Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 142


__ADS_3

Hari-hari berlalu begitu cepat dan Kanaya menjalani kehidupan nya seperti biasa, tak hanya itu Kanaya juga berhasil membuat Gabriel mau bernegosiasi dengannya.


Bukan tanpa alasan Kanaya melakukan negosiasi tentang pernikahan nya, meski bagaimana pun juga Kanaya tidak ingin pernikahan nya hancur yang nanti akan mengecewakan kedua orangtuanya.


Kanaya berniat untuk pergi bekerja sementara Gabriel sendiri sedang ada urusan bisnis keluar kota, hal itu membuat Kanaya sedikit bisa bernafas lega karena tidak bertemu dan berdebat dengan suami menyebalkan nya itu.


Kanaya berjalan keluar dan berpapasan dengan Cindy, wanita itu menatap Kanaya dengan sinis dan membuat Kanaya juga menatapnya.


"Kanaya, kamu gak punya muka juga ya ternyata." Ucap Cindy.


"Apa maksud kamu?" Tanya Kanaya, Cindy tersenyum sinis dan melipat tangan nya di dada.


"Kamu tahu kalau Gabriel tidak mencintai kamu, bahkan sebelum menikah dengan kamu dia memiliki kekasih seorang model bernama Safira." Ucap Cindy, Kanaya diam ia menatap heran kenapa Cindy harus mengatakan itu kepadanya.


"Khem, Cindy sorry tapi meskipun Gabriel memiliki kekasih bukankah yang dia nikahi tetap aku." Ucap Kanaya menyombongkan dirinya, ia tahu orang seperti Cindy tidak bisa ia biarkan.


"Cih, menikah karena terpaksa saja kau bangga. Apakah selama ini kau tidak melihat betapa tertekannya Gabriel menjalin hubungan dengan mu." Ucap Cindy, Kanaya tersenyum dan menundukkan kepalanya lalu kembali menatap Cindy.


"Tapi sungguh aku tak peduli akan hal itu, bukankah yang terpenting sekarang aku sudah menjadi istrinya Gabriel." Ucap Kanaya, berhasil membuat Cindy kesal dan mengepalkan tangannya.


"Tidak ada lagi yang perlu dibicarakan bukan, kalau begitu aku permisi dulu." Ucap Kanaya, Cindy diam ia menatap Kanaya yang semakin menjauh.

__ADS_1


"Awas kau Kanaya, akan aku pastikan kamu tidak akan bahagia karena sudah merebut Gabriel dariku dan Safira." Lirihnya penuh dendam.


"Lon Cindy kamu kemari ternyata," ucap Freya.


"Hai aunty," ucap Cindy berusaha untuk tersenyum.


"Kenapa tumben sekali kamu pagi-pagi sudah berada disini." Ucap Freya mengajak Cindy untuk masuk.


"Tidak apa-apa aunty aku hanya ingin main saja kesini, oiya dimana Adisty aunty?" Ucap Cindy.


"Oh Adisty sedang pergi ke Bali bersama dengan Alice, apakah mereka tidak memberi tahu kamu?" Tanya Freya, Cindy tersenyum paksa dan menggelengkan kepalanya.


"Mungkin mereka lupa untuk mengabari kamu sayang." Ucap Freya, Cindy pun hanya bisa tersenyum saja. Dalam hatinya ia juga tidak menyukai Alice yang selalu bisa dekat dengan Adisty dan Gabriel.


"Baiklah aunty karena Adisty sedang tidak ada dirumah sebaiknya aku pulang saja." Ucap Cindy.


"Hmmm, kenapa cepat sekali sayang?" Tanya Freya.


"I-iya aunty aku juga ada janji sama teman, aku pamit ya aunty." Ucap Cindy.


"Iya hati-hati sayang," balas Freya, Cindy pun akhirnya pergi dari kediaman Freya.

__ADS_1


"Kamu kenapa kok ngelamun si dist?" Tanya Alice, kini dua wanita cantik berbeda usia itupun sedang duduk menatap pantai.


"Aku bingung dengan hubungan kak Gabriel dan kak Kanaya, bahkan kak Gabriel sudah sempat dikasi petuah oleh Daddy." Ucap Adisty.


"CK, Adisty kamu tak perlu khawatir tentang Gabriel. Meskipun begitu Gabriel bukan tipe orang yang suka main-main dengan suatu hubungan, apalagi ini pernikahan aku yakin Gabriel paham harus seperti apa dia bersikap." Ucap Alice.


"Tapi dia selalu cuek kepada kak Naya aunty, apa gak kasihan bahkan saat kak Cindy mengajaknya untuk pergi keluar kakakku juga menyetujui nya." Ucap Adisty mencebikan bibirnya.


"Haha, semua itu butuh waktu baby girl. Tidak mudah untuk Gabriel menerima Kanaya, tapi aku yakin hati Gabriel mulai terusik dengan kehadiran Kanaya aku berani untuk bertaruh." Ucap Alice, Adisty pun menoleh menatap Alice.


"Kenapa kakak begitu yakin jika kak Gabriel mulai tertarik dengan kak Naya?" Tanya Adisty memicingkan matanya.


"CK, sejauh ini aku melihat Kanaya berbeda dengan wanita pada umumnya Adisty sayang, disaat yang lain rela mengejar bahkan menyerahkan dirinya kepada Gabriel, tapi aku yakin sampai saat ini Gabriel belum berhasil menyentuh Kanaya." Ucap Alice begitu yakin, membuat Adisty menganga mendengar perkataan aunty kesayangan nya.


"Kau yakin?" Tanya Adisty.


"CK, jika Gabriel sudah mendapatkan semuanya, sudah dapat dipastikan Kanaya tidak akan bersikap datar kepada kakak kamu." Ucap Alice, benar juga bukankah wanita yang sudah tersentuh akan terlihat bucin?


Namun kali ini Adisty tidak melihat kebucinan itu dalam diri Kanaya, ah jika benar Adisty harap sebelum Kanaya yang jatuh hati ia lebih memilih Gabriel yang akan jatuh hati lebih dulu kepada Kanaya.


Jahat memang sebagai adik, namun ia tak peduli Adisty akan tetap berada di pihak Kanaya ia akan membela kakak iparnya yang super baik itu.

__ADS_1


__ADS_2