Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 159


__ADS_3

"Apa Kanaya hamil?" Tanya Fira kepada Cindy.


"Iya Ra gue gak sengaja dengar percakapan mami sama sama seseorang di telpon, gue yakin itu aunty Freya." Ucap Cindy.


"Lo becanda kan sama gue, bilang kalau lo lagi ngeprank gue iya kan cyn?" Ucap Safira.


"Ngeprank apaan si, gue serius Kanaya emang lagi hamil anak Gabriel sekarang." Ucap Cindy.


Safira begitu terkejut mendengar kabar yang tidak ingin ia dengar, bahkan membayangkan nya saja tidak pernah Safira pikirkan.


"Bagaimana bisa Kanaya hamil anak Gabriel," geram Safira.


"Ya bisa lah Ra mereka hidup bersama satu atap, satu tempat tidur gak mungkin juga Gabriel gak nyentuh Kanaya." Ucap Cindy.


"Gabriel gak cinta sama Kanaya cyn, tapi kenapa dia mau menyentuh Kanaya." Kesal nya lagi.


"Lo g*la, mana ada Gabriel gak cinta sama Kanaya si Ra? Dengar Kanaya hamil aja si Gabriel bahagia bukan main, beda saat dia tau lo hamil dia terkejut dan merasa gak suka buat liat lo." Ucap Cindy.


"Maksud lo?" Tanya Cindy.


"Kanaya hamil jelas Gabriel tahu anak yang dikandung oleh Kanaya itu anak Gabriel, karena mereka selalu bersama-sama. Beda sama anak yang lo kandung Ra masih samar-samar itu anak siapa," ucap Cindy, Safira pun diam dan itu tidak lepas dari perhatian Cindy.


"Sekarang gue yakin anak yang lo kandung itu bukan anak Gabriel Ra, gue tahu Gabriel gak mungkin macem-macem selama dia belum menikah." Batin Cindy.


"Kanaya bukan level Gabriel lo ingat itu kan cyn?" Ucap Safira kekeh, Cindy hanya bisa menghela nafasnya dan menatap Safira dengan kesal.


"Cukup deh Ra gak usah bo*oh, sekarang udah terbukti kalau Gabriel benar-benar cinta sama Kanaya kan. Harusnya lo pikirin cara buat nyingkirin Kanaya dan calon bayi nya, lo tahu Gabriel dengan terang-terangan bilang dia rela kehilangan semuanya asal jangan Kanaya." Ucap Cindy, Safira terbelalak mendengar perkataan Cindy.


"Really?" Tanya Safira.

__ADS_1


"Gue gak pernah bohong, gue juga kesel kenapa Gabriel bisa cinta sama wanita itu." Ucap Cindy.


"Gak Gabriel gak boleh cinta sama Kanaya, dan Kanaya gak boleh lahirin anak itu. Gue harus melakukan sesuatu untuk menyingkirkan mereka, gue gak mau anak gue hilang kesempatan untuk mendapatkan pengakuan dari Gabriel." Gumam Safira.


Tanpa mereka sadari Dani ayah biologis dari janin yang dikandung Safira mendengar percakapan Fira dan Cindy, Dani bahkan tidak percaya jika Cindy mendukung Safira.


"Gue gak akan biarin lo untuk mendapatkan Gabriel Ra, itu anak gue bisa-bisanya lo kekeh mau minta pertanggungjawaban sama Gabriel." Geram Dani, untung dia tak lupa merekam percakapan Safira dan Cindy.


"Dan untuk istri Gabriel kayaknya gue harus ikut menjaga keselamatan wanita itu, meskipun gue gak tau dan gak kenal sama dia gue harus menjaga keselamatan dia dan calon bayi nya. Gue gak akan kasih kesempatan untuk Safira mendekati Gabriel, lihat saja gue rela melindungi wanita lain agar gue bisa mendapatkan lo Ra." Gumam Dani lagi, iapun memutuskan untuk pergi dari sana.


...


"Cindy kok jadi kaya gitu ya Frey, perasaan itu anak manis banget waktu masi kecil." Ucap Grace.


"Gue juga gak tau Grace, gue sampai gak percaya dia lebih membela orang lain daripada keluarga nya sendiri." Ucap Freya.


