Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 92


__ADS_3

Sesampainya di Jakarta Darren meminta Freya untuk tidak turun dari mobil, ia berjalan masuk kedalam rumah sendirian untuk mengambil beberapa berkas yang ia butuhkan.


"Darren kenapa kamu meminta para pelayan merapikan barang-barang milik Freya, dan sekarang mana Freya?" Tanya sang mama.


"Aku dan Freya tidak akan tinggal disini lagi ma." Jawab Darren.


"Apa? Kamu ini apa-apaan Darren jangan g*la mama dengar juga Freya sedang mengandung, mana Freya mama ingin bertemu dengan Freya." Ucap mama.


"Mah, mama bisa menemui Freya kapanpun mama mau. Tapi keputusan aku sudah bulat aku tidak mau Freya tinggal disini, rumah ini memudahkan keluarga Freya mencari dan menemuinya." Ucap Darren, mama pun terdiam mendengar perkataan putranya.


"Ada apa sebenarnya kenapa kamu ingin membawa Freya pergi?" Tanya mama Darren.


"Aku dan Alex bertengkar mah dia tahu alasan pertama aku menikahi Freya, dan dia kekeh ingin Freya meninggalkan aku. Aku tidak mau mah aku tidak mau kehilangan Freya apalagi anak aku, jadi aku juga memutuskan untuk melarang keluarga Freya menemui nya." Ucap Darren.


Mama pun terdiam perkataan Darren memang tak pernah main-main, lelaki itu selalu melakukan semua hal sesuai dengan perkataan nya.


"Lalu siapa yang akan menemani Freya dirumah kalian nanti?" Tanya mama.


"Aku sudah menugaskan Kelen untuk menemani Freya disana." Ucap Darren.


"Beri asisten untuk Freya yang benar jangan sampai Kelen sama seperti Lolly yang mengkhianati kamu Darren, mama tidak ingin Freya kenapa-napa apalagi dia sedang mengandung cucu mama." Ucap mama, Darren pun mengangguk dan pamit untuk pergi kembali.


Ia masuk kedalam mobilnya dan melihat Freya yang terlelap dalam mobil, Darren mengusap wajah cantik Freya dengan lembut.


"Maaf jika aku egois tapi aku benar-benar tidak ingin kehilangan kamu sayang, jika orang berpikir aku yang akan kehilangan kamu itu salah. Merekalah yang akan sulit mencari keberadaan kamu Frey." Lirih Darren, ia mengecup kening Freya hal itu membuat mama yang tak sengaja melihat sikap Darren menitihkan air matanya.

__ADS_1


"Kejarlah cinta kamu nak pertahanan hubungan kamu dengan Freya, perjuangkan dia seperti kamu memperjuangkan hak kamu nak." Lirih mama, Darren pun melajukan mobilnya membelah jalanan kota.


Sementara itu di sebuah villa Alex terlihat resah ia menyuruh beberapa anak buah nya untuk mengikuti Darren dan Freya, namun naas mereka kehilangan jejak Darren karena lelaki itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Sudah saya katakan om jangan mencari masalah dengan Darren, dia memang terlihat tenang namun nyatanya sekarang kita yang sulit menemui Freya." Ucap Grace.


"Kenapa Daddy egois ingin memisahkan Freya dan Darren, padahal Daddy tahu jika Darren tidak seperti lelaki pada umumnya. Daddy juga melihat bagaimana Darren membantu Freya dan mengutamakan Freya, Darren tidak mungkin mau balik ke Ellen dad apalagi Ellen sedang mengandung anak Daddy." Ucap Meisya.


"Darren itu tipe orang yang melakukan apa-apa sesuai dengan perkataan nya, jika nanti kita akan kesulitan untuk menemui Freya om jangan kecewa!" Tegas Grace, ia berlari ke kamar untuk mengambil barang-barangnya.


"Kamu mau kemana Grace?" Tanya Alex.


"Tentu saja aku mau pulang, tidak ada yang perlu aku jaga lagi disini." Ujar nya, Meisya menatap Grace yang berlaku begitu saja.


"Darren lihat saja saya tidak akan membiarkan Freya lepas dari pantauan saya." Gumam Alex.


Mobil Darren memasuki sebuah gerbang yang menjulang tinggi, ia menepikan mobilnya di halaman rumah yang begitu luas.


"Selamat datang tuan." Sapa Kelen.


"Hmmm, Kelen tolong bantu saya untuk membawa barang-barang nona." Ucap Darren, ia membuka pintu samping dan menggendong tubuh mungil Freya.


"Tuan nona tidak apa-apa?" Tanya Kelen.


"Tidak apa-apa dia hanya kelelahan saja." Balas Darren, ia langsung membawa Freya masuk dan merebahkannya di atas tempat tidur.

__ADS_1


"Permisi tuan ini barang-barang milik nona Freya." Ucap Darren.


"Kamu letakan saja di ruang ganti biar nanti mbak yang merapikan nya." Ucap Darren, Kelen pun mengangguk dan pamit untuk keluar.


"Menggemaskan sekali ibu hamil yang satu ini." Gumam Darren, ia mengecup hidung mungil Freya dengan gemas hingga membuat wanita itu menggeliat.


"Kita mulai hidup baru sekarang ya sayang bersama anak-anak kita nanti, dan aku tidak akan membiarkan kamu untuk bekerja lagi." Bisik Darren, terlihat senyum tipis di bibir mungil istrinya.


"Gemes banget lagi tidur saja senyum-senyum." Ucap Darren tertawa kecil, kini Freya lah yang menjadi dunia bagi dirinya.


.


.


.


.


.


.


.


Rumah Freya dan Darren

__ADS_1



Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ


__ADS_2