Antara Cinta Dan Dendam

Antara Cinta Dan Dendam
Epson 167


__ADS_3

"Laura," lirih Kanaya saat melihat Gio yang datang bersama dengan Laura.


"Nay," balas Laura ia berjalan mendekati Kanaya.


"Kenapa kamu bisa bersama dengan Gio?" Tanya Kanaya.


"Nay tadi aku gak sengaja bertemu pak Gio di cafe, dan dia ngajak aku berbincang sebentar tapi tiba-tiba dia di telpon dan diminta untuk datang kesini." Ucap Laura.


"Emmm, baiklah jika begitu. Apa dia mengajak kamu untuk kesini?" Tanya Kanaya.


"Iya, sebenarnya ada apa nay kenapa semua orang terlihat tegang?" Ucap Laura lagi.


"Nanti kamu akan tahu sendiri drama apa yang akan dipertunjukkan disini." Ucap Alice kepada Laura.


"Kenapa kalian menatapku seperti itu?" Tanya Gio.


"Mam ada apa?" Tanya nya kepada Grace.


"Kau mengham*l* Cindy Gio?" Ucap Grace to the points.


"Apa? Siapa yang mengatakan itu." Ucap Gio.


"Cindy," jawab Grace malas.


"Cindy are you crazy? Gue gak pernah nyentuh lo, apa-apaan lo bilang gue ham*l*n lo." Ucap Gio.


"Lo lupa saat di cafe bintang waktu itu Gio." Ucap Cindy.


"Cindy lo mau nuduh gue kaya gimana pun gak akan berhasil, tentu gue gak lupa di cafe itu gue ketemuan sama Laura. Kalau kalian gak percaya kalian tanya Laura ada disini bersama saya." Ucap Gio, semua orang beralih menatap Laura begitupun Cindy yang begitu terkejut dengan kehadiran Laura.


"Apa benar Ra kamu bersama Gio saat itu?" Tanya Grace, prasaan wanita yang melahirkan sosok Gio itu terlihat berantakan karena sebelum kedatangan putranya ia sempat berdebat dengan Cindy.


"Jujur sama tante Ra gak apa-apa jangan takut, kami akan melindungi dan berada di pihak kamu." Ucap Freya.


"I-iya nyonya pada saat itu memang pak Gio bersama saya, kami juga tidak sengaja bertemu dengan nona Cindy. Namun setelah itu saya dan pak Gio pulang, karena saat itu tuan Gabriel meminta pak Gio untuk menemuinya." Ucap Laura.

__ADS_1


"Lo, lo dibayar berapa sama Gio hah?" Teriak Cindy.


"Cindy cukup, apa yang dikatakan oleh Laura benar karena saat itu Gio pun menceritakan melihat kamu di cafe bintang bersama Safira dan dua orang laki-laki." Ucap Gabriel.


Pl***kkk, Grace mena*p*r Cindy di hadapan semua orang karena terbawa emosi.


"Entah apa yang ada di pikiran kamu Cindy saya tidak tahu, tapi saya kecewa karena berani-beraninya kamu menuduh putra saya yang tidak-tidak. Harusnya kamu berpikir sebelum bertindak agar tidak mempermalukan diri kamu sendiri." Ucap Grace.


"Nyonya sabar." Ucap Laura menenangkan Grace.


"Cindy," panggil Alex kepada cucu nya.


"Ayah, ayah harus percaya kepadaku." Lirih Cindy.


"Ayah kecewa nak, kenapa kamu suka sekali membuat keributan di tengah-tengah keluarga kami." Ucap Alex diluar dugaan.


"Apa maksud ayah." Lirih Cindy.


"Harusnya kamu bisa menjaga sikap kamu Cindy sebelum kamu menyesal saat mengetahui semuanya, selama ini kami selalu memaklumi setiap kelakuan kamu. Bahkan berapa kali kamu mencoba melukai Kanaya istri Gabriel, tapi kami masih memaafkan kamu.


"Daddy," lirih Meisya.


Alex menatap Meisya sangat jelas jika putri sulungnya itu begitu terluka akibat kelakuan Cindy putrinya sendiri, Alex tahu Meisya takut jika Ellen, Alex, Freya Darren dan yang lain akan membenci Meisya akibat kelakuan Cindy.


