Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 113


__ADS_3

Sementara itu di kediaman Alex terlihat Meisya yang melihat Leo sedang memandangi foto Freya, tidak munafik adiknya itu memang begitu cantik.


Tanpa banyak bicara Meisya keluar dari rumah dan memutuskan untuk pergi menenangkan diri, namun wanita rapuh itu pergi ke tempat yang salah.


Meisya pergi ke sebuah club' ia merasa harus melupakan kejadian yang baru saja di lihatnya, kejadian saat suaminya sedang menatap kagum kepada adiknya sendiri.


Meisya begitu banyak minum hingga membuat dirinya tak terkendali, sampai akhirnya Grace datang dan mencoba untuk menghentikan Meisya.


"Sya cukup lo kenapa si?" Ucap Grace.


"Kenapa semua orang jahat sama gue Grace, Freya jahat, Daddy jahat bahkan sekarang Leo suami gue sendiri juga jahat Grace. Gue kurang apa hah? Kurang apa lagi Grace, selama ini gue udah cukup mengalah dengan setiap keadaan. Gue udah menerima kenyataan bahwa gue bukan putri kandung keluarga Gustove, tapi kenapa hidup gue masih kaya gini kenapa gue gak bahagia setelah gue menerima semuanya." Teriak Meisya di tengah-tengah dentuman musik yang keras.


"Sya hei sadar Freya gak salah, lo tahu dalam hal ini Freya juga korban. Lo lupa Freya pernah ters*ksa menjalani pernikahan nya dengan Darren, Freya jadi imbas atas kesalahan Daddy Lo dan Ellen. Stop salahin Freya stop berpikir buruk tentang Freya, kurang apa dia sya selama ini?" Ucap Grace, air mata Grace menetes mengingat kejadian masa lalu di hidup Freya dan Meisya.


"Kenapa semua orang sayang sama Freya, bahkan Darren juga bisa jatuh cinta dan sayang kepada Freya Grace." Lirih Meisya.


"Lo jangan gila sya Darren suami Freya wajar kalau dia sayang dan cinta sama istrinya, lo kebanyakan denger ocehan Ellen yang seakan-akan membandingkan lo sama Freya." Teriak Grace.


"Gue benci sekarang suami gue juga masih suka sama Freya Grace." Ucap Meisya.


"Ya itu salah suami lo bukan salah Freya sya, Freya gak pernah minta semua orang buat sayang sama dia." Ucap Grace, Meisya mengerjap mendengar perkataan Grace.

__ADS_1


"Lo benar gue yang jahat Grace, bisa-bisanya gue kesel sama adik gue sendiri sementara Freya udah baik banget sama gue." Lirih Meisya.


"Meisya dengar Freya saja bisa meluluhkan Darren yang terkenal kejam, dingin dan arogan. Gue yakin sya lo lebih mampu untuk meluluhkan hati Leo, udah ya Lo gak boleh kaya gini." Ucap Grace.


"Gue gak mau balik ke rumah Grace, gue gak sanggup liat Leo." Lirih Meisya.


"Oke lo balik sama gue, udah lo gak boleh sedih lagi. Lo gak boleh denger omongan Ellen yang terkesan membandingkan lo sama Freya, sya Freya itu adik lo dia sayang sama lo sya." Ucap Grace.


Meisya mengangguk dengan kesadaran yang mulai menghilang, Grace pun berusaha untuk membawa Meisya pergi dari sana sampai akhirnya ia bertemu dengan David.


"Kamu ngapain disini?" Tanya David to the points.


"Pak bisa gak si gak usah banyak nanya, sebaiknya bapak bantu saya dulu buat angkat Meisya berat ini pak." Ucap Grace.


"Yang minum siapa si pak, justru saya kesini mau menyelamatkan Meisya dari tempat lucknut ini." Ucap Grace.


"Memangnya dia kenapa?" Tanya David.


"Bapak nanyeeaaa? Bapak bertanyeeaa tanyeaa?" Ucap Grace kesal.


"Menurut kamu saya bertanya apa sedang bernyanyi?" Ucap David.

__ADS_1


"Tau ah saya mau pulang dulu pak ini sudah malam, tidak baik anak gadis yang cantik, imut, mungil dan lugu seperti saya ada di tempat seperti ini malam-malam." Ucap Grace sukses membuat David tercengang.


"Percaya diri kamu terlalu tinggi Grace." Ucap David.


"Itu hak saya emangnya masalah buat bapak." Ucap Grace berjalan masuk kedalam mobilnya, sementara David hanya bisa mematung dengan kelakuan konyol Grace.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ


__ADS_2