Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 91


__ADS_3

Darren mengejar Freya dan memeluk tubuh Freya dengan erat, ia merasa bersalah karena memasang wajah datar nya. Sebenarnya Darren tidak marah ataupun menyudutkan Freya, hanya saja ia khawatir dengan keadaan Freya dan ia juga yakin jika Ellen akan membuat Freya menjadi tersangka.


Darren berpikir akan ada drama baru lagi yang dibuat oleh Ellen maka dari itu ia memasang wajah datar nya, ia malas melihat Ellen yang selalu berpura-pura baik di hadapan Alex.


"Lepasin aku Darren." Pinta Freya.


"Enggak sayang, hei aku gak marah sama kamu Frey dan aku gak mungkin marah sama kamu. Aku seperti itu karena aku heran bagaimana bisa Ellen berada di tempat yang sama dengan kamu, sementara kamu sendiri tidak mengatakan bahwa dia akan ikut. Aku khawatir dengan keadaan kamu Freya, aku juga malas jika harus melihat Ellen menyudutkan kamu lagi." Ucap Darren, ia menangkup wajah cantik Freya.


"Kamu diemin aku tadi dan aku benci wajah kamu yang tanpa ekspresi." Ucap Freya, Darren tertawa kecil dan mengecup sekilas bib*r Freya.


"Iya aku salah dan aku minta maaf, kita pulang sekarang dan aku tidak ingin kamu bertemu keluarga kamu untuk beberapa waktu." Ucap Darren, ia tak bisa bersikap baik lagi kali ini Darren harus bersikap tegas.


Apalagi perbuatan Ellen hampir membuat Darren kehilangan Freya dan calon bayi nya, Freya menatap Darren ia mencari ketulusan dalam tatapan Darren.


"Kenapa?" Tanya Freya, kenapa ia tak boleh bertemu dengan keluarganya beberapa waktu.


"Kita bicarakan ini nanti yang terpenting sekarang kita harus pulang ke Jakarta, aku tidak mau berlama-lama di tempat ini." Ucap Darren lagi, Freya pun hanya diam ia mengikuti langkah kaki Darren menuju villa.


Sesampainya di villa Meisya, Alex, Ellen dan mama Ellen menatap Freya dan juga Darren. Tanpa banyak bicara Darren berjalan ke kamarnya untuk merapikan barang-barang milik Freya, ia juga yang merapikan kamar itu sebelum mereka pergi.


"Mau kamu bawa kemana anak saya?" Tanya Alex, ia melihat Darren dengan tajam saat lelaki itu menyeret kopernya.


"Saya akan membawa Freya pulang ke Jakarta." Ucap Darren.


"Saya tidak mengijinkan kamu membawa putri saya!" Tegas Alex, Darren menatap Alex dengan tajam.

__ADS_1


Semua orang bungkam mereka semua tahu bagaimana keras nya Alex dan Darren, namun Darren lebih keras daripada Alex entahlah siapa yang akan menang kali ini.


"Siapa anda berani melarang saya membawa istri saya?" Ucap Darren.


"Jaga bicara kamu Darren saya ini Daddy nya Freya, untuk apa kamu ingin membawa Freya sementara kamu menikahi Freya karena dendam dan bukan karena cinta." Ucap Alex, Darren tertawa mengejek kepada Alex.


"Saya rasa tidak perlu dijelaskan lagi tuan Gustove, anda tahu saya tidak mudah jatuh hati tapi nyatanya saat ini putri anda sedang mengandung anak saya seharusnya anda tau apa arti semua ini." Ucap Darren.


"CK, lelaki tidak perlu cinta untukku meniduri seorang wanita bukankah benar." Ucap Alex, perkataan Alex membuat Freya sakit hati.


"Wow, apakah itu yang sering anda lakukan? Jangan samakan saya dengan anda tuan, bahkan dengan wanita yang dulu saya cintai pun saya tak pernah menyentuhnya. Dan ya Freya lah satu-satunya wanita yang berhasil membuat saya jatuh cinta sampai ingin memiliki nya." Ucap Darren.


"Meisya ajak Freya ke kamar nya." Ucap Alex, Meisya diam ia tak mau membuat adiknya kecewa lagi.


"Selangkah saja kalian maju mendekati Freya maka tidak akan segan-segan saya meledakkan villa ini!" Tegas Darren, wajah nya berubah merah padam dan rahang nya mengeras menandakan jika saat ini ia sudah tersulut emosi.


"Jelas saya berhak dia istri saya, dan saya tegaskan kepada anda tuan Gustove jika saya tidak akan pernah mengijinkan Freya untuk menemui anda." Ucap Darren lagi.


"Apa-apaan kamu." Teriak Alex.


"Ayok sayang." Ajak Darren, Freya yang sudah terlalu sakit hati dengan perkataan Daddy nya pun menurut.


"Freya berani kamu keluar dari sini maka Daddy tidak akan menganggap kamu anak Daddy lagi." Ucap Alex, Freya mematung mendengar perkataan Alex.


"Dad." Teriak Meisya.

__ADS_1


"Daddy melakukan ini karena Daddy sayang kepada kamu Freya, jika Darren sudah tidak mencintai kamu lagi dia bisa meninggalkan kamu kapanpun. Tapi Daddy adalah orang tua kamu yang tidak akan meninggalkan kamu nak." Ucap Freya.


"Kalian ini kenapa egois sekali, dan Daddy kenapa Daddy mengatakan itu?" Tegas Freya.


"Karena Daddy adalah orang tua kamu." Ucap Alex.


"Tapi Darren suami aku dad, selama ini Daddy kemana saja baru mengatakan jika Daddy adalah orang tuaku? Bukankah selama ini Daddy sibuk dengan Ellen, lanjutkan saja kehidupan Daddy dan aku akan melanjutkan kehidupan aku!" Ucap Freya, ia pergi bersama dengan Darren.


Sementara Alex tertegun menatap kepergian putrinya, Ellen juga terdiam ia tak menyangka jika Darren akan membawa Freya pergi.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ


__ADS_2