kalian bahkan tidak becus hanya untuk mengurus dua wanita saja." Murka Alex.


"Wanita yang menjaga nona muda cukup cerdik tuan sampai kami tidak bisa mengejar nya." Ujar nya lagi, dengan posisi yang terbaring di lantai akibat pukulan Alex.


"Apa sebenarnya yang ada di ot*k kalian, sia-sia saya membayar mahal kalian kalau kalah cerdik oleh satu wanita." Teriak Alex.


"Maaf tuan maafkan kami." Ujar nya.


"Pergi kalian dari sini dan jangan pernah perlihatkan lagi wajah kalian di hadapan saya!" Tegas Alex, dengan cepat ketiga orang itupun pergi dari ruangan Alex.


"Siapa sebenarnya wanita itu dan kenapa Darren seperti tahu jika aku mengincar Freya, tapi lihat saja jika Freya berhasil aku dapatkan maka aku tidak akan membiarkan Darren memiliki nya lagi." Gumam Alex.


Tanpa Alex sadari sejak tadi Ellen mendengar perbincangan Alex di depan ruang kerja nya, Ellen menutup mulutnya tak percaya jika akibat ulah dirinya membuat Alex akan murka seperti ini.

__ADS_1


"Aku kira mas Alex sudah berhenti mencari keberadaan Freya, tapi nyatanya tidak. Apa yang harus aku lakukan sekarang, Darren sudah sangat membenciku dan aku juga tidak ingin kehilangan mas Alex." Lirih Ellen.


"Jika mas Alex berhasil memisahkan Freya dan Darren aku yakin bukan hanya mas Alex yang akan kena kemarahan Darren, tapi hidupku dan mama juga akan hancur berantakan." Lirih nya lagi, sebelum Alex mengetahui kehadiran Ellen wanita itu lebih dulu pergi keluar dari rumah.


Mama yang melihat Ellen pergi terburu-buru pun merasa heran dan memutuskan untuk mengejar putrinya, mama menarik tangan Ellen sebelum wanita itu memasuki mobilnya.


"Ellen tunggu." Ucap mama.


"Mama, mama ngapain disini?" Tanya Ellen sedikit terkejut.


"Kamu mau kemana kenapa kamu terlihat buru-buru seperti ini?" Tanya mama.


"Mah aku harus pergi ada sesuatu yang harus aku selesaikan." Ucap Ellen, mama menoleh ke kiri dan kanan memastikan keadaan yang benar-benar aman.


"Mah aku harus pergi menemui Darren." Ucap Ellen.


"Ngapain? Untuk apa kamu menemui Darren Ellen?" Tanya mama.


"Mah aku harus memberi tahu Darren agar dia memperketat penjagaan Freya _" Ucapan Ellen terhenti karena mama yang menatap nya tajam.


"Apa maksud kamu? Kamu lupa jika tujuan kita merebut kekayaan Alex dan menghancurkan kebahagiaan Freya?" Ucap mama Ellen.

__ADS_1


"Mah kita tidak bisa melakukan itu, semua itu tidak mudah. Jika aku membantu mas Alex menemukan Freya itu akan memancing kemarahan Darren, iya kalau Darren hanya menyerang mas Alex. Tapi bagaimana kalau Darren menghancurkan semua usaha mas Alex dan aku juga terkena imbasnya, yang ada kita tidak memiliki apapun." Ucap Ellen.


"Gak, mama yakin Darren tidak akan marah kepada Alex." Ucap mama.


"Mah, mama lihat sekarang saja Darren berani memporak-porandakan keadaan rumah ini. Dia menyembunyikan Freya dan membuat mas Alex menjadi sosok yang kejam, bagaimana nanti dia mungkin bisa saja meratakan rumah beserta aset yang mas Alex miliki dan aku tidak mau itu terjadi." Ucap Ellen, ia menepis tangan mama nya dan pergi begitu saja.


Mama menatap Ellen yang pergi menjauh, bagaimana bisa Ellen berpikir seperti itu. Bagaimana bisa Ellen memiliki ketakutan sebesar itu, sementara Ellen tahu jika dulu Darren tidak pernah berani menyakitinya.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ


__ADS_2