
Di sebuah perusahaan besar terlihat Darren yang sedang berkutat dengan pekerjaan nya, lelaki itu benar-benar sibuk setelah mengetahui jika ternyata bukan hanya dirinya yang ada di hati Ellena.
"Asssh, si*al kenapa seberat ini menerima kenyataan jika Ellen dekat dengan lelaki lain." Kesal Darren.
"Bagaimana dengan mami." Lirih nya, Darren merasa bersalah kepada orang tuanya.
"Galau lagi." Ucap seorang lelaki yang terlihat seumuran dengan Darren.
"Kapan balik?" Tanya Darren, bukan nya menjawab Darren malah balik bertanya.
"Gak usah mengalihkan pembicaraan ren gue tau lo lagi galau." Ucap David, ya David adalah sahabat terbaik Darren dari jaman sekolah sampai sekarang.
"Gak usah sok tahu." Ucap Darren.
"Cih masih saja bohong, mau sampai kapan lo pertahankan Ellena? Sampai dia bilang kalau dia udah gak mau sama lo?" Ucap David.
"Ellena gak akan bilang kayak gitu Dav." Ucap Darren.
"Ya memang benar Ellena gak akan ngomong gitu, lagian gak mungkin kalau Ellena buat ATM berjalan nya kan." Ucap David, jangan heran ya begitulah David suka sekali ceplas-ceplos
"Cih." Cibir Darren.
"Cah cih cah cih, mikir kenapa Ellen sampai sekarang gak mau di ajak nikah. Satu lagi lo menghargai Ellen sebagai wanita terhormat, tapi bagaimana kalau dia sendiri yang tidak menghargai kehormatan nya lo masih bisa terima?" Ucap David, Darren diam tidak menjawab perkataan David.
__ADS_1
...
Dan di sebuah rumah sakit terlihat Meira yang masih tidak sadarkan diri wanita cantik itu sudah satu minggu mengalami koma, dan dengan setia Meisya menunggu Meira sadar.
"Mi bangun ya, Meisya gak bisa liat mami kayak gini. Meisya janji kalau mami sadar mei akan ikut dengan mami, mei akan dukung mami berpisah dengan daddy tapi mami bangun." Lirih meisya, wanita itu memegang tangan Meira.
"Mi Freya pasti marah besar kepada Meisya karena Mei yang gak bisa jagain mami." Lirih nya lagi, air mata Meisya mengalir deras ia mengingat semua kenangan bersama Meira.
Waktu begtu cepat berlalu Meisya masih setia dengan mengurus sang mami sampai tiga bulan kemudian Meira tersadar dari koma nya, Meisya dan Alex sengaja tidak memberi tahu Freya karena mereka tahu akan semarah apa Freya kepada daddy nya dan bisa dilihat jika Alex begitu takut jika putri bungsu nya akan marah.
"Mei-sya." Lirih Meira membuat Meisya yang tertidur di samping nya terbangun.
"Mami, mami bangun mami sadar." Ucap Meisya terlihat begitu bahagia.
"Sya maafkan mami." Lirih Meira.
Setelah dokter memeriksa Meira kini Meisya duduk di samping Meira dan menggenggam tangan mami nya, Meira menatap Meisya dengan tatapan sedih nya.
"Sya." Panggil Meira.
"Iya mi kenapa, ada yang mami inginkan?" Ucap Meisya.
"Tidak ada sayang mami hanya ingin mengatakan sesuatu kepada kamu." Ucap Meira.
__ADS_1
"Ada apa mi?" Tanya Meisya.
"Sya janji saya mami kalau kamu akan terus menjaga Freya jangan tinggalkan Freya sendiri, hanya kamu yang saat ini mami percaya." Ucap Meira.
"Mami kenapa ngomong gitu." Ucap Meisya.
"Mami hanya tidak ingin nasib Freya dan kamu sama seperti mami, janji kalau kalian akan terus bersama-sama." Ucap Meira.
"Mi aku dan Freya tidak akan terpisahkan aku janji sama mami." Ucap Meisya, Meira pun tersenyum manis kepada Meisya.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