Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 93


__ADS_3

Satu minggu berlalu hari ini Alex terlihat frustasi mencari keberadaan putrinya, bahkan ia tak tahu kemana Darren membawa Freya pergi.


Dan saat bertanya kepada Meisya pun sama putri sulung nya itu belum mendapatkan kabar dari Freya, lagipula meskipun Freya sudah memberi kabar kepada Meisya belum tentu Meisya akan memberi tahu Alex.


"Katakan kepada daddy yang sebenarnya dimana Freya?" Tanya Alex.


"Dad aku tidak tahu Freya belum menghubungi aku dimana dia berada." Ucap Meisya.


"Bedeb*h satu itu dia bawa kemana putriku." Kesal nya.


"Lagian ini semua itu salah Daddy harusnya Daddy tidak tersulut emosi untuk memisahkan Freya dengan Darren, Daddy tahu jika Freya sangat mencintai Darren kan. Harusnya Daddy juga tahu jika Freya akan ikut kemanapun suaminya pergi." Ucap Meisya.


"Diam Mei ini juga salah kamu, kenapa kamu tidak memberi tahu Daddy alasan Darren menikahi Freya." Ucap Alex.


"Loh kok Daddy jadi menyalahkan Meisya sih, harusnya daddy berkaca diri dong kenapa Darren seperti itu. Kalau dari awal Daddy gak main api dengan Ellen juga semua ini tidak akan terjadi, lagian Darren sudah mengakui perasaannya bahwa dia mencintai Freya." Ucap Meisya.


Alex menatap tajam Meisya lalu pergi meninggalkan Meisya begitu saja, setelah kepergian Alex Grace datang dan masuk kedalam ruang kerja Meisya.


"Kenapa lagi om Alex?" Tanya Grace.


"Biasa Daddy marah-marah lagi karena gagal mendapatkan informasi tentang keberadaan Freya." Ucap Meisya, ia duduk di sofa ruang kerjanya.


"G*la ya om Alex gak bisa gitu dia ngasi ketenangan buat Freya sebulan saja, kalau kaya gini si aku dukung Darren yang bawa Freya pergi." Ucap Grace.


"Iya sih, Daddy yang dulu sudah berubah menjadi Daddy yang emosian dan tidak profesional. Bahkan Ellen yang sudah menjadi istrinya saja tidak bisa menenangkan Daddy, rumah sekarang seperti ner*ka Grace tidak ada ketenangan di dalamnya." Ucap Meisya, Grace tersenyum sinis mendengar perkataan Meisya.


"Sudah paling bener tante Meira yang menjadi istrinya, belaga ganti istri sih tau rasa kan sekarang." Cibir Grace.

__ADS_1


"Tapi ngomong-ngomong Darren bawa Freya kemana ya." Lirih Meisya.


"Mungkin masih sekitar Jakarta kak hanya saja kita tidak tahu dimana mereka tinggal, kemarin juga aku sudah datang ke rumah mama nya Darren dan mereka mengatakan hal yang sama." Jawab Grace.


"Hal yang sama maksud kamu mama Darren juga belum tahu dimana Freya dan Darren tinggal?" Tanya Meisya.


"Hmmm, mama nya Darren si bilang nya nanti Darren akan memberikan alamat rumah baru Freya dan Darren. Yang pasti rumah itu bukan rumah yang Darren kasi untuk Freya, sepertinya rumah ini milik pribadi Darren sampai tidak ada yang tahu." Jawab Grace.


"Benar-benar si Darren." Gumam Meisya.


"Sudahlah yang penting Freya aman dengan suaminya, semua ini dilakukan pasti ada alasan nya. Dan kita tahu kalau om Alex berusaha memisahkan Freya dengan Darren, anggap saja ini tindakan Darren untuk memperjuangkan Freya dan pernikahan nya." Balas Grace, Meisya mengangguk ia setuju dengan apa yang dikatakan oleh Grace.


Sementara itu di sebuah rumah besar terlihat Freya yang sedang duduk bersantai di ruang tengah, ia menonton drama kesukaan nya sampai tiba-tiba seseorang datang lalu mengecup kening Freya dengan lembut.


"Seru banget kaya nya sayang." Ucap Darren, ia kini duduk di samping Freya.


"Iya aku kangen sama istri cantik nya aku, oiya kamu sendirian disini Kelen kemana?" Ucap Darren.


"Oh itu tadi aku meminta Kelen untuk pergi membeli beberapa bahan makanan yang sudah habis, kamu mau aku buatkan teh atau kopi?" Ucap Freya, Darren tersenyum manis ternyata Freya tidak sulit diatur.


"Tidak perlu sayang kamu duduk santai saja disini, aku mau ganti baju dulu oke." Ucap Darren.


"Hmmm, baiklah cepat kembali." Teriak Freya, Darren mengangguk dan tersenyum manis kepada Freya.


"Tidak akan aku biarkan siapapun memisahkan kita Frey sekalipun itu Alex, bukan aku yang akan kehilangan kamu tapi dialah yang akan kehilangan putri semata wayangnya." Batin Darren, ia menatap Freya dari belakang.


"Kamu berhak untuk bahagia, dan kamu berhak untuk melakukan apapun yang membuat kamu bahagia aku akan jamin semua itu." Batin nya lagi, sampai seseorang mengagetkan Darren.

__ADS_1


"Tuan kenapa melamun?" Tanya Mbak yang membuat Darren terkejut.


"Eh, tidak apa-apa mbak saya hanya sedang menatap nona." Jawab Darren jujur.


"Oh seperti itu, nona baik ya tuan cantik pula tuan beruntung bisa memiliki istri seperti nona." Ucap mbak yang kini berbincang dengan Darren.


"Iya mbak, kalau begitu saya permisi untuk mengganti pakaian. Dan tolong buatkan saya kopi dan susu hamil juga untuk nona." Ucap Darren.


"Baik tuan." Jawab mbak dengan sopan, Darren pun berjalan menaiki anak tangga menuju ke kamar nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™β˜ΊοΈ


__ADS_2