"Mei harusnya kamu bisa menjaga putri kamu nak, kamu tahu bagaimana Daddy menjaga ketat kamu dan adikmu Freya kan. Bagaimana Daddy berusaha membuat kalian menjaga harga diri kalian sampai kalian menikah, meskipun Daddy pernah mengecewakan kamu dan Freya." Ucap Alex.


"Maafkan Mei dad," lirih nya.


"Kamu dan Freya itu sama Mei kalian berdua tetap putri kecil untuk Daddy sama seperti Alice, tapi bukan berarti kalian bisa membebaskan pergaulan anak-anak kalian.


Untuk kamu Cindy kamu mengatakan jika Alice dan Adisty menjauhi kamu, itu salah besar! Mereka bukan menjauh tapi mereka takut terseret dalam pergaulan kamu yang bebas, dan ayah tidak menyalakan mereka." Ucap Alex.


"Leo cari laki-laki yang bersama Cindy malam itu, jelas saya tidak bisa membantu karena putrimu selalu saja menyalahkan anak-anak dan menantu saya." Ucap Darren.


"Darren aku mohon bantu kami, kekuasaan kamu sangat dibutuhkan saat ini." Ucap Leo.

__ADS_1


"Minta putrimu untuk meminta maaf kepada Kanaya mungkin saya akan berubah pikiran, untuk saat ini saya belum bisa membantu kamu Leo." Ucap Darren.


"Dad," lirih Freya.


"Kita pulang sekarang ayok Adisty, Kanaya, Gabriel. Aku harap kamu juga ikut pulang dengan kami sekarang honey." Ucap Darren, kepada anak dan istrinya.


Darren berjalan menggandeng bahu putri bungsu dan menantunya, terlihat jelas bukan bagaimana Darren menyayangi dan menjaga harga diri Kanaya meskipun Kanaya hanya seorang menantu.


"Aunty jangan pergi," ucap Cindy tersedu-sedu.


"Dad bagaimana ini aku tidak bisa membantah Darren, lagi pula apa yang dilakukan oleh Darren untuk anak-anak kami apa yang harus aku lakukan." Ucap Freya frustasi.


"Frey pulanglah lagian apa yang dilakukan oleh Darren itu sudah sangat tepat, Darren hanya ingin Cindy meminta maaf kepada Kanaya itu bukan hal yang sulit jika Cindy mau menurunkan ego nya sedikit saja maka Darren pasti akan membantunya." Ucap Ellen.


"Benar sayang, lagian kita semua melihat bagaimana Cindy menyudutkan kamu, Kanaya, Adisty dan Gabriel disini. Sebagai seorang ayah dan suami jelas Darren pasti merasa tersinggung akan hal itu, pulanglah sebelum suamimu marah nak." Ucap Alex.


Freya pun tak ada pilihan lain selain menurut, sebelum pergi Freya menatap Laura yang berdiri di samping Gio.


"Ra ayok kamu pulang sama tante ya, Gio jika ingin bertemu dengan Laura tau ada yang dibicarakan kamu bisa kerumah tante." Ucap Freya.


"Iya tante, Ra kamu hati-hati ya makasih atas kesaksian kamu." Ucap Gio.


"Iya pak, kalau begitu saya permisi ya pak." Ucap Laura, Gio pun mengangguk dan menatap kepergian Freya dan Laura.


"Dad apakah Daddy juga sama seperti Darren?" Tanya Meisya.


"Minta putrimu untuk meminta maaf kepada Alice dan yang lainnya sya, jangan biasakan dia mendapatkan apa yang dia mau dengan mudah." Ucap Alex, ia bangkit dari duduknya dan memutuskan untuk pulang.


Begitu dengan Grace, David dan Gio ia juga ikut pergi dari kediaman Meisya, Meisya menangis tersedu-sedu dan menatap tajam Cindy yang terduduk di lantai dengan menangis.


"Puas kamu Cindy, oh tuhan anak siapa yang sebenarnya aku besarkan selama ini?" Ucap Meisya.


"Kalian terlalu memanjakan dia, lihat sekarang anak ini malah melempar kot*ran ke wajah orang tuanya." Ucap mami Leo.


"Benar, selesaikan semuanya jangan sampai semua ini di ketahui oleh orang luar Leo. Ingat ini akan berpengaruh terhadap perusahaan kita, kita tidak sekuat Alex dan Darren jika ini di ketahui orang luar kita akan sangat kewalahan." Ucap papi Leo.

__ADS_1


"Baik pi." Ucap Leo, Cindy diam mendengarkan perkataan yang menyudutkan dirinya.


__ADS_2