Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 66


__ADS_3

Malam hari mobil Darren dan Freya memasuki halaman rumah bersamaan, Freya yang menyadari itu hanya bisa diam sejenak ia ingin Darren keluar lebih dulu dari dirinya.


Namun siapa sangka Darren juga melakukan hal yang sama, sampai akhirnya Freya dan Darren memutuskan untuk keluar bersamaan hingga membuat mereka mau tak mau harus bertegur sapa.


"Baru pulang?" Tanya Darren.


"Menurut kamu." Balas Freya, sikap dingin Freya membuat Darren mengangguk.


"Besok saya ada urusan penting dan mungkin harus pergi beberapa hari keluar kota." Ucap Darren, Freya menatap Darren lalu mengangguk.


"Tidak masalah toh itu urusan kamu kan." Balas Freya, ia berjalan lebih dulu namun dengan cepat Darren mengejar Freya sampai di kamar nya.


"Mau sampai kapan kita seperti ini?" Tanya Darren.


"Seperti ini maksudnya?" Tanya Freya, kini kedua manusia itu sudah berada di kamar nya.


"Ya maksud saya mau sampai kapan kamu menghindar dari saya." Balas Darren.


"Tidak ada yang menghindari kamu Darren." Ucap Freya.


"Freya." Panggil Darren.


"Ya." Sahut Freya.


"Apa kamu tidak ingin memperbaiki hubungan kita?" Tanya Darren lagi, Freya yang saat itu berdiri membelakangi Darren pun terdiam.


"Apa yang harus di perbaiki bukan kah selama ini kita memang seperti ini." Ucap Freya.


"Apakah kamu tidak berniat untuk membuat hubungan ini lebih hidup, maksud ku kita menjalani hubungan selayaknya sepasang suami istri." Ucap Darren, Freya menundukkan kepalanya.


"Maaf, aku tidak berniat menjalin hubungan dengan orang yang tidak memiliki cinta untukku." Balas Freya, ia berjalan masuk kedalam kamar mandi.


Melihat Freya yang terus menolak nya membuat Darren sedikit kecewa, apakah perbuatan nya selama ini begitu menyakiti Freya.

__ADS_1


...


Keesokan paginya Freya sudah tidak melihat Darren di samping nya, namun ia melihat ponsel dan ada pesan dari Darren disana.


*Pesan chat*


Darren*: *Good morning Freya Dirgantara, maaf aku tidak membangunkan kamu saat aku pergi karena melihat kamu tidur dengan nyenyak aku menjadi tidak tega untuk melakukan nya.


Aku ada urusan penting dalam tiga hari ke depan, dan aku harap di hari ke empat kamu mau menyusul aku ke sana. Nanti aku akan meminta David untuk menjemput kamu, ada sesuatu yang ingin aku sampaikan*.


Freya termenung membaca pesan dari Darren, apa yang ingin Darren bicarakan? Apakah lelaki itu akan mengakhiri hubungan nya karena Freya yang terus-menerus menolak Darren.


Di tengah lamunan nya Freya di kaget kan oleh mama, mama masuk dan memanggil nama Freya.


"Sayang kamu sudah bangun?" Tanya mama.


"Mama." Balas Freya karena kaget.


"Haha, kaget ya maaf mama mengagetkan kamu. Oiya mama boleh masuk tidak?" Ucap mama, Freya pun mengangguk dan tersenyum manis kepada mama mertua nya.


"Tidak masalah, tapi kamu tidak pergi ke kantor kan Frey." Tanya mama, Freya pun menggelengkan kepalanya kini wanita itu duduk menghadap ke mama.


"Enggak kok Freya sedang ingin di rumah hari ini." Ucap Freya, mama tersenyum dan meraih tangan Freya lalu menggenggam nya.


"Mama tahu apa yang kamu pikirkan, pasti sulit bukan untuk bersikap baik kepada putra mama yang sudah sangat melukai hati Freya." Ucap mama.


"Enggak mah bukan itu." Balas Freya.


"Frey terkadang kita memang ingin egois dengan mementingkan diri sendiri, tapi dibalik itu Freya juga harus bisa memikirkan hati Freya. Apa yang hati Freya inginkan maka lakukan saja, jangan dengarkan apa kata orang tapi dengarkan hati kecil Freya ingin apa dan bagaimana." Ucap mama.


"Freya bingung mah." Lirih nya, ya di sisi lain Freya ingin cerita tapi di satu sisi wanita yang kini duduk di hadapannya adalah ibu dari suaminya.


"Jangan anggap kalau mama ini mertua Freya, tapi anggap saja kalau saat on Freya sedang cerita kepada mami Freya." Ucap mama.

__ADS_1


"Mama kenapa sih kok kaya sayang banget sama Freya." Tanya nya.


"Kenapa, mama juga tidak tahu pokonya Freya itu bukan hanya menantu untuk mama tapi juga seorang putri untuk mama." Balas mama.


"Mah kalau nanti ternyata Freya dan Darren tidak bisa bersama, apakah mama akan tetap menyayangi Freya?" Tanya nya, pertanyaan Freya berhasil membuat wajah mama yang tadinya tersenyum menjadi sedih.


"Kenapa begitu? Freya tidak mau memperbaiki hubungan antara Freya dan Darren?" Tanya mama.


"Enggak bukan gitu, Freya bisa menunggu Darren tapi apa Darren bisa mencintai Freya?" Balas Freya.


"Frey meskipun mama ini mama nya Darren, tapi percayalah mama akan tetap dukung Freya. Kalau misalnya nanti Freya sudah tidak ingin bersama dengan Darren tidak apa-apa, tapi mama akan tetap menyayangi Freya." Jawab mama, Freya menatap tak tega kepada mama.


"Terimakasih mah." Balas Freya, ia mendekatkan tubuhnya dan memeluk mama.


"Tapi akan aku usahakan hubungan ku dengan Darren baik-baik saja, akan aku buktikan kepada Ellen bahwa aku bisa membuat lelaki yang dia cintai akan lebih mencintai aku." Batin Freya, ia sudah bertekad untuk memperbaiki hubungan nya dengan Darren.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ


__ADS_2