
Di negara Maldives terlihat seorang wanita yang berdiri di balkon kamar nya, Freya menatap langit yang terlihat cerah dan indah di tatapan nya.
Darren yang melihat istrinya termenung di balkon pun mendekati Freya dan memeluk Freya dari belakang, Darren melingkarkan tangannya di perut Freya.
"Kamu kenapa hmmm?" Tanya Darren.
"Tidak apa-apa, aku hanya merasa tidak menyangka jika aku akan berlibur kesini bersama seorang suami." Balas Freya, Darren mengernyitkan dahinya mendengar perkataan Freya.
"Kenapa begitu memang apa yang kamu pikirkan sebelumnya?" Tanya Darren lagi, Freya tertawa kecil dan membalikkan tubuhnya hingga kini ia dan Daren berhadapan.
"Dulu aku berpikir jika aku akan datang kesini bersama dengan Grace, aku membayangkan jika kami akan berlibur hanya untuk melepaskan penat." Ucap Freya, Darren tertawa kecil dan mendekatkan wajahnya pada wajah Freya hingga hidung keduanya saling beradu.
"Kenapa harus dengan Grace sementara ada Meisya yang menjadi kakak kamu?" Tanya Darren, ia berharap Freya mengatakan kedekatan nya dengan Meisya.
"Kenapa harus Meisya jika Grace saja bisa menemani aku kemanapun aku pergi, Meisya gak asik dia selalu sibuk dengan pekerjaan nya." Ucap Freya, Darren tersenyum gemas kepada istrinya.
"Kalau begitu apakah aku juga tidak asik karena selalu sibuk dengan pekerjaan ku?" Tanya Darren, Freya tersenyum dan menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan perkataan Darren.
"Mungkin bisa dibilang begitu." Balas Freya, Darren mencebikan bibirnya mendengar jawaban dari sang istri.
Malam hari setelah selesai makan malam bersama Darren duduk bersandar di tempat tidur, ia terkagum melihat Freya yang menggunakan dress tidur yang memperlihatkan lekuk tubuhnya.
"Kenapa liatin aku kaya gitu?" Tanya Freya, Darren tersenyum manis dan menarik tangan Freya hingga wanita cantik itu jatuh ke atas pangkuan nya.
"Kamu selalu bisa membuat aku jatuh cinta berkali-kali Frey, karena ini aku akan melakukan apapun agar tidak ada yang memisahkan kita." Ucap Darren, Freya diam ia tahu jika suaminya kini mulai jadi pasukan bucin.
"Aku tidak akan pergi kemanapun Darren." Balas Freya, Darren tersenyum manis dan memeluk erat tubuh mungil Freya.
"Termasuk lelaki yang pernah hadir dalam hidup kamu Frey, aku tidak akan pernah membiarkan dia melihat kamu." Batin Darren, ya Darren tahu jika Leo datang ke Indonesia karena ia tak sengaja mendengar percakapan Grace dan Freya pada saat itu.
"Aku bersyukur karena akhirnya kamu bisa menerima aku Darren, aku harap kita akan selalu bersama." Batin Freya, ia memejamkan matanya nyaman itulah yang ia rasakan.
Dan saat keduanya hampir saja memadu kasih ponsel Darren berdering menandakan panggilan masuk, Darren meraih ponselnya dan melihat panggilan video dari sang mama.
"Siapa?" Tanya Freya menatap wajah Darren.
"Mama." Jawab Darren.
"Di jawab saja aku juga rindu mama." Balas Freya.
__ADS_1
"Hmmm." Ucap Darren, iapun menjawab panggilan video dari mama nya.
*Panggilan video*
Mama: Darren Dirgantara, kamu ini apa-apaan ajak Freya berlibur gak bilang mama dan papa dulu. π
Darren: Ma Darren dan Freya sudah dewasa kenapa masih harus bilang si.
Mama: Dasar anak kurang asem, kalau kamu yang gak bilang ya gak apa-apa i don't care. Tapi Freya kamu lupa kalau istri sedang hamil tentu saja mama khawatir.
Darren: Sebenarnya anak mama itu siapa aku atau Freya, kenapa kalian selalu memikirkan Freya saja tanpa memikirkan aku.
Mama: Loh kan kamu bilang kalau kamu sudah dewasa jadi urus saja diri kamu sendiri, mama hanya akan mengkhawatirkan putri mama.π
Darren: Pah lihat mama masa sekarang anak nya di cuekin terus.π
Papa: Ya salah kamu, sudah papa bilang ren puas-puasin kamu bermanja kepada mama kamu sebelum menikah. Karena setelah menikah kamu bukan prioritas mama lagi. π
Darren: Papa dan mama ini sama saja ternyata. π
Mama: Terserah kamu, sekarang mana Freya mama kangen Freya.
Mama: Mama Videocall itu untuk melihat wajah putri mama bukan mau lihat wajah kamu. π
Darren: Menyebalkan!
Freya: Hallo mah. βΊοΈ
Mama: Sayang mama kangen kamu nak, jangan lama-lama ya baby moon nya.
Freya: Hehe iya ma gak lama kok.
Darren: Lama pokonya kita berlibur lama (menyahut).
Papa: Hey mau papa kirim nu*lir kesana kamu ajak putri papa berlibur lama-lama.
Darren: Freya memang putri kalian tapi dia itu istri aku kalau kalian lupa aku ingatkan bahwa Freya ISTRI aku!
Mama: Darren kok gitu si ren gak mau ngalah sama mama nya, mama kangen Freya ren kamu lupa kalau mama belum sempat berkunjung ke rumah kalian.π₯Ί
__ADS_1
Darren: Mama juga gak mau ngalah sama anak nya.
Papa: Darren jangan gitu nak nanti kalau mama kutuk kamu jadi semakin kaya kamu pusing.π
Freya: π π π ada yang seperti itu ya pah.
Papa: Ada sayang ini mama kamu.π
Darren: Sudah-sudah kalian ini menggangu saja, papa dan mama tidak tahu apa kalau saat ini aku sedang menikmati kebersamaan sama istri aku.
Papa: Heh ingat istri kamu sedang hamil jangan terlalu semangat. π
Darren: Enak aja Darren selalu lembut emangnya papa grasak-grusuk.π
Papa: Ya ampun untung anak kandung coba kalau bukan udah papa masukin lagi kedalam perut mama kamu ren.βΊοΈ
Darren: CK, sudahlah aku dan Freya mau bermesraan dulu.
Panggilan telepon pun terputus membuat mama Darren mendengus, ia tak habis pikir dengan Darren yang sangat berubah. Lelaki dingin itu menjadi lebih menyebalkan sekarang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading π€π jangan lupa like komen dan vote nya πβΊοΈ
__ADS_1