"Ngaco lo mana ada kaya gitu, Gabriel itu adik sepupunya Cindy dia gak boleh kaya gitu." Ucap Freya.


"Ya siapa tahu kan Frey, dari silsilah nya aja Cindy sama Gabriel gak ada ikatan darah sama sekali itu tidak menutup kemungkinan kalau Cindy ada rasa sama Gabriel." Ucap Grace.


"Dan kalau itu terjadi gue tetep gak akan kasi ijin, gak bakal gue biarin Gabriel sama Cindy." Tegas Freya.


"Kenapa?" Tanya Grace.


"Gue udah jatuh hati sama Kanaya, gak tahu kenapa itu anak punya daya tarik tersendiri." Ucap Freya.


"Bener juga si, lagian kalau dipikir-pikir Kanaya lebih baik dibanding dengan Cindy." Ucap Grace.


"Benar, meskipun kita tahu bagaimana dia sejak kecil nyatanya dia bisa berubah menjadi orang paling egois." Ucap Freya menyesali sikap Cindy.

__ADS_1


"Kasihan Meisya, dia pasti serba salah sekarang satu anaknya satu keluarga nya." Ucap Grace.


Freya diam ia juga berpikir hal yang sama, namun mau bagaimana lagi Freya juga tidak bisa melakukan apapun. Ia tidak ingin protes yang nantinya akan menyakiti Meisya, selama ini Freya sudah sangat sabar menerima perkataan Cindy yang selalu menyudutkan nya.


"Ya mau gimana lagi, sekarang gue cuma bisa jaga jarak aja si. Gue gak mau lepas kendali dan nanti malah nyakitin kakak gue." Ucap Freya.


"Tindakan lo udah bener kok Frey, jangan sampai sikap konyol Cindy bikin lo lepas kendali." Ucap Grace, Freya pun mengangguk ia memang berpikir untuk diam saja saat ini.


"Daddy kenapa kok bengong?" Tanya Ellen.


"Daddy mikirin Meisya dan Freya ma, Daddy takut kejadian beberapa tahun lalu terulang dimana keluarga kita tidak harmonis lagi." Ucap Alex.


"Daddy kenapa bicara seperti itu?" Ucap Ellen mengusap tangan sang suami.


"Dulu karena keegoisan aku Freya dan Meisya berjauhan, aku takut sekarang karena sikap Cindy bisa membuat Meisya dan Freya menjauh.


Cindy terkesan blak-blakan dalam bicara, dan kita tahu bagaimana sayang nya Alice kepada Freya dia akan melakukan apapun untuk membela kakak nya. Aku takut Alice akan lepas kendali dalam membela Freya dan malah menyakiti Meisya." Ucap Alex.


"Dad jika itu terjadi kita tidak bisa menyalahkan Alice, wajar jika Alice sangat menyayangi Freya mereka memiliki ikatan darah. Mereka lahir dengan satu Daddy yang sama, berbeda dengan Meisya dad.


Aku bukan tidak menyayangi Meisya ya, aku juga sangat menyayangi dia tapi bagaimana dengan Cindy? Dia seakan tidak peduli bagaimana perasaan Meisya bukan?" Ucap Ellen, Alex mengangguk setuju.


Sejak Alice lahir dan tumbuh besar memang Freya dan Darren lah yang selalu memenuhi keinginan Alice, Darren seperti melupakan kejadian lama untuk menjaga kebahagiaan Alice dan anak-anak nya.


Berbeda dengan Leo ia menjaga jarak dengan Alice, Ellen dan Alex, entah kenapa Leo melakukan itu namun hal seperti itu bukan masalah bagi Alex dan Ellen.


"Kamu benar, sejak Alice kecil Freya selalu menyayangi nya. Alice dan Freya bahkan seperti adik dan kakak kandung, aku senang karena akhirnya Freya dan Alice sangat menyayangi." Lirih Alex.


"Kamu tenang saja mereka akan selalu menyayangi dad, untuk Cindy kita masih bisa memantau nya agar tidak melakukan sesuatu yang diluar batas." Ucap Ellen, Alex mengangguk dan tersenyum manis kepada sang istri yang setia menemani nya.

__ADS_1


__ADS_2